21. nikahin dulu!

178 21 2
                                        

Sore itu, Hoseok tiba di apartemen Yoongi dengan membawa satu kantong penuh makanan ringan yang ia beli di minimarket. Pintu apartemen terbuka, dan Yoongi menyambutnya dengan senyum lebar.

"Seok! Pas banget, aku baru aja selesai nyiapin semuanya," kata Yoongi sambil menarik Hoseok masuk. "Cepet masuk, dingin di luar."

Hoseok melepaskan jaketnya dan menaruhnya di gantungan. "Jadi kita nonton apa nih? Jangan yang horor lagi, aku nggak mau kamu ngejek aku kalau aku ketakutan."

Yoongi terkekeh, mengambil kantong makanan dari tangan Hoseok dan membawanya ke dapur. "Santai, kali ini aku pilih yang santai. Romcom, biar kamu nggak terlalu tegang."

"Baguslah," jawab Hoseok sambil duduk di sofa. Dia melirik sekitar apartemen yang tampak lebih rapi dari biasanya. "Kamu bersih-bersih? Tumben."

Yoongi kembali dari dapur dengan dua gelas minuman dan semangkuk popcorn. "Tentu saja. Kan spesial, kamu dateng ke sini." Dia duduk di sebelah Hoseok, meletakkan semuanya di meja kopi. "Lagian, aku nggak mau kamu bilang apartemenku berantakan."

Hoseok hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum. "Ya udah, mulai aja."

Yoongi mengambil remote dan memutar film yang sudah ia pilih. Lampu apartemen dimatikan, menyisakan cahaya dari layar TV yang memenuhi ruangan. Mereka duduk berdampingan, dengan selimut yang menutupi kaki mereka.

Setengah jam pertama film berjalan dengan tenang. Hoseok menikmati popcorn sambil sesekali tertawa melihat adegan lucu di film. Tapi Yoongi, seperti biasa, punya rencana lain.

Dia mendekatkan tubuhnya ke Hoseok sedikit demi sedikit, hingga akhirnya Hoseok menyadari jarak mereka yang semakin kecil. "Yoongi, apa yang kamu lakukan?"

"Apa?" Yoongi menjawab dengan nada polos, meskipun senyumnya menunjukkan niat lain. "Aku cuma deket aja. Lagian, aku pacar kamu, kan?"

Hoseok mendesah, tapi wajahnya memerah. "Iya, tapi fokus nonton, dong."

Yoongi tertawa kecil, tapi dia tetap mendekatkan wajahnya. "Tapi aku lagi fokus sama kamu, bukan filmnya."

Hoseok mencoba menahan senyumannya, tapi gagal. Dia menatap Yoongi dengan tatapan yang setengah bingung, setengah pasrah. "Yoongi, kamu ini…"

"Aku apa?" Yoongi memotong dengan nada genit. "Terlalu ganteng? Terlalu perhatian? Terlalu… sayang sama kamu?"

Hoseok menutupi wajahnya dengan kedua tangan, mencoba menyembunyikan rona merah di pipinya. "Terserah kamu deh."

Yoongi menarik tangan Hoseok perlahan, menatapnya dengan mata yang lembut. "Seok, aku serius, lho. Aku beneran sayang banget sama kamu."

Hoseok menelan ludah, menatap Yoongi balik. Kali ini, dia tidak menghindar. "Aku tahu," jawabnya pelan. "Dan aku juga."

Yoongi tersenyum lebar, lalu dengan lembut, dia mencium kening Hoseok. "Terima kasih, Seok, karena selalu ada buat aku."

Hoseok hanya bisa tersenyum malu. Dia tahu Yoongi genit, tapi dia juga tahu kalau semua itu tulus.

---

Setelah film selesai, mereka masih duduk di sofa, berbicara tentang berbagai hal. Yoongi tiba-tiba menyentuh tangan Hoseok dan berkata dengan nada serius, "Seok, aku punya pertanyaan penting."

"Apa lagi?" Hoseok bertanya sambil mengangkat alis.

Yoongi menatapnya dengan senyum penuh arti. "Kapan kamu mau kasih aku anak?"

Hoseok langsung tersedak minumannya. Dia batuk-batuk sambil menatap Yoongi dengan mata terbelalak. "Apa-apaan kamu ini?!"

Yoongi tertawa keras, jelas puas dengan reaksinya. "Kenapa? Aku cuma bercanda kok… atau nggak."

kau rumah ku (sope) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang