58

3.8K 361 39
                                        

Kerlingan mata dan kepalan tangan yang diangkat sejajar dengan dada yang asalnya dari Sunoo cukup buat Ni-Ki tersenyum kecil, Omega itu berbalik, menyempatkan diri menyentuh perutnya dengan lembut sebelum akhirnya mulai berjalan dengan tenang menuju tengah panggung, Jungwon muncul dari sisi seberang.

Suara sorai penonton acara panggung Verswe hari itu menggema, lighting panggung sedikit menyorot surai keperakannya dengan lembut, Jungwon tampak melirik di sebelahnya, sedikit lepaskan feromon segar rerumputan khas musim panasnya untuk menenangkan feromon gelisah Omeganya. Seolah mengatakan semua akan baik-baik saja.

Kelima Alpha lainnya tampak ikut beri tepuk tangan, tak ingin ketinggalan meski tidak ikut menapakkan kaki di atas panggung.

Sejujurnya baik Jungwon maupun Ni-Ki, sama-sama bukan untuk kali pertama menjadi MC, memberi sambutan pembuka. Hanya saja untuk kali ini rasanya berbeda, berdiri di tengah panggung Verswe, Ni-Ki tampak senang punya kesempatan memperdengarkan bahasa ibunya di depan banyak penonton.

"Keren!" sambutan dari kelima Alpha yang menunggu di backstage segera buat Ni-Ki tersenyum malu, namun tak bisa dipungkiri pula jika ia merasa senang. Mereka akan menampilkan banyak lagu hari ini, lagu yang telah dipilih dengan apik.

"Kamu beneran bisa? Kita bakal banyak bawain lagu nanti. Apa nggak usah dance? Berdiri biasa aja?" Heeseung tampak menatap khawatir, feromonnya jelas dan tidak bohong, Alpha akan jadi lebih waspada dan posesif ketika Omega mereka mengandung. Dan bayangkan bagaimana Ni-Ki hadapi keenam Alphanya?

"Bisa hyung, kan kemarin-kemarin latihan bisa," Ni-Ki tampak membujuk, memeluk lengan Heeseung dengan tatapan memohonnya.

Siapa bisa menolak kalau begitu?

"Kalau ada apa-apa langsung mundur, nanti gak semua lagu kita harus nge dance. Ngomong kalau perutnya sakit," Jake tampak menyerocos, Ni-Ki meringis dibuatnya.

"Siap!"

Sunghoon acak gemas puncak kepala Ni-Ki yang saat ini tengah memberi pose hormat pada Jake.

✥✥✥

Binarnya tak kentara, namun tak lepas sedikit pun.

Berulang-ulang Jungwon merapal di dalam hatinya, bahwa gagasan membawakan lagu Blind hari itu adalah keputusan baik.

Bagian khas yang Jungwon tahu jadi bagian favorit orang-orang itu meluncur dengan apik dari celah bibir si Omega, Heeseung tampaknya juga mengerti dengan baik bagaimana menyelaraskan suaranya dengan suara Omeganya.

Seluruh penonton tampak terbius, Engene tak bisa tutupi bagaimana rasa antusiasme, sejak lama mereka mengharap lagu yang satu itu dibawakan secara live, dan begitu benar-benar dikabulkan, rasa-rasanya jadi girang tak terkira.

Lima belas lagu mereka menutup acara, tampaknya seolah-olah panggung Verswe hari itu telah alih fungsi jadi panggung konser Enhypen—meriah.

Begitu kembali ke backstage, ketujuhnya bernapas rakus setelah lelah menyanyikan banyak lagu.

"Kakiku sakit," Ni-Ki mencebik, menjatuhkan dirinya tepat di sebelah Jay yang langsung menarik kedua kaki si Omega ke atas pangkuannya.

"Di bagian mananya sayang? Perutnya sakit nggak?" tanya Jay, si April telah sibuk memijat bergantian kedua kaki Ni-Ki.

"Sedikit," yang lebih muda berbisik, tangannya hinggap di atas perutnya, mengelus lembut.

"Dibuat tiduran," Sunghoon membantu Ni-Ki menidurkan tubuhnya di atas sofa panjang, mengganjal bagian punggungnya dengan bantal sofa.

"Apa dipijet juga pinggangnya?"

Ni-Ki menggeleng, tersenyum lembut, merasa disayang dengan perlakuan Alphanya.

"Nanti aja kalau pulang mau digendong," pinta si Omega, menatap manik Sunghoon sambil berkedip kecil.

"Siap Mama bayi," si Alpha Desember mencubit gemas pipi Omeganya sambil terkekeh kecil.

"Lucunya Mama bayi," celetuk Sunoo yang ikut berjongkok di sebelah Sunghoon, mencuri ciuman kecil pada ujung hidung Ni-Ki.

✥✥✥

Ni-Ki tampaknya tidak atau belum mulai menginginkan sesuatu selain bersikap lebih manja dan membutuhkan tubuhnya dibalut feromon Alphanya.

Si Omega bisa merajuk seharian begitu salah satu dari Alpha lupa meninggalkan jejak aromanya pada tubuh si Desember, mencuri lebih banyak pakaian dari masing-masing lemari pasangannya.

Si Alpha bisa menemukan pakaian mereka bercampur jadi satu di dalam kamar si maknae, bila tak ada satu pun dari mereka menemaninya tidur.

Heeseung menghela napas begitu Ni-Ki merengek kecil, protes saat tangan si Alpha Oktober itu berhenti memijat punggung bawahnya.

Malam itu Ni-Ki menempeli Heeseung, enggan ditinggal sama sekali, menggantung padanya seperti koala pada pohon.

Dengkuran puas si Omega terdengar, suaranya teredam karena yang lebih muda menenggelamkan wajahnya pada leher si Alpha, tampak sibuk menghirup feromon pinus segar yang mengingatkan akan bau hutan.

Tampaknya Heeseung pantang berhenti memijat punggung bawah si Omega sampai si empu tertidur pulas.

Doakan saja tangan Heeseung cukup kuat untuk terus bekerja semalaman penuh.











Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang