Well ya, sadar umur ya ges😭🙏🏻
Bagian ini dilewati juga boleh, langsung ke bagian bawahnya aja
"Kak—"
Ni-Ki hampir menangis. Sunghoon sendiri yang memperingati supaya tak berdekatan dengan Ni-Ki saat dalam masa ruth, nyatanya kesusahan menahan hasratnya.
"Kak Sunghoon... please biarin Aku keluar, " Ni-Ki lontarkan permohonan, berharap akan didengar namun Sunghoon tampaknya tak lagi punya kendali pada dirinya sendiri.
Si Desember itu rasakan tubuhnya lemas, bibirnya sedikit bengkak dan perih sebab terus-terusan dilumat habis oleh Sunghoon.
Sial bagi Ni-Ki, niat hanya untuk mengisi ulang gelasnya yang kosong malah bertemu dengan Sunghoon yang sibuk mengobrak-abrik kotak obat, cari persediaan suppressant untuk menekan ruthnya yang tiba-tiba datang.
Ia lupa jika ruthnya datang setelah periode ruth Jake selesai. Dan mengurung Ni-Ki di kamarnya seperti ini jelas sebuah hal yang tak pernah ia duga sama sekali.
Suppressant habis, dan kehadiran Ni-Ki di dekatnya jelas buat Alpha Sunghoon tergoda.
"Kak Sunghoon! " Ni-Ki berjengit saat kulitnya bersentuhan dengan bibir basah hyungnya, meremat kuat ujung kaos Sunghoon saat yang tertua meninggalkan beberapa gigitan disekitar tulang selangkanya.
"Kak— ahm, " bibirnya jadi korban, digigit kuat guna redam suara aneh yang berlomba untuk keluar saat tangan Sunghoon mulai masuk kedalam kaos putihnya, mengelus lembut pinggang ramping si Desember itu.
"Kak—" Ni-Ki betulan menangis sekarang, rasa takut dan tak nyaman mendominasi, akalnya menolak namun Omeganya malah menikmati bagaimana cara Alpha Sunghoon menyentuhnya. Ia suka.
Suara yang sedari tadi susah payah ditahan akhirnya lolos begitu saja seiring bagaimana sentuhan tangan Sunghoon yang mulai berani, kaosnya baru saja lepas sepenuhnya dari tubuh.
Ni-Ki pusing, feromon Kayu gaharu milik Sunghoon seolah lumpuhkan kendali tubuhnya, menguar sombong penuhi seisi kamar, ajak feromon manis Ni-Ki berdansa di udara.
"Ahmh— Sunghoon— Hyung—"
Napas Ni-Ki terdengar putus-putus, wajah manisnya tampak memerah total.
"Cantik, " Sunghoon tatap wajah Ni-Ki yang tak berdaya dibawah kungkungannya, maniknya berubah warna sebab Alphanya mulai ambil alih kesadaran.
Dan Ni-Ki tahu ia tak akan bisa bebas sekarang.
Seprei kasur kusut karena jemari Ni-Ki terus meremasnya untuk salurkan perasaan anehnya saat Sunghoon tak berhenti memuja tubuh cantik sang Omega, menyentuh tiap jengkal kulit putihnya.
"Kak Sunghoon!! " Ni-Ki cakar kedua lengan Sunghoon yang berada di sisi kepalanya saat sesuatu menerobos paksa dibawah sana.
"Sakit— Kakhh—"
Ni-Ki menangis lagi, kepalanya menggeleng kacau, tubuhnya ikut kacau.
Sunghoon diam mengamati, si Alpha Desember itu dari tadi tak banyak bicara, lebih memilih perhatikan beragam raut wajah yang ditampilkan oleh Omega dalam kungkungannya.
"Ahhh! — Kak Sunghoonhh—"
Ni-Ki tersentak, pasrah digagahi Alpha Sunghoon yang tengah dalam periode ruthnya.
✥✥✥
Heeseung terduduk di sofa ruang tamu dengan kedua tangan yang memegangi kepalanya yang serasa ingin meledak, Sunghoon jadi bulan-bulanan tatapan tajam dari empat anggota lainnya.
"Dasar Bodoh, " Kim Sunoo jadi yang pertama kali lontarkan cibiran.
"Jangan ngide deketin Ni-Ki pas ruth, alah bulshit, " Jake menimpali.
"Terus kalau itu nanti jadi bayi, gimana?" Jungwon mau resign dari posisi leader rasanya.
"Ni-Ki nggak lagi heat, setahu gue bakal jadi bayi kalau Omega lagi heat atau masa subur, " Jay mendengus sejenak.
"Tapi lo emang tolol sih, " ditatapnya Sunghoon dengan pandangan sinis.
"Gue nggak sengaja sumpah, semalam nyari suppressant tapi nggak ketemu. Ni-Ki aja kebetulan disana juga, " Sunghoon dengan rambut acak-acakan itu coba membela diri.
"Siapa kemarin gue suruh beli stok suppressant?" tanya Heeseung setelah selesai dengan pusing kepalanya.
"Gue— hehe... " Sunoo meringis, dia benar-benar lupa.
Sunghoon mendengus lihat respon Sunoo yang cengengesan, "dasar bodoh, " cibiran Sunoo tadi ia arahkan balik pada si pelontar tadi.
"Kalau udah kayak gini gimana? " Heeseung kembali memegangi kepalanya yang pusing.
Sia-sia saat Ni-Ki heat waktu itu ia menahan mati-matian Alphanya, Si Pangeran es itu malah tidak bisa menahan nafsu Alphanya. Dasar.
✥✥✥
"Hyung, " suara Ni-Ki terdengar serak, si Desember itu urung bangkit dari tidurnya saat menyadari sekujur tubuhnya terasa sakit.
Sunghoon cepat-cepat membantu yang termuda untuk duduk, memberi segelas air untuk diminum.
"Ki, Maaf, " Sunghoon jelas merasa bersalah.
Ni-Ki tak merespon, ia hanya masih bingung bagaimana harus merespon. Kejadian tadi malam jelas diluar prediksi— atau memang harusnya sudah di prediksi?
"Hari ini istirahat aja, nggak usah ikut latihan dulu, " Jungwon menghela napas berat, tangannya menepuk puncak kepala Ni-Ki dengan lembut, disusul kecupan di keningnya.
Ni-Ki tak merespon dengan hal lain selain anggukan, membiarkan satu persatu Hyungnya memberi kecupan singkat di keningnya sebelum pergi keluar kamar, meninggalkan Ni-Ki dan sarapannya.
Tbc
Ngetik apaan si anjir ilah
Lagian ngide banget bikin book harem😭😭😭 siapa suruh coba😭😭

KAMU SEDANG MEMBACA
➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ
FanfictionNi-Ki tinggi- pasti alpha. Lantas feromon manis memabukkan ini milik siapa? Jika bahkan ketujuh anggota adalah Alpha. ⚠️🔞cerita ini boy's love, bxb, homo, mpreg, Omegaverse, harem, mature, tidak diperuntukkan untuk homophobic. Just left if you're...