52

4.2K 345 27
                                        

Moonstruck punya kesan tersendiri bagi mereka, terlebih bagaimana si Omega tampak menikmati bait nyanyiannya kala mereka tampil pada panggung cecella.

Kala penonton dibuat heboh oleh bagaimana Heeseung tampak menarik, sejujurnya keenamnya sendiri lebih tertarik dengan bagaimana surai silver si Omega yang tampak berkilau tersorot lampu panggung, menambah kesan indah, membuat keenamnya tanpa sadar...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kala penonton dibuat heboh oleh bagaimana Heeseung tampak menarik, sejujurnya keenamnya sendiri lebih tertarik dengan bagaimana surai silver si Omega yang tampak berkilau tersorot lampu panggung, menambah kesan indah, membuat keenamnya tanpa sadar terbius dalam pesona.

Oh, look like fairy. Sunghoon nyaris gila melihat si maknae mondar mandir di depannya, dengan senyum yang tak henti tersungging pada bibir penuhnya yang tampak mengkilap- tolong ingatkan ia supaya tetap mengendalikan keinginan untuk mencium bibir merah itu.

Curi pandang jadi rahasia umum di antara mereka, berkali-kali melirik pada si Omega yang tampak bersinar, bahagia. Ah, apa lagi yang paling mereka inginkan selain kebahagiaan Ni-Ki?

✥✥✥

Pada penampilan minggu berikutnya, si Omega dibuat cekikikan begitu mereka usai dengan penampilan, diiringi sorai penonton saat berita comeback mereka ditampilkan pada layar besar.

Heeseung menguselkan wajah penuh keringatnya pada sisi leher Ni-Ki yang terkikik geli, telapak tangannya menepuk-nepuk pundak lebar yang lebih tua.

"Malu, cat rambutku luntur," adu Heeseung, terdengar tawa mengejek dari bilah bibir jungwon yang duduk di sofa ruang tunggu mereka.

"Merah semua," tawa Ni-Ki tak habis saat ia mengusap pelipis Heeseung yang dihiasi lunturan warna merah, warna surainya hanyut bersama keringat.

Jay tersenyum kecil, tangannya terangkat mengusak puncak kepala Ni-Ki. Hadiah ulang tahunnya tahun ini luar biasa, tampil pada panggung cecella dan dengan orang-orang yang paling dia sayangi.

Kecupan ringan mendarat pada ujung hidungnya, Ni-Ki mengerjap menatap si pelaku yang hanya tersenyum kecil. Heeseung telah melepas pelukannya akibat tarikan Jake pada kerah belakang kosnya, melemparinya dengan handuk.

"Lap dulu keringet lo lah minimal baru peluk-peluk Omega, udah rambut luntur," celetukannya dapat delikan tak senang dari Heeseung yang diabaikannya.

"Selamat ulang tahun, Hyung!" Si Omega lingkarkan kedua lengannya pada leher si Alpha yang hari itu bertambah umur, menghadiahi nya dengan kecupan lembut pada bibirnya. Menyandarkan kepala pada bahunya saat tubuhnya di angkat dalam sebuah gendongan.

Ni-Ki tahu betul Jay sedang bahagia, bertemu idolanya di panggung yang sama, tampil di panggung besar saat hari istimewanya. Jemari lentik si Omega menyisir lembut helaian rambut si April, duduk anteng di atas pangkuannya, menikmati pula usapan telapak tangan Sunoo pada puncak kepalanya sebelum keningnya dihujani ciuman kupu-kupu oleh Sunghoon.

"Ah, gue belum cium cium," Jake merangsek maju tiba-tiba, mengambil bagiannya pada sudut bibir Ni-Ki yang membalas dengan dengusan lembut.

✥✥✥

Remang lampu hotel kali itu terlihat nyaman, bergelung di balik selimut dua orang yang saling merengkuh satu sama lain.

Bunyi nafas keduanya yang beraturan bertukar satu sama lain, Jay memper erat rengkuhan pada pinggang kecil Ni-Ki yang memejamkan matanya, memberi elusan lembut pada belakang kepala si Alpha yang memejamkan mata menikmati.

"Terimakasih," gumam Jay tiba-tiba, undang tanya pada benak Ni-Ki.

"Buat? Kok tiba-tiba gitu?"

Jay menggeleng kecil, semakin menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher yang lebih muda.

Banyak hal yang sebenarnya ingin ia sampaikan, tentang bagaimana sejak awal Ni-Ki selalu berarti baginya, sejak era survival mereka empat tahun lalu. Ni-Ki yang mengambil peran sosok pemimpin, membantu mereka menghafal gerakan dance.

"Karena udah ada, di sini," balas Jay kemudian setelah lumayan lama menimbang-nimbang, Ni-Ki membalas dengan anggukan.

"Terimakasih juga karena sudah keren! Alpha keren!" Ni-Ki tidak menyembunyikan senyum manisnya, feromon lembutnya menari di udara dengan eloknya, memberi rasa tenang bagi si Alpha yang tengah bertambah usia.

Jay memundurkan kepalanya, jemarinya menyisir surai silver Ni-Ki, turun mengusap pipi Ni-Ki yang memerah, entah karena rasa malu atau cuaca.

Kecupan lembut yang sedikit lama mendarat pelan pada bibir, menyampaikan emosi yang tak terjabarkan dengan kata-kata.

Bagi para Alpha, mungkin si Omega telah menjadi segalanya, dunia mereka.




Tbc.

➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang