Ni-Ki tinggi- pasti alpha.
Lantas feromon manis memabukkan ini milik siapa? Jika bahkan ketujuh anggota adalah Alpha.
⚠️🔞cerita ini boy's love, bxb, homo, mpreg, Omegaverse, harem, mature, tidak diperuntukkan untuk homophobic. Just left if you're...
Halo, aku hampir gila gegara uprak😭😭 anjrottt😭😭😭 maap yah baru bisa update dikit, buldep masih uprak sayangnya😞😞
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Wich one guys, menurut kalian Iki bunny apa Iki kucing? 😎😎
✥✥✥
Keberadaan si bayi agaknya sedikit buat keadaan di dorm berbeda, kalian bisa menemukan di beberapa kesempatan, satu atau dua dari keenam Alpha yang ada tampak terlihat terbiasa dimintai sang Omega menjakan makhluk mungil itu untuknya.
Kali ini si bayi kecil ditinggal bersama Sunoo dan Jungwon, sementara Ni-Ki pamit mandi.
"Dia nanti kalau gede bisa pamer, dulu di susuin Ni-Ki enhypen, tinggal bareng enhypen di dormnya," celetukan Sunoo memecah keheningan, Jungwon mengalihkan tatapannya sekilas dari ponselnya untuk menatap Sunoo sambil berpikir.
"Bener juga, bisa sombong juga karena bikin Jake enhypen iri."
Omong-omong soal Jake, si Alpha Aussie itu jadi gampang uring-uringan, rutinitasnya jadi terganggu— gampangnya yang lain tahu dengan baik bagaimana secara tidak langsung si bayi dan si Alpha November itu berebut susu si Omega.
Sebenarnya bayinya ada berapa?
✥✥✥
"Jake hyung, boleh minta tolong?"
Hari itu Ni-Ki memasuki kamarnya dengan wajah mengernyit menahan ringisan, melangkah mendekati yang lebih tua dengan raut cemberut.
"Kenapa? "
"Anu itu—" di Desember tampak ragu, menggaruk pipinya dengan canggung.
"Apaan? " Jake makin dibuat bingung.
Dengan malu-malu si Omega meraih tangan si Alpha, mengarahkannya pada dadanya.
Si bayi untuk beberapa minggu kedepan tidak bersamanya, jadi dadanya yang tak bisa berhenti mengeluarkan susu itu jadi terasa nyeri bukan main. Dan si Omega tahu siapa yang bisa ia mintai tolong.
Jake bersorak di dalam hati, ini yang ia tunggu-tunggu.
Jadi tak butuh waktu lama sampai keduanya berbaring berhadapan dengan pinggang ramping si Omega yang dilingkari sepasang lengan Alphanya, kancing kemeja yang terbuka memberikan akses leluasa.
"Nggak ajak-ajak! Mau juga," Ni-Ki terjengit, selain karena gigitan Jake pada putingnya, juga karena suara tiba-tiba dari Sunoo yang kini ikut naik ke atas kasur.
"Lo itu nggak di ajak, " tatapan penuh permusuhan Jake layangkan pada si Juni.
"Gak boleh serakah, jadi orang itu," balas Sunoo dengan bijak, tersenyum menyebalkan.
Jake merotasikan mata jengah, tapi kemudian membiarkan Sunoo melakukan apa yang dia inginkan.
Ni-Ki menghela napas, menepuk-nepuk belakang kepala dua bayi besarnya, mendengus dalam hati.
Sepertinya tak perlu mencari bayi yang mau susunya, Alpha-alphanya pasti mau.