Ni-Ki tinggi- pasti alpha.
Lantas feromon manis memabukkan ini milik siapa? Jika bahkan ketujuh anggota adalah Alpha.
⚠️🔞cerita ini boy's love, bxb, homo, mpreg, Omegaverse, harem, mature, male lactation, tidak diperuntukkan untuk homophobic. Just...
Heeseung yang semula sibuk meracik bumbu ramyeon itu berhenti begitu mendengar suara panggilan dari balik punggungnya.
"Ya sayang?" balasnya, menatap sejenak Ni-Ki yang baru saja memasuki dapur, sebelah tangannya mengucek mata kirinya, sepertinya si Omega terbangun.
Jam dinding masih menunjukkan pukul setengah satu pagi, yang mana itu masih terlalu dini untuk bangun.
Yang ditanyai tak menjawab, memilih melangkah semakin mendekat sebelum menumpu kepalanya pada bahu tegap si Oktober yang terkekeh kecil.
"Mau ramyeon?" tanya Heeseung lagi, kali ini dibalas gelengan lembut oleh si Omega.
"Kenapa jam segini udah bangun hm?" si Alpha membalikkan badannya, mengangkat tubuh yang lebih muda untuk kemudian ia dudukkan di atas pantry dapur.
"Gak tau," Ni-Ki membalas dengan suara serak khas bangun tidur, wajah bantalnya ia tenggelamkan pada bahu lebar Heeseung yang menyisir lembut rambut keperakannya.
"Kalian nggak tidur?"
Jay muncul tak lama kemudian, mengerjapkan matanya beberapa kali sebagai upaya memfokuskan pandangan, berjalan gontai menuju kulkas untuk mengambil air mineral.
"Gue belum ngantuk, Ni-Ki yang kebangun," balas Heeseung sambil lalu, lekas mematikan kompornya begitu ramyeon buatannya selesai.
"Ni-Ki gak mau sama Hyung aja? Itu Heeseung biar makan dulu."
Bujukan Jay dapat gelemgan dari Ni-Ki yang makin merapatkan tubuhnya pada Heeseung, menyamankan diri duduk di atas pangkuan si Alpha Oktober.
"Biarin Jay, lagi manja kayaknya," Heeseung terkekeh, tangannya naik menepuk puncak kepala Ni-Ki yang menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Alpha nya.
Jay menggeleng kecil, memilih mencari tontonan di televisi, sesekali tangannya terulur ikut memberi elusan lembut pada helaian keperakan Omega nya.
"Mau ramyeon nggak?"
Ni-Ki lagi-lagi menggeleng, menolak tawaran Heeseung yang mengangguk mengerti.
"Masih ngantuk tidur lagi aja, nanti kalau mau berangkat dibangunin," bisik Heeseung, meninggalkan satu kecupan singkat pada pelipis yang lebih muda.
✥✥✥
"Menurut gue yang ini cantik," tunjuk Sunghoon pada salah satu foto.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tuh mukanya cemberut kayak bebek."
"Enggak, bagusan yang ini jadi kayak punya sayap," Jake tak mau kalah, menunjuk foto lainnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Enggak, bagusan ini pinggang kecilnya..."
"Lo jangan ngiler anjir Jungwon," Jay menyentil kening Jungwon yang mengaduh, menarik jarinya menjauh dari foto yang ditunjuknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Habisnya cantik banget, rugi kalau pinggangnya nggak dipeluk dirangkul tiap hari," Jungwon menggerutu selagi mengelus keningnya yang terasa panas akibat sentilan Jay.
"Tapi menurut gue bagus ini, cantik walau konsepnya dark," Jay ikut menunjuk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Cantikan ini! Kayak boneka, mau cium...," Sunoo mencebik, gemas melihat foto yang ia tunjuk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Udah udah, kalian ngapain sih ngeributin foto concept? Ini nih orang aslinya bobo cantik," lerai Heeseung, melirik Ni-Ki yang tertidur di atas sofa dengan kedua kakinya berada di pangkuan Heeseung.
Sebelum tidur si Omega merengek kakinya sakit, maka dari itu Heeseung dengan senang hati memberi pijatan lembut pada kaki yang lebih muda.
"Lo pada nyadar nggak sih Ni-Ki jadi lebih manja akhir-akhir ini?" Jake tiba-tiba mengajukan diskusi, menatap sekilas kelima orang yang tampak mengrenyit kebingungan.
"Gampang ngambek juga anjir," celetuk Jungwon menimpali.
Kelimanya ribut, menyebutkan tingkah-tingkah aneh si Omega, sedangkan Sunghoon satu-satunya yang terdiam, menatap objek pembicaraan mereka dengan tatapan yang sulit diartikan. Sepertinya ia tahu sesuatu.