au/five

7.9K 868 16
                                        


Author pov.

Pagi ini tumben sekali bagi seorang Lalisa Manoban datang lebih awal ke sekolah, berjalan melewati koridor sambil mendengarkan musik di telinganya.

Senyum tipisnya terbit membuat orang yang berpasangan dengannya tambah merasa aneh.

Tumben sekali tersenyum meskipun itu tipis, pikir mereka.

Langkah kaki Lisa terhenti begitu melihat Jisoo dan yang lainnya kecuali Jennie menghalangi jalannya.

Lisa melepaskan airpods nya lalu menatap keempatnya dengan datar.

"Jauhi Jennie kami" Jisoo menatap tajam ke arah Lisa.

"Gara-gara kamu Jennie berubah menjadi anak nakal, membolos dan tidak mendengarkan ucapan kami" kata Irene.

"Yaak jangan menjerumuskan Jennie ke hal-hal yang buruk, dia anak baik-baik, polos dan lugu" kata Joy.

"Kamu mempengaruhi Jennie eonnie" kata Rosé.

Lisa mengepalkan tangannya.

"Tanyakan saja pada Jennie kalian itu kenapa dia masih mau mendekati ku meskipun aku sudah berulang kali menyuruhnya menjauh" kata Lisa setelah itu dia pergi dengan perasaan marah.

Jennie pov.

Itu Lisa!

Aku segera berlari saat melihat Lisa berjalan cepat menuju roftoop.

"Lisa tunggu Nini.." Lisa tidak menoleh dan terus berjalan dengan tergesa-gesa menaiki tangga.

"Huh Lisa huh huh Nini capek berlari" aku meraih tangan Lisa.

Aku menetralkan nafasku sebelum berbicara dengan Lisa.

"Lisa tidak masuk kelas lagi?" Tanyaku.

"Tidak. Kamu jangan mengikuti ku, pergilah belajar aku tidak ingin memberikan pengaruh buruk untukmu" Lisa menarik tangannya.

Aku menggeleng.

"Tidak mau, Nini yang nakal ingin bersama Lisa. Ayo kita masuk" aku menarik tangan Lisa namun lagi-lagi Lisa melepaskannya.

"Jennie jangan terus-terusan mengikuti ku, aku terlalu buruk untukmu" lirih Lisa.

"Lisa tidak buruk jangan berkata seperti itu"

"Aku mohon menjauh lah dariku, aku tidak pantas berteman denganmu"

Aku menggeleng melengkungkan bibirku kebawah.

"Jangan suruh Nini menjauh dari Lisa" aku berkaca-kaca memeluk tubuh Lisa.

"Kamu belum mengenalku Jennie aku buruk. Kamu mempunyai teman yang perhatian, pergilah bersama mereka jangan temui kau lagi dan berpura-pura lah untuk tidak mengenalku mulai sekarang" Lisa melepaskan pelukanku lalu masuk kedalam ruangannya.

"Andwe! Lisa-yaa hikss.." aku menangis menggedor-gedor pintu.

Dugh

Dugh

Dugh

"Buka Lisa Nini mau masuk.. hikss Lisa please Nini senang berteman dengan Lisa, Nini memang belum terlalu mengenal Lisa tapi Nini yakin Lisa itu baik. Hmph hiks Lisa buka pintunya.." tanganku sakit mulai melemah menggedor-gedor pintu.

"Lisa!" Pekik ku.

Lisa tetap tidak mau membukakan pintu.

"Dasar jahat, lihat saja Nini merajuk tidak mau bertemu dengan Lisa. Nini pergi dulu hiks Nini haus mau minum, Lisa pelit tidak mau membukakan pintu dan memberikan Nini air, hiks hikss Lisa jahat.." aku menangis tersedu-sedu turun dari roftoop.

•••

Tbc

27/04/24

Utututu Nini kacian 🥺

Vote komen lanjut.

about us [Jenlisa]√Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang