Chapter 39

1.7K 172 7
                                        

"Maaf kalau berantakan" Mingyu membuka pintu kamarnya.

Alana menggeleng, berjalan menuju sofa, dia tau Mingyu orang yang rapi.

"Aku mandi dulu ya, kau bisa memesan makanan jika mau. Ramen hotel ini enak"

"Kalau Sushi ?"

"Boleh pesan keduanya. Aku lapar sekali"

"Oke Sayang" Alana membuka daftar menu di sebelah telpon.

"Apa ? Apa ? Ulang lagi!" Mingyu duduk di samping Alana.

Alana menutup wajahnya dengan buku menu, dia kelepasan!

"Ayo aku mau dengar!" Mingyu menarik-narik lengan Alana.

"Sa..sayang ?"

"Ahhh akhirnya, tidak oppa oppa terus. Aku senang sekali, wah energi ku kembali pulih!"

 Aku senang sekali, wah energi ku kembali pulih!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Alana terkekeh, Mingyu sekarang imut sekali!

"Sayang-sayang" Alana jadi ketagihan.

Mingyu memegang dadanya, "Ugh cukup hatiku tidak mampu"

Alana tertawa Mingyu pun ikut tertawa. Sepasang kekasih yang menggemaskan ini menghabiskan malam mereka dengan bertukar rindu. Berbagi kabar hangat sampai pagi menyapa.

○○○

Handphone Mingyu berbunyi kencang. Alana terbangun dan mematikan alarm itu. Dia menoleh ternyata Mingyu tidak ada di sampingnya, dia memilih tidur di sofa.

Alana tersenyum berjalan mendekati Mingyu dan berjongkok di depan wajah kekasihnya itu. Dia tertidur sangat pulas.

Pasti kemarin melelahkan, tapi Mingyu tidak berani tidur di kasur yang sama dengannya. Semalam juga mereka hanya berbicara sepanjang malam tidak ada intensi aneh. Sepertinya lelaki ini benar-benar menyayanginya.

Suara nafas Mingyu menderu hangat. Alana mencium keningnya pelan, takut dia terbangun.

"Nghh" Mingyu hanya bergumam.

Alana mengambil selimut dan menyelimuti Mingyu dengan pelan. Raut wajah Mingyu seperti senang, dia memeluk selimutnya erat.Alana terkekeh melihatnya.

Handphone Mingyu kembali berbunyi, ternyata itu telpon dari Joshua. Alana mengangkatnya

"Mingyu-ah satu jam lagi kita berkumpul"

"Oke oppa" Jawab Alana

"Alana ?"

"Eung"

"Tolong bangunkan Mingyu ya, sebentar lagi kita akan check sound"

"Siap vice vice leader!"

"Kau tau susah sekali tidak ada seungcheol dan jeonghan, anak-anak itu benar-benar berandalan hiks"

Alana tertawa "Aku tau kau bisa melakukannya oppa, semangat!"

Hi Neighbor! [SEVENTEEN FANFICTION]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang