Acara awards kali itu, mereka berhasil membawa pulang beberapa piala, Ni-Ki diam-diam cekikikan kecil begitu mereka kembali duduk di kursi, melirik wajah Sunghoon yang tampak berseri sejak menerima piala awards.
"Perutnya sakit nggak tadi? Gak kenapa-napa 'kan?"
Heeseung membolak-balikan tubuh si Omega begitu mereka kembali ke stage, sedangkan yang jadi korban tampak mencoba menghentikan serentetan tanya dari si Alpha Oktober yang tak ada hentinya.
"Gak papa Hyung, dede nya baik kok, anteng," Ni-Ki mengelus tangan Heeseung yang berada di kedua bahunya, tersenyum kecil.
"Beneran?"
"Iya Alpha, kalau ada apa-apa nanti aku ngomong," Ni-Ki tersenyum kecil, mencoba menenangkan.
"Harus ngomong," sahut Sunoo dari balik punggungnya, sejenak tangannya mampir mengelus perut si Omega dengan lembut.
✥✥✥
Malam sebelumnya, begitu Ni-Ki dibiarkan tertidur lebih dulu, enam Alphanya memilih tetap tinggal di ruang tengah, mendiskusikan apa yang Heeseung dan Jungwon dapatkan dari rapat dadakan paginya.
"Awalnya agak sulit. Kalian tahu 'kan? Awalnya Ni-Ki bakal dikira punya second gender Alpha? Semua orang udah yakin termasuk petinggi juga," Heeseung memulai, menatap member lain yang tampak tenang mendengarkan. Untuk saat ini, Ni-Ki dan si calon bayi jadi fokus utama mereka.
"Aturannya mulai sedikit dilonggarin buat Ni-Ki, soal cuti, kita juga udah ngobrolin semuanya. Tinggal gimana Ni-Ki maunya, cuti sekarang atau bulan depan," Jungwon melanjutkan, saling lirik sekilas dengan Heeseung sebelum menghela napas panjang.
"Sekarang, dengan satu Omega hamil, kita agak kesusahan buat acara comeback. Banyak latihan berat yang nanti gak bisa diikuti Ni-Ki, dan soal kita gimana harus siap dua puluh empat jam, Ni-Ki bukan cuman member biasa buat kita sekarang ini, gue harap kita semua bisa kerja sama."
"Kita udah diskusiin ini dari jauh hari 'kan?" Jay menyahut, tampak melirik sekilas pada pintu kamar Ni-Ki yang tertutup.
Sunoo mengangguk, "ini tanggung jawab kita, kesadaran masing-masing aja. Jangan sampek ada yang berani meleng, ntar gue gebukin."
"Takut banget gue kena gebuk," Jake bergidik ngeri, dan atmosfer yang semula serius perlahan mulai mencair.
Tak banyak memang yang mereka diskusikan malam itu, namun masing-masing tahu di mana dan kapan saja mereka harus siap bertanggung jawab, telah menjadi konsekuensi sejak awal mereka memutuskan untuk menandai si Omega. Bagaimana pun, Alpha dan segala ucapan mau pun perbuatannya harus ditepati.
✥✥✥
Bandara chaos, padat oleh lautan fans begitu mereka kembali, mendarat di Korea.
Tanpa banyak diskusi kebingungan, otomatis yang menjadi prioritas utama mereka adalah mengamankan satu-satunya Omega di antara mereka, mengingat juga beberapa waktu yang lalu Ni-Ki terpisah dari rombongan—semua orang tahu bagaimana Jake nyaris uring-uringan pada para staff begitu mereka kembali ke kantor pusat.
"Ck, bahkan selarut ini juga masih ada zombie," cibir Sunghoon begitu mereka mulai berjalan menuju mobil, Ni-Ki berdiri di tengah-tengah antara dirinya dan Jay, si Alpha Desember siap melindungi perut Omeganya, takut dengan benturan yang disengaja maupun tidak disengaja, Jungwon dan Sunoo di depan membuka jalan, sisanya di belakang juga mencoba menghindari dorongan dari puluhan atau bahkan ratusan massa.
"Engap," keluh Ni-Ki begitu Jungwon membantunya naik ke dalam mobil, suara berisik di luar buat Jay meringis.
"Gak gue duga bakalan disambut ginian pulang-pulang."
"Jendelanya di buka aja?" Sunoo tatap khawatir Ni-Ki yang telah duduk dengan keringat dingin di pelipisnya.
"Jangan, di luar masih rame," ucap Jay, melirik keluar dari kaca jendela mobil yang mereka tempati. Heeseung, Sunghoon dan Jake berada di mobil lainnya, tampak kesusahan masuk di tengah padatnya kerumunan.
"Hyung, minum," Ni-Ki menepuk paha Sunoo yang duduk di sebelah kirinya, si Alpha Juni cepat tanggap, meraih air mineral yang telah disiapkan, membuka tutupnya sebelum membantu yang lebih muda untuk minum.
"Mau dihabisin?"
Ni-Ki menggeleng, membiarkan Sunoo akhirnya menyimpan botol yang telah habis separuh.
"Udah jauh, buka aja dikit jendelanya," pinta Jungwon dari kursi belakang, dituruti Sunoo yang membuka sedikit jendela, membiarkan sedikit udara malam masuk.
"Nggak pakek AC aja?" tanya Jay.
Ni-Ki menggeleng cepat, "nggak mau, mual."
"Oke," Jay mengangguk kecil, membantu menyeka keringat di wajah si Maknae yang masih mencoba mengatur napas.
Perjuangan keluar dari bandara kadang bisa begitu mengerikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√
أدب الهواةNi-Ki tinggi- pasti alpha. Lantas feromon manis memabukkan ini milik siapa? Jika bahkan ketujuh anggota adalah Alpha. ⚠️🔞cerita ini boy's love, bxb, homo, mpreg, Omegaverse, harem, mature, male lactation, tidak diperuntukkan untuk homophobic. Just...
