42

4.3K 319 35
                                        

"Stop mondar-mandir kayak setrikaan, gue pusing, " Jay memijat pelan pangkal hidungnya, kepalanya pusing melihat Sunghoon sejak tadi mondar-mandir tidak jelas di depan monitor yang menampilkan Maknae mereka sedang melakukan dance break di atas panggung.

Keenamnya gelisah, tapi Sunghoon yang agaknya tampak punya kegelisahan berlebih.

"Gak bisa, dia mau perform Guilty, mau pamer perut, gak bisa, gak iklas gue pinggang kecilnya dilihat banyak orang," Sunghoon berucap dramatis, buat si Leader memutar matanya akibat jengah.

"Harusnya tadi kita kasih merah-merah dulu perutnya sebelum tampil..."

Jungwon menoleh terkejut, tak menyangka Sunoo akan menggumamkan hal seperti itu.

"Gue rasa, kalian pada gila," celetuk Heeseung, mulutnya mengunyah ramyeon panas yang baru diseduhnya, Jake tampak mengangguk angguk di sampingnya— juga asik menikmati ramyeon nya.

"Siapa gak gila kalau Omeganya modelan Riki? Kalau bisa mah kurung aja di rumah, " cibir Jay menimpali.

"Udah udah, itu udah mulai," lerai Jungwon pada akhirnya, lima pasang mata sontak mengikuti arah pandangnya, menatap monitor yang menampilkan performa Omega mereka di atas panggung.

Soal skill menari, Omega mereka tak tertandingi, seolah Ni-Ki adalah sebuah mesin penari. Gerakannya halus iringi melodi lagu, benar-benar selalu tampil anggun juga memukau, nyaris seluruh mata serasa terhipnotis enggan alihkan pandangan darinya.

Omega mereka jelas dengan mudahnya merenggut segala bentuk atensi, seolah dengan sekali jentikan jari, para Alpha mana pun bisa langsung berlutut menyembah. Jangankan Alpha, pesonanya sejak lama sudah memikat, baik Alpha, Beta, maupun Omega sekalipun.

Sepanjang menonton Sunghoon berkomat-kamit berulang kali, entah menggumamkan apa, yang jelas feromonnya menguar suarakan frustasi di kepalanya.

Jake Sim jadi yang pertama kali berlari keluar dari ruang tunggu, menyongsong Omeganya dengan rengkuhan posesif pada pinggang yang tadi di ekspos dengan sengaja oleh si empu.

"Aduh semua orang menggila," gerutuan tak senang di dengarnya, Ni-Ki menanggapi dengan kekehan, berkedip centil dengan sengaja.

"Cuman dikit, kalau sebadan-badan 'kan cuma Hyung yang lihat."

"Centil, lihat aja nanti," Jake menyeringai kecil.

✥✥✥

Melihat interaksi Omega mereka dengan Omega lain sedikit banyak buat para Alpha tersenyum kecil.

Kali itu kesempatan dance chalenge Ni-Ki bersama Yeonjun, keduanya tampak akrab, dan bagaimana Yeonjun memperlakukan Ni-Ki seolah Omega itu adalah anaknya telak berhasil buat Jungwon terkekeh kecil.

Usai mengambil video, Taehyun lekas ikut bergabung, ketiganya tampak sangat akrab, dan Sunoo sedikit tenang melihat Ni-Ki diterima, Omega mereka tampak berbinar-binar menatap Yeonjun dan Taehyun secara bergantian, menyimak topik yang keduanya bawakan.

Tentang ide konten Omega space mereka, tentang suppressant dan bagaimana mereka menanyakan apakah siklus Heat Ni-Ki datang secara teratur— semua topik perbincangan mereka terdengar menarik, dan Ni-Ki tampak senang dihujani banyak perhatian dari kedua Omega yang tertua, maka dari itu para Alpha memutuskan untuk tidak mengganggu.

Menunggu sedikit jauh dari tempat ketiganya berbincang, memperhatikan Omega mereka dengan tatapan memuja.

Semua orang yang melihat mereka tak perlu menanyakan sebesar apa rasa sayang mereka pada si Omega. Sekali lihat pun mereka juga tahu.

Perbincangan berakhir tak lama kemudian, mengingat jadwal padat kedua grup yang bersangkutan, Ni-Ki menerima pelukan sayang dari kedua Omega yang tertua sebelum kembali pada enam Alphanya yang menunggu.

"Seneng banget nih kayaknya," goda Heeseung, mengusap puncak kepala Ni-Ki yang terkikik kecil, pinggangnya lekas direngkuh oleh lengan Jay yang bubuhkan ciuman singkat pada daun telinganya.

"Sebenernya Aku mau di adopsi mereka," celetuk Ni-Ki begitu mereka berjalan menuju mobil, menuju pemberhentian berikutnya dimana jadwal selanjutnya akan diadakan.

Jungwon mencubit gemas ujung hidungnya hingga sedikit tinggalkan bekas kemerahan.

"Aih sakit!" rajuknya, Jungwon hanya tersenyum sambil mengecup sekilas ujung hidung si Omega yang memerah akibat ulahnya.

"Enak aja mau diadopsi mereka," dengus Sunoo dari kursi belakang, pura-pura merajuk yang dengan lekas mendapatkan kekehan kecil dari si Omega.

Feromonnya menari bahagia, bersolek mengajak feromon keenam Alphanya berdansa.

Oh lihat, betapa mudahnya mereka dibuat jatuh cinta lagi oleh Omega mereka.








Tbc

➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang