Chapter 16

3.2K 261 2
                                        

Bagi Alana bangun tidur tidak pernah semenyenangkan ini. Sakit kepalanya sudah benar-benar reda.

Tidur seharian memang obat dari segala hal.

Samar-samar dia mengingat malam yang telah dilalui bersama seventeen. Dia tersenyum, senang telah menemukan teman di negara yang asing ini.

Alana mengambil handphone miliknya, ternyata jam sudah menunjukan pukul 11 Malam.

Seungcheol

Kau sudah di rumah ?
Mingyu ke rumah mu untuk memberikan obat pereda mabuk.
Ngomong-ngomong Dokyeom dan Mingyu meminta nomormu, apa boleh kubagi?
Test
Hey apakah kau baik-baik saja ?
Apa ada yg bisa aku bantu?

Alana meringis. Seungcheol ternyata mencemaskan nya. Yah memang kondisinya yang tiba-tiba pingsan di tengah acara minum-minum memang mengkhawatirkan sih.

Alana

I'm okay.
Maaf baru mengabari,
Aku bangun tidur hehe.
Boleh, kasih saja nomorku.

Ting

Notifikasi Alana berbunyi. Ternyata Seungcheol langsung membalas pesan Alana.

Seungcheol

Syukurlah, aku kira kau sudah mati.

Alana tertawa kecil.

Alana

Aku seperti mau mati sih.
Lapar :(

Seungcheol

Anak-anak ada yang mau keluar.
Kata mereka juga mau cari makan.
Kau mau ikut?

Alana memutar otaknya sejenak. Menimang-nimang, perutnya keroncongan dan malas memasak juga sih.

Alana

Boleh, sebentar aku siap-siap dulu.

Seungcheol

Oke.
Tunggu di depan jika sudah siap ya.
Nanti mereka jemput.

Alana bergegas mencuci muka dan bersiap-siap.

○○○

"Hyung Alana mau ikut, kau tidak apa-apa ?" Tanya Dino pada Hoshi yang mengambil kunci mobil miliknya.

"Aku sih oke oke saja" Jawab Hoshi menaiki mobilnya.

Dino duduk di samping Hoshi.

"Minghao ?"

"Bebas" Jawab Minghao dari kursi belakang.

"Oke mari kita jemput Alana"

Mobil Hoshi keluar dari garasi.

Ternyata Alana sudah menunggu mereka di depan gerbangnya. Dino melambaikan tangan. Alana berlari kecil menuju mobil mereka.

"Hey" Sapa Alana duduk di sebelah Minghao.

"Hey, kau baru bangun ya ?" Tanya Minghao

"Iya hehehe, kalian mau makan apa ini ?"

"Burger ?" Tawar Dino.

"Call!" Alana berseru semangat.

"Oke kita berangkat~" Hoshi mengemudikan mobilnya pelan, menembus jalanan malam kota Seoul.

Dino memutar lagu Rock With You.

"Aku kira Seungcheol ikut" Ujar Alana membuka percakapan.

Minghao menggeleng.

"Dia sedang ada di apartemen"

"Apartemen ?"

"Dia tinggal dengan kakak nya di apartemen. Well, kami semua punya tempat tinggal sendiri. Jadi kadang kita ada di dorm kadang di apartemen" Jelas Dino

"Aah I see"

"Hyung buka sedikit jendelanya dong" Ujar Minghao

"Tanya Alana dulu"

"Kau merokok Alana ?" Tanya Dino pura-pura tidak tahu.

"Oh, kalian juga ?"

"Kadang, tapi tidak sering. Aku takut tidak kuat ketika perform" Jelas Hoshi lalu menurunkan jendela mobil

Dino mengangguk setuju dan mengeluarkan sebatang rokok dari kantung jaket nya.

"Minghao yg kecanduan nikotin sih"

"Enak saja" Bela Minghao.

Alana terkekeh.

Minghao menyodorkan bungkus rokok miliknya.

"Ini kalau mau"

Alana mengambil sebatang dan menyalakan nya.

"Wah enak juga, rokok apa ini ?"

"Aku bawa dari Cina"  Jelas Minghao.

Alana mangut-mangut.

"Kau harus coba rokok ku juga, lebih enteng dari ini tapi aroma cengkehnya kuat"

Minghao menaikkan alisnya, tertarik.

"Boleh, kapan-kapan bawakan ya"

"Siap"

"Haduh Minghao menemukan teman pecinta rokok hyung, bagaimana ini nanti dia makin kecanduan" Kata Dino pura-pura khawatir.

Minghao memutar bola matanya malas

Hoshi terkekeh.

"Kita sudah sampai, Drive thru saja ya ? Nanti makannya di tempat biasa"

"Tempat biasa ?" Tanya Alana Bingung.

"Nanti kita tunjukkan" Dino memasang maskernya, bersiap untuk pesan.

Alana menepuk pundak Dino.

"Aku saja yang pesan, lebih aman juga. Kalian mau apa ?"

To be continued

Jangan lupa tap 🫶 dan comment.
Terima kasih 🥰🦋✨️






Hi Neighbor! [SEVENTEEN FANFICTION]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang