36

2.9K 295 35
                                    

"Hmmh Kak, jangan di gigit, " keluh Ni-Ki disertai ringisan kecil, meremas pelan rambut lebat milik Jake yang kini tengah mengulum nipplenya.

"Ah! Dibilang jangan di gigit, sakit, " Ni-Ki yang semula tengah menggulir layar ponselnya untuk membaca komenan-komenan fans di aplikasi verswe itu tanpa sadar menjatuhkan ponselnya, tepat mengenai kepala Jake yang langsung menjauh karena terkejut.

"Pfft- " si Desember menahan tawanya lihat wajah cemberut Jake yang kini mengelus kepalanya yang terasa berdenyut.

"Maaf gak sengaja, sini-sini di elus kepalanya, " Ni-Ki terkekeh, membiarkan Jake kembali mendekatkan kepalanya, mengelus tempat yang terkena dampak dari ponselnya yang tiba-tiba jatuh.

"Kayak bayi, " celetuknya begitu menunduk memperhatikan si November yang kini kembali menyusu padanya, benar-benar seperti bayi sedang kehausan. Ni-Ki jadi berpikir jika sebenarnya Jake adalah bayi dua bulan yang terjebak di tubuh pria duap uluh dua tahun.

Jake tampak tak peduli dengan apapun yang terjadi di sekitarnya, lengannya melingkari pinggang ramping Ni-Ki dengan erat, kedua kakinya mengurung kaki panjang Ni-Ki seperti memeluk guling.

Masih bertanya-tanya soal bagaimana dada Ni-Ki bisa menghasilkan susu, beberapa hari yang lalu mereka memutuskan untuk memeriksakannya pada dokter pribadi mereka. Hasilnya, karena si Omega terlalu subur- jangan tanyakan mengapa si Omega tidak hamil, si Desember masih waras untuk melakukan pencegahan supaya tidak menghambat karir mereka. Tidak untuk sekarang.

"Dicariin kirain kemana, ternyata lagi minta nen, " cibir Heeseung yang baru saja masuk ke dalam kamar, membawa se cup ramyeon yang masih tampak mengepulkan asap tipis.

"Bikin ramyeon ga ajak-ajak, " ucap Jake yang menoleh pada si Alpha yang baru saja tiba, tak beranjak dari posisinya.

"Ya makanya gue cariin mau ajak bikin ramyeon, " Heeseung menyentil kening Jake yang langsung mengadu pada Ni-Ki dengan wajah memelas khasnya.

"Yaudah sih, gue kenyang susu. "

"Kek bayi lu, awas nanti gumoh juga kebanyakan susu, " dengus si Oktober, duduk di pinggiran ranjang, mulai memakan ramyeon setelah menyalakan televisi yang ada di kamar.

Sejenak hening, Heeseung fokus pada ramyeon dan televisi, Jake sudah terbang ke alam mimpinya, Ni-Ki sendiri masih meneruskan agendanya menggulir layar ponsel sambil memainkan rambut tebal Jake.

Sunghoon masuk tak lama kemudian, langsung menggeser Heeseung menjauh supaya ia bisa merebahkan dirinya di samping kiri si maknae, menduselkan wajahnya pada leher yang lebih muda.

"Dateng-dateng nyerobot, " cibir Heeseung pelan, padahal ia sudah menandai tempatnya, selesai dengan ramyeon langsung tidur di sisi kiri Ni-Ki.

Ni-Ki mengernyit dengan kelakuan tiba-tiba Sunghoon, ponselnya ia letakkan di nakas sebelum tangannya meraba kening Sunghoon yang menempel di lehernya. Sepertinya si Desember yang lebih tua itu terserang demam, terbukti dari bagaimana kening yang menempel di lehernya menimbulkan sengatan panas.

"Pusing... " keluhnya lirih, makin mengubur wajahnya pada ceruk leher Ni-Ki.

"Yaudah bentar, Aku ambilin kompres dulu, " Ni-Ki berusaha berdiri, tapi baik Jake maupun Sunghoon tampaknya tak memberi izin, si Alpha Desember malah merengek seperti anak kecil, buat Heeseung mengangkat sebelah alisnya bingung.

"Kenapa tuh? " tanya Heeseung yang kini sudah berpindah di sofa setelah diusir Sunghoon dari tempat duduknya semula.

"Demam, " jawab Ni-Ki, berusaha melepaskan dua pasang lengan yang menahan tubuhnya di atas kasur.

Ni-Ki mengerang frustasi, bergerak lasak supaya Jake dan Sunghoon membiarkannya pergi dari ranjang, bernapas lega begitu berhasil melompat turun dari atas ranjang.

"Di sini aja, " rengekan Sunghoon terdengar manja, buat Heeseung bergidik sedikit. Manja sekali deh.

Ni-Ki mendengus begitu Sunghoon menempel di punggungnya, mengikuti langkahnya kemanapun.

✥✥✥

Sunghoon jadi orang paling teraneh begitu terserang demam, selain sifat manjanya, ia juga akan melakukan hal-hal diluar nalar seperti merendam tubuhnya didalam bathtub penuh es batu atau mengganti isi kulkas dengan badan jangkungnya.

Benar-benar manusia es.

"Keluar dulu ih, Kamu tuh demam butuh obat sama di kompres, bukan kulkas, " Ni-Ki menarik Sunghoon yang duduk di dalam kulkas, isi kulkas berserakan di lantai membuat Jay selaku penguasa seisi dapur jengkel setengah mati.

"Ohok- lepasin gue jancuk! "

Tak sabar, Jay seret paksa Sunghoon dengan cara menggeret kerah bajunya, tinggalkan sensasi tercekik di leher si Alpha Desember.

Ni-Ki meringis, sambil membawa semangkuk bubur ia mengikuti langkah Jay yang membawa Sunghoon masuk ke dalam kamarnya, membanting sosok yang tengah demam itu ke atas ranjang, mengejutkan Jake yang semula tertidur pulas, Heeseung sendiri masih menyeruput ramyeonnya sambil menyimak adegan kekerasan di depan matanya, mengabaikan siaran televisi.

"Kak Jay udah Kak, mati nanti, " Ni-Ki histeris begitu Jay meletakkan handuk kompres dengan paksa ke wajah Sunghoon yang memukuli lengannya karena saluran pernapasannya tersumbat.

"Lo mau bunuh gue ya? " Sunghoon mendelik begitu Jay akhirnya menjauh.

"Daripada lo mati hipotermia di dalem kulkas lebih baik mati karena kehabisan napas. Gak lucu nanti ada artikel Park Sunghoon dari Enhypen ditemukan hipotermia di dalam kulkas asramanya, " omel Jay, kali ini dengan kalem mengompres kening Sunghoon dengan handuk kompres.

"Lo kalau demam manja boleh tapi jangan aneh-aneh ngapa. "

Ni-Ki menghela napasnya, akhirnya Jay berhenti mengamuk, si April itu kemudian lompat ke atas ranjang mengambil tempat di antara Jake dan Sunghoon, memejamkan matanya, tapi kemudian segera membuka matanya dan keluar kamar karena tiba-tiba ingat jika isi kulkas belum dimasukkan kembali.

Si Omega merasa kepalanya pusing, bagaimana bisa dia betah hidup dengan orang-orang aneh kelebihan hormon ini?








Tbc

➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang