Chapter 3

4.4K 351 3
                                        

"Uhuk uhuk!!" Alana tersedak makanan yg sedang ia kunyah, terkejut dengan penjelasan mereka.

Ternyata tetangganya adalah seorang idol!

Alana meminum air dengan cepat, berusaha mengontrol ekspresi nya.

Di sisi lain Joshua dan Seungkwan tampak tenang.

"Kau tau kami?"

Alana mengangguk, menunjuk dua orang di depannya itu.

Alana mengangguk, menunjuk dua orang di depannya itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Seventeen"

"Apakah kau carat ?" Tanya Seungkwan

"Um, aku menikmati musik kalian"

Joshua dan Seungkwan tampak lega dengan tanggapan Alana yang terkesan biasa saja.

"Kau tinggal di Blok DM juga kan ? Aku melihatmu kemarin ketika pindahan" Seungkwan memastikan

"Ah, jadi kau yang tidak membalas sapaanku ya~" Alana menggoda Seungkwan, berusaha mencairkan suasana

Seungkwan menggaruk rambutnya yang tidak gatal.

"Maaf, kami hanya berjaga-jaga"

Alana mengangguk

"Aku paham, pasti kalian was was. Sampai sekarang pun juga"

Seungkwan dan Joshua bertukar pandangan canggung.

Alana tertawa melihat reaksi mereka.

"Santai saja, aku tidak suka mencampuri urusan orang lain"

Seungkwan dan Joshua terlihat semakin rileks.

"It looks good" Joshua menunjuk bekal Alana.

"Here, have some" Tawar Alana lagi.

Joshua mencomot sepotong Apel milik Alana.

"Enak ya segar" Pujinya

"Memang, apel adalah buah paling segar. tidak seperti jeruk yang ada kecut nya"

"Kau saja yang belum pernah coba jeruk yang enak" Sahut Seungkwan sinis.

Sebagai Jeju boy, jeruk is life!

Joshua menyikut lengan Seungkwan. Takut menyinggung tetangga barunya.

Alana mencibir

"Memang tidak ada jeruk yg enak"

"Ada! Banyak!"

Alana mengibaskan tangannya.

"Tidak, jeruk juga tidak ada isinya. Vitamin C lebih banyak pada buah tomat"

Seungkwan tersenyum manis, siap menjejali Alana dengan fun fact jeruk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seungkwan tersenyum manis, siap menjejali Alana dengan fun fact jeruk.

Joshua mengusap dahinya, merasa lelah karena sebentar lagi akan sangat berisik.

○○○

Sesuai dugaan,  perjalanan pulang mereka bertiga  dipenuhi dengan perdebatan.

Alana bersikeras dengan jurnal ilmiah nya yang menyebutkan bahwa tomat lebih sehat daripada jeruk sedangkan Seungkwan dengan senang hati memberi petuah moral tentang petani jeruk yang perlu diberdayakan daripada petani tomat di Jeju.

Joshua ? Tentu saja menyingkir dan berusaha sekuat tenaga menikmati perjalanan pulang.

"Udaranya segar ya kawan kawan" Kata Joshua

"Kau memang belum pernah mencoba jeruk yang enak" Seungkwan tetap bersikeras

"Aku lebih suka tomat" Sahut Alana

"Kata nya tadi apel"

"Lah kita kan sedang mendiskusikan kandungan vitamin C pada tomat dan jeruk"

"Hai, aku masih di sini dan wah kita sudah sampai di rumah kami" Ujar Joshua yang diacuhkan lagi.

"Kau lihat saja, pasti kau akan menangis mencoba jeruk dari pulau Jeju karena sangking enaknya!" Kata Seungkwan sambil masuk ke dalam rumah

"Ku Tunggu! Bye Josh" Tantang Alana tidak mau kalah lalu melenggang menuju rumahnya.

Joshua mengusap wajahnya kasar.

"Bye Alana, bye Seungkwan, bye semua ketenangan yang aku harap aku dapatkan di pagi hari yang indah nan cerah ini"

○○○

"Kau kenapa hyung?" Tanya Vernon yg melihat Joshua tiduran di sofa dengan wajah lesu

"Aku lelah, sungguh capek sekali jogging bersama Seungkwan dan Alana"

"Alana ?"

"Tetangga baru kita" Seungkwan datang sambil mengupas jeruk.

"Hhh jeruk sialan" Umpat Joshua pelan melihat jeruk di tangan Seungkwan

"Apa hyung?" Tanya Seungkwan

"Ani"

"Waw jadi kalian jogging dengan simpanan pejabat itu?"

"Jaga mulutmu Vernon dia mahasiswa rantau makanya dia tinggal sendiri" Ujar Joshua yg berhasil mendapatkan sedikit info dari perdebatan Alana dan Seungkwan.

"Hey yang bilang itu Seungkwan, hyung!"

Seungkwan menggeleng

"Aku salah besar, dia bukan simpanan pejabat. Tapi manusia nir empati yang tidak melihat kesejahteraan petani jeruk! Bisa bisa nya tidak suka jeruk"

Joshua menarik Vernon ke dapur.

"Ayo Vernon kita mending sarapan daripada mendengarkan ocehan jeju boy part 2"

"APA HYUNG?" Suara Seungkwan menggelegar.

To be continued

Jangan lupa tap 🫶 dan comment di part yang kamu suka yaa. Terima kasih 😆✨️

Hi Neighbor! [SEVENTEEN FANFICTION]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang