56

4.1K 371 50
                                        

Ruang tengah senyap begitu Sunghoon keluar dari kamar si maknae, lima lainnya duduk dengan tegang melingkar di sekitar meja, bahkan Heeseung dan Jake yang semula ribut bermain video game juga menghentikan aktivitasnya.

Dengan cepat atmosfer berubah jadi lebih serius.

"Jadi?" Sunoo yang buka suara, selaku orang yang beberapa hari lalu tak sengaja temukan bukti fisik.

"Iya," Sunghoon menghembuskan napas kasar, merebahkan tubuhnya di atas sofa, menutupi matanya dengan lengan.

"Katanya takut kita gak siap."

Jake menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sebelum bergumam, "mana ada gak siap kita tandain begitu."

"Nah, gue tadi bilang gitu," sahut Sunghoon tanpa menoleh pada lawan bicaranya.

"Kira-kira anak siapa?"

Jungwon mengerang dengar pertanyaan Jay yang tiba-tiba, "lo nanya bang? Ya mana tau anjir, orang kita semua udah pernah."

"Itu sih liat aja nanti mirip siapa. Toh mau anak siapa juga kita ikut andil," Heeseung menengahi.

"Pokoknya sih sekarang ngasih tau atasan dulu, jagain Omega yang bener," sambung Jake menimpali.

"Tumben bener?" celetuk Jay sebelum dapat lemparan bantal sofa.

"Gak usah ngejek lo."

"Jadi kita semua yang ngomong atau gimana?" tanya Sunoo gagal paham.

"Gue aja," si pemimpin mengajukan diri.

"Gue aja, selaku ketua pack, jadi tanggung jawab gue," Heeseung mengangkat tangannya.

"Tapi gue leadernya—"

"Daripada ribut mending lo berdua aja sekalian anjir," Sunoo merotasikan matanya malas, dua orang di depannya ini malah berdebat.

"Oke, besok kita ketemu atasan. Sekarang tidur lo pada," usir Heeseung, mau tak mau lima lainnya pergi dengan malas ke kamar masing-masing, kecuali Sunghoon yang kembali masuk ke kamar Ni-Ki.

✥✥✥


"Ki? Sini sayang, sarapan dulu."

Mendengar panggilan Jay, Ni-Ki yang semula mengintip dari celah pintu kamarnya itu makin bersembunyi, entah mengapa ia bertingkah demikian.

"Nggak ada yang bakal marah, sini isi perut dulu. Nanti baby nya laper loh," Heeseung ikut membujuk, si Omega yang dapat ucapan demikan dengan refleks menyentuh perutnya pelan, sebelum akhirnya membuka pintu kamarnya lebar-lebar.

Sunoo lekas menarik kursi kosong di sebelahnya, membiarkan Ni-Ki duduk di sana sebelum meninggalkan kecupan singkat pada pipi seperti rutinitas mereka biasanya.

Mereka berbicara seperti biasa, benar-benar bertingkah seperti pagi-pagi biasanya, hanya saja Jay pagi itu tampak memasak lebih banyak dari biasanya, tak ketinggalan dengan semangkuk buah segar yang dengan sengaja diletakkannya tepat di sebelah piring si Omega.

"Susunya nanti dihabisin oke?" Jake berkata demikian setelah meletakkan segelas susu di depannya, Ni-Ki tak membuka suara sama sekali, hanya memperhatikan Alphanya satu persatu dengan perasaan tak menentu.

"Udah bikin janji ketemu dokter lusa," Jungwon yang sejak tadi sibuk berkutat dengan ponselnya akhirnya meletakkan benda pipih itu ke atas meja, tatapannya lekas beralih pada si Omega yang juga menatapnya dengan manik berkaca-kaca.

Oh, sepertinya emosinya tidak se stabil biasanya.

"Gak ada yang marah, pokoknya jangan mikir aneh-aneh. Biar agensi urusan Jungwon sama Hyung, Okay?"

Heeseung dari seberang meja mengulurkan tangannya, menepuk pelan puncak kepala Ni-Ki yang memejamkan matanya, mengangguk kecil.

Lima lainnya saling bertukar pandang, sama-sama layangkan senyum kecil.

✥✥✥

✥✥✥

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jadi kalian mau ngadep atasan kapan?" tanya Jake setelah mereka usai dengan sarapan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Jadi kalian mau ngadep atasan kapan?" tanya Jake setelah mereka usai dengan sarapan.

Kebetulan hari itu mereka tak punya jadwal, yang mana mereka cukup punya banyak waktu untuk dihabiskan di dorm.

"Hari ini," Jungwon menatap sekilas jam digital di atas meja samping televisi, menunduk kemudian untuk memperhatikan wajah damai si Omega Desember yang tertidur di pangkuannya.

"Mau berangkat jam berapa?" Heeseung datang dengan cangkir berisi kopinya, mengambil duduk di sebelah Jungwon.

"Nanti aja jam sembilan, bareng gue beli isi kulkas," sahut Jay yang sibuk mondar-mandir menjemur pakaian, sesekali mengomeli Sunghoon yang dapat tugas mencuci piring.

➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang