50

4.1K 328 65
                                        

Sunoo terkekeh begitu rekaman untuk konten mereka kali ini usai, Ni-Ki langsung duduk menyender pada kursinya dengan bibir mengerucut memegangi perutnya yang kekenyangan.

Disenggolnya lengan Jungwon yang berada di sebelahnya, si Februari tampak mengangkat alisnya begitu menoleh pada Sunoo yang memberi isyarat supaya ia menatap ke sampingnya di mana Ni-Ki duduk.

Jungwon ikut terkekeh geli, "kekenyangan dia."

"Hyung," si Omega memanggil Jay, menggeser duduknya lebih dekat pada yang lebih tua, mendusel pada lengannya.

"Kenapa nih?" tanya Jay kebingungan.

"Perutnya kepenuhan itu Hyung," Jungwon yang menyahut, Jay tertawa.

Ni-Ki makin mengerucutkan bibirnya, bukan hanya perutnya yang terasa penuh, sekarang pun ia mengantuk.

Telapak tangan Jay mendarat di atas perut Ni-Ki, menepuknya pelan sebelum beralih mengelusnya lembut.

"Perutnya mau meledak ya?" tanya Jay tertawa geli, tangannya yang lain naik mencubit gemas pipi Ni-Ki.

"Kebanyakan makannya," keluh Ni-Ki, menggeliat kecil saat Jay mencuri ciuman-ciuman singkat pada bibirnya.

"Mecucu-mecucu gitu minta dicium ya?" Jay makin menjadi, mengecup bibir yang lebih muda berulang-ulang, yang akhirnya buat Ni-Ki mengerang jengkel.

"Udah Hyung!"

Jay tertawa puas berhasil menjahili Ni-Ki.

"Ayo balik, udah selesai nih," Jungwon yang sedari tadi tersenyum menyaksikan interaksi Jay dan Ni-Ki akhirnya berdiri, diikuti oleh Sunoo dan Sunghoon.

"Gendong," Ni-Ki menatap Jungwon memohon, dan siapa Jungwon yang sanggup menolaknya?

"Kalau udah kekenyangan, ngantuk gini manja banget ya, kayak kucing bloon tau nggak kamu?" Jungwon mencibir, tetap menggendong Ni-Ki seperti koala, yang lebih muda tak menggubris cibiran Alphanya, memilih mencari posisi nyaman untuk kepalanya bersandar di bahu si Februari, posisi nyaman untuk ia tidur.

"Mau gue makan anjir," Sunoo gemas sendiri, mengusak rambut hitam Ni-Ki gemas.

✥✥✥


"Enaknya warna apa ya?" Ni-Ki tampak membolak-balikan lembaran spektrum warna di tangannya, mengetukkan telunjuknya pada dagu.

"Coba blonde, kamu cantik kalau cat rambut blonde," Jungwon yang sejak tadi ikut memperhatikan Ni-Ki sambil menyangga dagunya di bahu yang lebih muda itu mulai bersuara, Ni-Ki meliriknya sekilas.

Heeseung menyimak dari tempatnya, duduk di kursi depan meja dan kaca salon, salah satu karyawan salon tampak tengah mengecat rambutnya.

"Yang agak silver ini gimana? Bagus nggak menurut Hyung?" Ni-Ki menunjuk salah satu warna, menatap Heeseung, Sunoo dan Jungwon secara bergantian.

"Bagus, coba aja," Sunoo yang sejak tadi duduk diam di sebelah Jungwon menyetujui, dan Ni-Ki akhirnya memilih, Omega itu kemudian bangkit berdiri, memanggil salah satu karyawan salon lainnya, mengatakan ingin diapakan rambutnya.

"Jungwon Hyung nggak mau ganti warna rambut juga?" tanya Ni-Ki pada Jungwon yang tampak menimbang.

"Coba deh, mau campur warna."

"Sunoo Hyung?" Ni-Ki beralih pada Sunoo yang menggeleng kecil.

"Nggak sayang."

✥✥✥

"Menurut lo Riki bakal ganti warna rambut apa?"  celetukan Sunghoon membuat Jake yang semula sibuk dengan stik game nya menoleh, berpikir sejenak.

"Oreo hair kali?"

Sunghoon mengangguk-angguk, "gue lebih suka dia blonde, apa lagi rambutnya agak panjangan gitu, cantik."

"Yaudahlah, bentar lagi juga mereka pulang," Jake mengendikkan bahu acuh.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tbc

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tbc

➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang