"Rapi apanya? Aku cuma pakai kaus" Jawab Seungcheol.
"Yeah, rapi maksudku mandi. Biasanya kan kalian tidak pernah mandi kalau hanya pergi belanja"
"Aku gerah. Alana sudah siap ?"Tanya Seungcheol.
Mingyu mengangguk.
"Kata Alana dia akan menjemput kita"
"Ayo kita tunggu depan" Ajak Seungcheol.
Mereka bertiga berjalan menuju gerbang. Ternyata Alana sudah menunggu di sana.
Alana menurunkan kaca mobilnya, "Ayo masuk oppa!".
Mingyu melambaikan tangannya ringan.
"Mau aku yang menyetir ?" Tawar Seungcheol.
Alana menggeleng.
"Tidak apa-apa, biar aku tau jalan juga"
Mingyu dan Seungcheol pun duduk di kursi belakang. Karena kursi di sebelah Alana sudah diisi Jeonghan, yang tiba-tiba duduk manis di sana. Dia tertawa pelan melihat Mingyu dan Seungcheol yang tidak bisa menyembunyikan ekspresi kesal mereka dari spion.
"Memang tidak salah aku rela bangun pagi untuk melihat hal ini haha"
"Kenapa oppa ?" Tanya Alana yang sibuk mengatur navigasi.
Jeonghan tersenyum manis, "Ani, sini aku yang atur maps kau fokus menyetir saja". Ujarnya sambil memindahkan tangan Alana ke kopling.
"Eh, oke" Alana lalu menghidupkan mobilnya dan melanjutkan perjalanan.
"Atur yang baik Yoon Jeonghan" Kata Seungcheol dengan nada sedikit geram.
Jeonghan terkikik, sepertinya temannya itu menyadari tingkah lakunya.
"Siap!"
○○○
Sesampainya di supermarket, Alana memarkirkan mobilnya dengan leluasa. Karena supermarket baru saja buka parkiran masih kosong melompong.
"Kau mau masak apa Alana ?" Tanya Mingyu.
"Masih belum ada ide. Kalian ingin makan apa ?" Tanya Alana sambil mematikan mesin mobilnya.
"Bulgogi ?" Tawar Mingyu
"Pajeon juga enak" Usul Jeonghan.
"Japchae jugaa" Kata Alana.
"Bulgogi, pajeon, japchae dan kau ada ide hyung?" Tanya Mingyu pada Seungcheol.
"Umm Suyuk ?"
"Oke, Itu saja sudah cukup deh. Bagaimana Alana ?" Tanya Mingyu.
"Sepakat oppa"
"Ayo kita turun".
Sembari berjalan memasuki supermarket, Jeonghan mendekati Alana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.