"Hyung, menurut Hyung gimana?"
Jungwon mengrenyit, melirik pada layar ponsel yang disodorkan Ni-Ki padanya, tatapannya berubah tak senang.
"Lagi? Yang kemarin perasaan udah," ujar Jungwon, si maknae baru saja mengunggah video dance nya yang hanya memakai baju sleeveless, terang saja hal ini membuat Alphanya tak senang, meski Ni-Ki sempat meminta izin apakah boleh mengunggahnya, tak menyangka jika si Omega akan mengulanginya lagi.
"Boleh?" Ni-Ki tatap Jungwon memohon, pipinya disandarkan pada bisep Jungwon. Peraturan tak tertulis, jika ingin mengunggah sesuatu setidaknya Ni-Ki harus membujuk salah satu Alphanya, yang kadang hal itu jadi kesempatan dalam kesempitan bagi para Alpha.
Semacam meminta imbalan(?)
Mata Jungwon menyipit, melihat lagi vidio yang Ni-Ki tunjukkan, menimbang-nimbang. Jika menuruti rasa possessive jelas saja vidio tersebut tidak lulus sensor, huh.
"Boleh yaa??" tanya Ni-Ki sekali lagi, sudah berapa foto atau vidio yang tidak lulus sensor si Leader? Ya meski akhirnya yang tidak lulus sensor itu jadi konsumsi pribadi, tersebar di grup mereka.
Jungwon mendengus, telunjuknya mengetuk bibirnya sendiri, dan Ni-Ki tahu apa yang harus ia lakukan supaya ia diberi izin.
Dengan senyum yang tersungging di bibirnya, si Omega menempelkan bibirnya pada bibir si Alpha Februari, mengecupnya singkat.
"Terima kasih Alpha," Ni-Ki lekas beranjak, mendekati Heeseung yang mengecek mikrofon miliknya.
"Heh? Kenapa?" tanya Heeseung, bingung begitu Ni-Ki mencium pipinya cepat.
Alih-alih memberikan jawaban, si Omega malah menghampiri empat Alpha lainnya, berikan juga kecupan singkat— harus adil 'kan?
✥✥✥
"Woah, apa ini Hyung?"
Seingatnya, Sunghoon hari itu dapat giliran merekam vlog, si Alpha Desember itu pergi bersama adik perempuannya.
Si Omega tengah duduk manis di depan televisi ruang tengah dorm mereka saat Sunghoon datang, mendekat padanya sambil menyodorkan beberapa paperbag, Ni-Ki sempat menatapnya kebingungan saat Sunghoon hanya tersenyum sekilas sambil mengacak gemas surai hitam yang lebih muda.
"Tadi lihat baju bagus, kayaknya cocok buat kamu," celetuk Sunghoon seraya mendudukkan dirinya di sebelah Ni-Ki setelah lebih dulu melepas mantelnya.
"Kemarin kayaknya udah...," bisik Ni-Ki lebih pada dirinya sendiri, apa Alpha Desember itu lupa?
"Lagian nanti yang kupakai juga bajunya Hyung," Ni-Ki mengerucutkan bibirnya, mencibir kecil.
"Gapapa buat hiasan lemari," balas Sunghoon acuh, Ni-Ki mendengus pelan dibuatnya.
"Buang-buang duit!"
"Aakhh Hyung!" Ni-Ki setengah berteriak akibat terkejut begitu Sunghoon tiba-tiba menerjangnya, akibatkan tubuhnya mendarat tepat di atas karpet berbulu, si Alpha Desember itu menduselkan kepalanya pada perut Ni-Ki, tinggalkan sensasi geli.
"Tiba-tiba clingy gini?" Ni-Ki mengusap helaian rambut Sunghoon dengan lembut, akhirnya menyerah dan membiarkan Sunghoon bertingkah manja.
"Ni-Ki belum tidur?" Sunoo datang dari arah kamarnya, sambil menguap. Matanya menyipit karena rasa kantuk.
"Hyung keberisikan ya? Maaf," Ni-Ki meringis begitu melirik jam di ponselnya.
Sunoo yang mendengarnya menggeleng kecil, berbalik kembali ke kamarnya sebelum kembali menghampiri Ni-Ki sambil membawa bantal dan selimutnya, bergabung bersama Ni-Ki dan Sunghoon yang berbaring di atas karpet berbulu.
"Mau nen," celetuk Sunoo dengan suara serak, dan Ni-Ki tidak bisa menahan diri untuk tidak berdecak jengah.
KAMU SEDANG MEMBACA
➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√
FanficNi-Ki tinggi- pasti alpha. Lantas feromon manis memabukkan ini milik siapa? Jika bahkan ketujuh anggota adalah Alpha. ⚠️🔞cerita ini boy's love, bxb, homo, mpreg, Omegaverse, harem, mature, male lactation, tidak diperuntukkan untuk homophobic. Just...
