•
26. Na : ANGELS
"Kenapa, Gi?" tanya Queenna.
"Thanks, gue segera ke sana," pungkas Argi mengakui teleponnya dengan Rayyan.
Argi menoleh Queenna, Karina dan Zay bergantian. "Tadi Rayyan bilang, katanya Dena dikeroyok. Gue izin pergi bentar ya?"
Zay mengangguk. "Iya, hati-hati ya, Argi."
Argi membalas dengan anggukan kepalanya. "Wasalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam," jawab Karina dan Zay bersamaan, tidak dengan Queenna yang beragama Kristen.
"Buat jawab yang tadi pakai wa'alaikumsalam?" tanya Queenna berbisik pada Karina.
Karina mengangguk.
"Ohh. Wa'alaikumsalam, Argi," ucap Queenna.
Argi pun berlari keluar ruang rawat Chiko untuk menyelematkan sang pujaan hati, alias Dena. Suasana sunyi semakin memenuhi ruang rawat Chiko ini. Mereka bertiga hanya bisa diam sembari menunggu Chiko kembali sadar dan membuka kedua matanya lebar. Karina sungguh berharap Chiko bisa cepat bangun dan melihat siapa yang menunggunya saat ini. Karina ingin Chiko tahu, bahwa disisinya saat ini adalah sosok perempuan yang selalu memiliki hubungan cinta namun terbatas hanya sebagai sahabat.
Queenna tahu Karina sedang memikirkan cowok itu dalam benaknya. Dari tampang dan gelagatnya, terselip rasa bangga karena berhasil menyelamatkan nyawa Chiko meski tak bisa sepenuhnya 'utuh'.
Maaf, Karina, batin Queenna menyesali sesuatu.
Tiba-tiba saja garis elektrokardiograf semakin bergelombang tinggi menandakan detak jantung pasien mulai normal. Perasaan senang pun langsung muncul di wajah Karina dan Zay.
Bertepatan setelah itu, kedua mata Chiko mulai terbuka secara perlahan. Bayangkan, betapa bahagianya Karina dan Zay yang sangat menunggu Chiko segera siuman.
"CHIKO!" seru Zay dan Karina bersamaan.
Tanpa aba-aba apapun, Zay langsung memeluk sahabatnya itu meski masih terbaring lemas di atas brankar. "Akhirnya kamu sadar. Saya menunggu kamu selama ini! Kamu ke mana? Kenapa kamu lama banget menyelesaikan kasus itu dan gagal membelikan roti bakar untuk saya?"
Chiko langsung bangun dan kini terduduk di atas brankarnya. Sementara itu Zay langsung melepas pelukannya saat Chiko tiba-tiba bangun.
"Gimana? Kondisi kamu udah mendingan?" tanya Zay.
"Zay? D-di sini gelap banget, Zay! Gue takut! Gue nggak bisa lihat apa-apa, Zay!" seru Chiko dengan dadanya yang menahan tangisan isak. "Gue selamanya nggak bakal bisa lihat dunia lagi.. Gue nggak sempurna.. Gue cacat.. "
Zay sebenarnya tidak sangka akan terjadi, namun Zay kembali memeluk sahabatnya agar emosinya bisa diredam dan tidak meluap. "Udah, Chik, nggak pa-pa."
Setetes air mata mengalir membasahi pipi Chiko. Tangisan isak dari dada dan hatinya yang terluka tercampur dan membuat siapapun yang mendengarnya menjadi iba.
"Gue nggak bisa lihat lagi.. " ucap Chiko masih menangisi nasibnya sekarang.
Karina yang sejak tadi wajahnya antusias menunggu Chiko, tiba-tiba berubah menjadi raut wajah kecewa. Padahal, keinginan terbesarnya hanya saling bertatapan setelah beberapa tahun tidak bertemu Chiko. Namun, takdir ternyata berkata lain.
Pikiran Karina hampa dan harapannya hancur. Tetapi, semuanya seakan langsung sirna saat mendengar gumaman Chiko pada Zay, "Zay.. M-maaf.. Jadi, selamanya gue nggak akan bisa lihat lo lagi? Selamanya gue nggak bakal bisa melihat paras cantik Karina lagi?"

KAMU SEDANG MEMBACA
MYSTERIOUS Na
Novela JuvenilTERBIT DI @Teorikatapublishing. 📌Versi novel banyak tambahan + tersedia ending "Lo tau kan, Natrium kalau dicampur H²O bakal jadi apa?" ••• Ledakan yang menyebabkan kebakaran hotel Goralliswa yang terjadi pada tahun 2022 menyeret tiga perempuan yan...