38

5.7K 420 35
                                        

Jungwon tak menyangka bahwa melihat Omega mereka menggendong seorang bayi kecil bisa terlihat begitu menarik, cara bagaimana Ni-Ki membawa bayi berumur dua bulan itu di dalam buaiannya tampak membuat Alpha nya senang.

Jungwon jadi berpikir bagaimana nanti ketika Ni-Ki mulai merawat anak mereka sendiri?

"Liatin apa sih? " Sunghoon bertanya penasaran, mengintip dari balik bahu lebar Jungwon yang berdiri di depan pintu kamar Ni-Ki.

"Gue kira nggak jadi mau nyusuin bayi, " gumam Sunghoon pelan, memutuskan untuk ikut memperhatikan Omega mereka yang terus menatap bayi kecil di gendongannya dengan tatapan hangat, si Desember muda yang biasanya terkenal dengan sikap jahilnya itu ternyata bisa punya sisi keibuan seperti ini? Omega mereka memang sesuatu sekali.

"Sebenernya, kalau gendong bayi kita lebih baik nggak sih? " suara Jake tiba-tiba menginterupsi Jungwon dan Sunghoon yang mengintip Ni-Ki dari celah pintu kamar, mau tak mau keduanya bersedia berdesakan dengan si Alpha November untuk mengintip Omega mereka.

Hal Itu tentunya menimbulkan keheranan dari Jay yang baru saja melintas hendak pergi menuju dapur, menatap aneh ketiga Alpha yang mengintip kamar si maknae seperti maling.

"Kalian—"

"Sssttt, " ketiganya kompak menempelkan jari telunjuk di depan bibir masing-masing, meminta si April supaya tidak bicara keras-keras.

"Aneh banget ngapain sih? " Jay akhirnya tetap menurut, memelankan suaranya dan ikut mengintip hal yang sedari tadi menjadi perhatian ketiga yang lainnya.

"Oalah, kalau kepo masuk aja sih sekalian, " ucap Jay jengah, Alpha April itu kemudian membuka pintu yang semula terbuka sedikit, mengejutkan si pemilik kamar yang tengah duduk di atas kasur, bersandar pada headboard dengan bayi di gendongannya yang tengah menyusu dengan tenang.

Melihat itu Jake jadi sedikit cemberut, waktu rutinnya menyusu jadi terpotong banyak— dasar maniak susu.

"Kenapa Hyung? " Ni-Ki menatap ke empat Alpha di depannya dengan tatapan bingung.

"Ini, mereka bertiga kepo, " Jay mendengus, mengabaikan delikan kesal yang ketiga Alpha lainnya layangkan padanya.

"Yaudah sini, " celetuk Ni-Ki sembari terkekeh kecil, bisa melihat raut cemberut Jake yang agaknya cemburu pada si bayi— dasar bayi besar.

Sunghoon mendekat lebih dulu, membungkuk di depan Ni-Ki untuk mengintip bayi kecil yang terlelap, dengan ragu mengulurkan jarinya untuk menyentuh pipi gembilnya, tapi sebelum itu si Alpha Desember itu menatap Omeganya lebih dulu seolah meminta persetujuan.

Ni-Ki tersenyum, mengangguk kecil, dan dengan itu telunjuk Sunghoon berhasil mendarat di pipi gembil si bayi.

"Kok lucu... Kayak bakpao... Ini bisa dimakan? " tanyanya nyeleneh, Jay kemudian memberi geplakan sayang pada tengkuknya.

"Mikir Hoon, mikir, lu lahap tuh bayi, ditangkep polisi mampus kena tuduhan kanibalisme. "

Ni-Ki tertawa pelan melihat Sunghoon memberikan tatapan sinis kepada Jay yang menantangnya balik, si Omega kemudian menoleh ke samping begitu Jungwon duduk di atas kasur tepat di sebelahnya, ikut mengintip wajah si bayi dengan penasaran, mata kucingnya berkedip terkejut begitu si bayi menggenggam jari telunjuk miliknya.

Jungwon meringis gemas, merasakan sensasi jari-jari mungil di sekitar telunjuknya, Jake tak ingin kalah, duduk bersila di depan Ni-Ki, mengikuti jejak Sunghoon— menoel-noel pipi gembil si bayi.

Melihat ketiga Alpha yang kini tampak terpesona oleh si makhluk mungil, Jay menggeleng kecil. Tapi ia kemudian jadi berpikir jika nanti si Omega melahirkan anak mereka sendiri— oke cukup, Jay menggeleng cepat, kembali mengingat tujuannya semula, pamit undur diri ke dapur.

"Kecil banget, ini serius nanti segede kita? " tanya Jake penasaran.

"Ya iya lah, lo dulu juga segini, " Sunghoon memutar bola matanya jengah.

"Tapi dia kasihan, udah ditinggal Mamanya, " ucap Jungwon begitu mengingat alasan si bayi bisa berakhir di dorm mereka.

"Emang Mamanya kemana? " tanya Jake bingung.

"Mamanya meninggal seminggu sehabis dia lahir Kak, " kali ini Ni-Ki yang menyahuti, Jake jadi merasa bersalah mendengarnya.

"A... Gitu, nanti kalau kita konser gimana? Masa dia dibawa?? " tanya Sunghoon bingung.

"Oh itu.., " Ni-Ki menatap Jungwon, yang ditatap mengangkat alisnya sebelum akhirnya paham maksud si Omega.

"Oh itu lagi di diskusiin, " jawabanya singkat.

"Kayaknya seru, ikutan dong, " Heeseung tiba-tiba muncul, masuk begiru saja dan mengambil tempat di sebelah Jake, tepat di depan Jungwon.

"Ni-Ki nggak minat punya bayi sendiri kah? " Heeseung menunjukkan cengiran tengilnya begitu Ni-Ki berdecak.

"Hyung... "














Tbc

Sudah gemas belum chapter kali ini🤭

➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang