Kayna...
Seorang gadis cantik yang harus berpisah dengan sahabatnya karena harus ikut ke surabaya dengan orang tua nya selama 5 tahun untuk mengurus cabang perusahaan yang ada di sana...
Saat kembali ke jakarta, dia malah jatuh hati dengan ketua g...
Kayna tercengang mendengar suara Devan yang sangat merdu, para siswa sontak bertepuk tangan Sekencang mungkin.
"Fiks, suara lo kagak ada apotek, merdu banget" teriak ale
"G ada obat anjing, bukan apotek" ujar Kevin membenarkan.
"Nah, itu maksud gw" gumam ale.
"Serah lo dah" lirih Kevin.
Devan langsung menatap ke arah kayna yang duduk di hadapannya.
"Devan" bisik Alisa Devan yang mendengar itu langsung menoleh k arah Alisa.
"Gw mau ngomong sesuatu sama lo, ikut gw bentar" sambung Alisa lagi
"Lo mau ngomong apa" tanya Devan sambil mengikuti Alisa
"Ikut aja dulu" ujar Alisa.
Kayna yang melihat Devan dan Alisa masuk ke hutan langsung heran, kayna sontak mengikuti mereka berdua dari belakang.
"Cha gw kesana bentar..." Ujar kayna sambil berlari ke arah hutan.
"Kayna lo mau kemana " tanya acha Namun tidak ada jawaban dari kayna yang sudah masuk ke dalam hutan.
*** Kayna sudah tiba di tempat Devan dan Alisa, kayna bersembunyi di balik semak belukar, jadi Devan tidak mengetahui keberadaan nya.
Devan dan alisa berdiri tepat di pinggir danau pukul 20:34 malam.
" Devan gue mau ngomong sesuatu sama lu"ujar alisa
"Lo mau ngomong apa" tanya Devan datar.
"Gw sebenarnya... Suka dan cinta sama lo" ungkap Alisa sambil menatap dalam Devan.
Kayna yang mendengar itu, tanpa sadar meneteskan air mata nya dari balik semakin.
"APA, LO SUKA SAMA GW" kaget Devan tak percaya.
"Iya van, gw suka sama lo dari pertama gw masuk di geng lo" ujar Alisa lalu sontak memeluk Devan.
Entah kenapa hati kayna terasa sakit saat melihat Devan berpelukan dengan wanita lain.
HIKS...... HIKS....... HIKS.......
Tangis kayna benar-benar pecah, dia langsung berlari ke pedalaman hutan. Devan sempat melihat seorang wanita berlari ke hutan, namun dia tidak peduli, dia pikir itu hanyalah penduduk daerah sini.
"Lo apa-apaan sih, gw ga suka sama lo, gw udah anggap lo seperti adik gw sendiri, jadi maaf, gw ga bisa jadi pacar lo" jelas Devan lalu melepaskan pelukan Alisa dan sontak pergi dari sana.
"Oh ya, satu lagi, jangan pernah kejar kejar gw lagi, hati gw udah memilih hanya untuk mencintai 1 orang, dan gw udah nemuin orang nya" sambung Devan lalu meninggalkan Alisa sendirian.
"Siapa cewe yang udah berani rebut posisi gw di hati lo" ujar Alisa penuh amarah. . . . .......