Heeseung penasaran.
Dengan rutinitas yang akhir-akhir ini Jake lakukan tiap hari, "nen sampek ketiduran gitu enak ya? "
Jake tersedak air putih, menjepit hidungnya saat merasakan air yang diteguknya nyaris naik ke lubang hidung.
"Apa Hyung? " tanya si November memastikan tidak salah dengar, sejak kapan si pria Lee itu perlu menanyakan hal semacam ini?
"Kalau penasaran kenapa nggak cobain? " celetuk si November lagi, mengendikkan bahunya.
Dan begitulah bagaimana akhirnya Ni-Ki berakhir di pangkuan Heeseung, membiarkan kepala yang lebih tua masuk kedalam sweaternya, menyusu dengan rakus seperti seorang bayi.
"Pelan-pelan Hyung, " alisnya berkerut lengkap dengan ringisan kecil saat gigi rapi si Alpha sengaja menggigit putingnya main-main.
Ni-Ki otomatis menoleh begitu pintu kamar terbuka, Jake berdiri di ambang pintu dengan alis terangkat, namun kemudian Alpha itu melangkah masuk ke dalam kamar setelah menutup pintunya terlebih dulu.
Jake tak menyangka Heeseung langsung melakukan celetukannya beberapa jam yang lalu.
Si November itu memberikan kecupan singkat pada si Desember muda, si Alpha Oktober yang menyadari ada kehadiran orang lain akhirnya dengan enggan menghentikan aktivitasnya, mengeluarkan kepalanya dari dalam sweater si Omega hanya untuk mendapatkan tatapan mengejek dari si Alpha November.
"Eeh—" Ni-Ki reflek mengalungkan tangannya pada leher Heeseung begitu Alpha itu tiba-tiba mengangkat tubuhnya, berjalan ke arah ranjang sebelum akhirnya tubuhnya dijatuhkan begitu saja, si Desember menelan ludahnya begitu Jake ikut merangkak ke atas kasur.
Sweater yang membungkus tubuh bagian atas si Omega tiba-tiba saja sudah dilepas, sesaat kemudian kedua Alpha itu sudah sibuk mengulum nipplenya dengan rakus, mengundang rintihan si Omega yang menyasar masing-masing belakang kepala mereka untuk meremas rambut keduanya.
"Hmmh—"
Tangan Heeseung yang lainnya mengelus pinggang ramping Ni-Ki, Jake sendiri tampaknya tertarik dengan kalung si Maknae terbukti dari jemarinya yang bermain-main dengan safety pin necklace yang selalu dipakainya.
Jake menghentikan kegiatan "mari menyusu" nya, beringsut mencium bibir si Desember yang sedari tadi digigit untuk menahan keluarnya suara-suara aneh.
"Masih sakit nggak?" tanya Jake begitu tautan mereka terlepas. Beberapa hari ini Ni-Ki mengeluh dadanya sakit, sebab mengapa Jake jadi lebih sering cosplay jadi bayi kehausan—
"Sedikit— ssh Kak Hee jangan digigit."
Heeseung ikut menghentikan kegiatannya, beralih mengecup sekilas bibir si Omega.
"Terus soal yang Kamu mau ikut jadi sukarelawan buat bayi yang butuh asi itu jadi? " tanya Heeseung.
(*semacam jadi busui gitu lah buat bayi, cerita ini beneran ngawur dan fiksi yh👍🏻)
"Jadi, udah ada persetujuan juga," balas Ni-Ki.
"Padahal punya bayi gede enam," celetuk Jake, membuat Ni-Ki merotasikan matanya jengah.
"Kalau kalian, yang ada lubangku lecet tiap hari," Ni-Ki hapal betul perilaku mereka.
"Daripada ngasih nen bayi lain kita bikin bayi sendiri aja nggak sih?" Heeseung menaikkan kedua alisnya, mendengar perkataan dan wajah menyebalkan Heeseung akhirnya membuat Ni-Ki memberikan pukulan geram pada bahu lebar yang lebih tua.
"Kerja dulu yang bener," Ni-Ki mendengus, masih panjang umurnya, baru juga mau memasuki kepala dua.
"Jadi mulai kapan jadwal ngasih nen bayi itu? " tanya Jake, kembali memasukkan nipple si Omega kedalam mulutnya.
"Lusa," Ni-Ki menghela napas, kedua telapak tangannya mengusap kepala dua bayi besarnya yang berlomba menghabiskan asinya—
✥✥✥
Soal lubang yang lecet, Ni-Ki tak pernah meleset.
Terbukti bagaimana akhirnya agenda menyusu itu berubah menjadi adegan dewasa yang sesungguhnya.
Seprai kasur tak lagi berbentuk saat tangan Ni-Ki mencengkeramnya dengan kalap begitu lubangnya dihujam dari belakang, tubuhnya terhentak maju tiap si Alpha Oktober menghujam dalam dan keras.
Si November tak mau kalah, jemarinya menyentuh disana sini, memberikan rangsangan terus menerus setelah puas mengisi mulutnya dengan benihnya—
"Ah uh udah—" kakinya gemetar setelah nyaris dua jam dalam posisi yang sama.
"Kak Hee—"
"Bentar dikit lagi," bisik si Oktober, semakin mempercepat gerakannya, lengan kokohnya melingkari pinggang si Omega supaya tak terjatuh menindih si Alpha November yang berada di bawahnya.
"Ahhh!" si Desember melemas begitu Heeseung menyelesaikannya, tubuh gemetarnya jatuh begitu saja menimpa Jake yang langsung memberikan kecupan-kecupan kecil pada puncak kepalanya.
"Ah udahhh," Ni-Ki merengek begitu kedua Alpha itu kembali menyasar nipplenya— tidak, ia ingin tidur.
Dan pada akhirnya ketiganya tertidur, sama-sama telanjang dengan kedua Alpha yang rasa-rasanya tak hanya menyedot asi, tetapi juga bisa menyedot jiwa si Omega.
Tbc
Hayii
Maaf klo anehh dan tida sesuai ekspektasi, ak lagi writers block ☺☺
KAMU SEDANG MEMBACA
➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√
FanfictionNi-Ki tinggi- pasti alpha. Lantas feromon manis memabukkan ini milik siapa? Jika bahkan ketujuh anggota adalah Alpha. ⚠️🔞cerita ini boy's love, bxb, homo, mpreg, Omegaverse, harem, mature, male lactation, tidak diperuntukkan untuk homophobic. Just...
