Other Universe

785 48 4
                                        

Drabble (400 kata)
Angst













"Hey Jungkook.."

"hm? Kenapa, jimin?"

"Kira-kira.. Dia juga mencintai aku tidak ya?"


Aku menoleh dan mendapati Jimin tengah menatap seorang laki-laki di tengah lapangan basket.

Jimin jatuh cinta. Mata indahnya berbinar, kedua pipi merona merah muda.

Jimin tidak pernah menatapku seperti itu sejak aku mengenalnya 5 tahun yang lalu.

Jemari mungilnya bermain dengan ujung kaus olahraga yang sedang ia kenakan, kaki gemetar seperti terkena leg shaking syndrome.

Senyumnya merekah indah, ia adalah sosok cinta jika berwujud manusia. Siapapun bisa tahu kalau Jimin sangat mengagumi Ketua klub basket SMA, Kang Donghae dan jimin sudah menyukai pria tersebut sejak hari pertama orientasi.

Aku mengangguk pelan "iya, sudah pasti" jawabku dengan jujur.

Lagipula, pria mana yang tidak jatuh hati padamu, jimin? Tutur katamu baik, nada bicaramu lembut, kau adalah orang yang periang, begitu tampan hingga selalu menjadi pusat perhatian.

Banyak anak lain yang memiliki nama sama sepertimu, tetapi hanya kamu yang menjadi topik pembicaraan banyak orang. Kau sangat spesial, jimin. Bagiku, tidak ada orang lain yang terlihat lebih indah dari dirimu.

"oh.. Astaga Jungkook, dia menoleh kesini. Apa yang harus aku lakukan?"

Kini tangan mungilnya mencengkram lengan jaket jersey milikku.

Kupikir ini hanya tinggal masalah waktu, kupikir aku hanya kurang percaya diri.

Tetapi kenyataannya percaya diri saja tidak cukup untuk bisa memilikimu, karena kau harus memiliki keberanian untuk bisa mencintai seseorang.

Keberanian untuk bisa menyatakan perasaan, keberanian untuk ingin memilikimu sepenuhnya.

Donghae tersenyum ke arah Jimin. Ia melambaikan tangan ke arah timnya kemudian mulai berjalan meninggalkan lapangan, meski aku sudah tau ia berjalan menuju kemana.

Donghae berjalan menghampiri kursi kami, padahal jarak tempat kami duduk lumayan jauh dari lapangan basket.

"Jungkook.."

"ya, jimin?"

"sepertinya.. Sepertinya dia juga mencintaiku"

Jimin bangkit dari kursi dan berlari menghampiri pria tersebut.

Terdengar suara sorak anak-anak basket ketika Donghae memeluk tubuh dan mengecup bibir Jimin. Semua itu terjadi begitu cepat, seperti hitungan detik yang tiap detiknya terasa begitu lambat bagiku.

Aku hanya menatap mereka dari kejauhan, meski samar-samar terdengar tawa lembut jimin ketika Donghae menyatakan perasaannya.

Ternyata aku di semesta ini begitu pengecut untuk mengakui bahwa aku mencintaimu.

Aku harap di semesta lain, akulah pria yang kau cintai itu, park jimin.

.
.
.
.
.

"Hey Jungkook.."

"hm? Kenapa, jimin?"

"Kira-kira.. Dia juga mencintai aku tidak ya?"

Aku menoleh dan mendapati Jimin tengah menatap seorang laki-laki di area balap liar yang sering kita kunjungi.

Jimin jatuh cinta. Mata indahnya berbinar, kedua pipi merona merah muda.

...

...

...

"iya, sudah pasti"


























Haloooo, aku mau aktif nulis nih.
Maaf ya cuma drabble, soalnya aku kangen jikook

KOOKMIN ONESHOT FOR US Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang