Alarm Alana berbunyi. Cukup kencang untuk membangunkan dirinya.
"Hoam" Alana menguap kencang.
Tangan Alan bergerak mencari handphone nya di nakas.
Seungcheol
Panggil Aku Seungcheol saja
Mau kah kau ke rumah kami akhir pekan ini ?
Kami akan mengadakan syukuran rumah baru
Mata Alana membulat. Mencoba menelaah pesan yang dikirim oleh Leader seventeen itu.
Panggil aku Seungcheol saja ?
Gila, mana berani Alana memanggil orang yang lebih tua darinya dengan nama saja. Budaya Korea cukup kental dengan tahun kelahiran.
Apa mungkin dia ingin dipanggil oppa ?
Muka Alana memerah. Jujur Seungcheol sempat menjadi bias Alana. Sebelum dia oleng ke Wonwoo lalu Mingyu dan akhirnya dia terjebak, kebingungan. Karena setiap menonton entah variety show atau music video bias nya akan berganti.
Sulit sekali memilih bias di Seventeen!
Alana menggelengkan kepalanya kuat. Dia harus menyadarkan dirinya. Mereka sekarang adalah tetangga. Bukan idola dan fans. Alana harus tetap tenang.
Mungkin maksud Seungcheol dia ingin drop the formality? Ya mungkin begitu, Alana akan menggunakan banmal. Tidak usah memanggil namanya, pasti akan aneh dan canggung.
Alana
Oke
Aku kosong akhir pekan ini.
Jam berapa ?
Selesai membalas pesan, Alana menaruh handphone nya. Dia tersenyum senang.
"Sepertinya akhir pekan ini akan menyenangkan"
○○○
Ruang tengah seventeen terlihat cukup sesak. Leader mereka sedang mengumpulkan mereka dalam rapat dadakan.
"Hyung masih lama kah ? Aku mengantuk" Kata Mingyu yang sudah bolak balik menguap
"Kau belum tidur ?" Tanya Jeonghan
"Oh, aku ada schedule dengan Hoshi dan Dino tadi malam. Akhirnya kita malah minum sampai pagi" Jelas Mingyu
"Sudah lengkap ? Ya mana Hoshi ?" Tanya Seungcheol
"Dia teler hyung, sudah tau tidak kuat minum malah habis 3 botol sendirian" Kata Dino setengah sadar.
Semalam Dino menjadi penonton acara curhat curhatan Hoshi yang baru patah hati. Mingyu tentu saja menemaninya minum dengan semangat, dia adalah peminum yang kuat. Beda dengan Dino, dia minum secukupnya dan fokus mendengarkan Hoshi.
Seungcheol geleng geleng mendengar tingkah membernya.
"Yasudah nanti sampaikan padanya ya. Langsung saja, kita akan mengadakan acara makan-makan bersama Alana. Sebagai permintaan maaf, tetapi kita mengundang Alana dengan acara syukuran rumah baru. Karena takut membebani nya, apakah semuanya setuju ?" Jelas Seungcheol
"Setuju~" Sahut Dokyeom excited
"Yang lain ?"
"Setuju" Jeonghan mewakili mereka.
"Untuk menunya mari bertanya pada Joshua dan Vernon. Apakah ada ide makanan korea untuk lidah Barat?" Tanya Jun
"Kita panggang daging sapi saja atau samgyeopsal. Barbeque akan mudah diterima untuk lidah manapun" Usul Joshua
"Setuju dan mungkin masakan Chinese ? Alana sepertinya menyukai masakan Chinese. Shiu mai nya mirip dengan restoran Chinese yang biasa dibeli oleh Minghao hyung" Kata Vernon
"Apa ya masakan Chinese yang masuk dengan menu barbeque ?" Gumam Seungkwan
Jun dan Minghao bertatapan.
"Mala xiang guo!" Mereka berdua berseru kompak.
"Ide bagus! kita pesan saja ?" Tanya Dokyeom
"Akan kumasakan" Sahut Minghao
Jun menaikkan alisnya.
"Sebagai balas budi" Kata Minghao cepat.
Jun tersenyum
"Nanti aku bantu" Katanya
"Bagus, jangan terlalu pedas dan yang simple saja ya" Pesan Jeonghan
"Siap hyung" Sahut Minghao
"Untuk barbeque apakah semuanya setuju?" Tanya Seungcheol
"Setujuu~" Sahut semuanya kompak, karena daging adalah sumber protein paling nikmat.
"Biar aku yang memanggang daging dan belanja" Mingyu mengajukan diri
"Jangan, kau memasak saja. Belanja kita serahkan pada Woozi yang akan mentraktir daging! Tepuk tangan!!" Ujar Seungcheol Semangat.
Para Member bertepuk tangan riuh.
"Wuhuu kita siap makan hanuu" Ujar Dokyeom senang.
"Okey Dokyeom temani aku belanja nanti ya" Kata Woozi sambil tersenyum manis.
Dokyeom langsung menyadari kesalahannya.
"Oke, hari sabtu jam 6 kita pastikan semua sudah siap dan rumah rapi"
Member seventeen menghela nafas mendengar titah Seungcheol. Mereka malas bersih-bersih.
Seungkwan menepuk pundak Woozi.
"Hyung tidak usah beli buah-buahan atau pencuci mulut ya, aku yang supply" Ujar Seungkwan tersenyum misterius
Woozi mengerutkan keningnya bingung tetapi mengiyakan adiknya itu.
To be continued
Jangan lupa tap 🫶 dan comment yaa, terimakasih! 🥰🦋
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Neighbor! [SEVENTEEN FANFICTION]
FanfictionBagaimana jadinya jika Seventeen adalah tetangga mu ? Apakah kalian akan akur ? Atau malah cek-cok ? Since April 7, 2024.
![Hi Neighbor! [SEVENTEEN FANFICTION]](https://img.wattpad.com/cover/366200684-64-k956858.jpg)