au/twenty two

6.8K 746 14
                                        


Jennie pov.

Aku sangat marah sekarang! Lisa pergi dari rumah sakit sementara lukanya masih basah?

Apa dia gila!

Tidak ada yang boleh melarang ku pergi sekalipun itu Eomma dan Appa.

Sekarang aku sedang menuju rumah Lisa, aku tau alamat rumahnya dari wali kelasnya.

Pokoknya aku marah titik.

Lima belas menit kemudian akhirnya aku sampai di depan rumah Lisa.

"Silahkan nona" ahjussi membukakan pintu mobil untukku.

"Terimakasih ahjussi"

"Waah rumah Lili sangat mewah"

Aku terpanah meskipun rumahku juga sama mewahnya dengan Lisa.

"Ahjussi tunggu disini saja, biar Nini yang masuk" kataku dan ahjussi mengangguk.

Kemudian aku berjalan untuk mencapai pintu utama.

Teng.. tong

Belum ada reaksi kemudian aku membunyikan bel berkali-kali. Terserah jika Lisa marah, aku juga akan marah!

Teng.. tong

Teng.. tong

Teng.. tong

Ceklek

"Yaak siapa kamu berani sekali memencet bel rumahku berulang kali" pria sebaya Appa dan bertubuh besar kini melototi ku.

Membuatku sedikit takut.

"A-aku.."

"Yaak siapa.. oh ini salah satu selingkuhan mu ya. Seleramu sudah turun eoh, cupu sekali ckckck" seorang wanita yang mungkin seumuran dengan Eomma, mengejekku.

"Tidak dia bukan wanitaku" sangkal pria yang mungkin saja dia Daddy Lisa.

"Brengsek tetaplah brengsek. Dan kamu, ada keperluan apa kemari? Apa uang yang di transfer pria bajingan ini kurang? Sehingga kamu berani datang ke rumahku!" Wanita yang aku duga adalah Mommy Lisa melototi ku.

Aku terkejut, ada apa ini sebenarnya? Kenapa aku jadi yang salah dan di marahi? Seharusnya aku yang marah, huh menyebalkan.

"Maaf tapi Nini ini teman Lisa" kataku.

Keduanya memasang wajah datar.

"Oh, anak itu punya teman ternyata" kata wanita itu.

"Sepertinya kalian sangat dekat" kata pria itu.

"Ya Nini dan Lisa sangat dekat, Lisa teman yang baik untuk Nini" akan tersenyum.

"Aku ingin keluar jangan menghalangi jalanku.. Nini!" Lisa terkejut melihatku.

Amarahku langsung naik melihat Lisa.

"Ya" aku melototi nya.

"A-apa yang kamu lakukan disini? Ayo pergi" Lisa memegang tanganku, wajahnya berubah menjadi serius.

Aku menarik tanganku.

"Siapa yang menyuruh Lili keluar dari rumah sakit hah!" Aku memarahinya dan menarik telinganya.

"Aah Nini ssh sakit, aww lepas lepas" Lisa meringis menggenggam tanganku.

"Tidak mau! Rasakan dasar Lili nakal" kemudian aku mengigit lengannya.

"Arrrgh sakit!" Lisa mendorong dahi ku.

Mommy dan Daddy Lisa hanya diam tidak berbuat apa-apa.

Apa mereka tidak kasihan melihat anak mereka aku siksa? Aneh sekali kan?

"Kalian hanya menonton Nini mengigit Lisa, begitu saja?" Aku menatap Mommy dan Daddy Lisa.

"Ayo pergi" Lisa dengan tegas menarik tanganku pergi dari rumahnya.

"Nini masih marah! Lepas tidak" Aku memberontak namun itu tidak membuat Lisa melepaskan ku.

"Aku lebih marah karena kamu melihat orang tuaku!" Untuk pertama kalinya Lisa meninggikan suaranya padaku.

Aku menghentikan langkahku, rasanya sakit sekali.

"Nini a-aku aku tidak sengaja, maaf.." mata Lisa berkaca-kaca kemudian dia memeluk tubuhku erat-erat.

"Hmph hmph" aku meremas bajunya.

"Maaf Nini maaf, sungguh aku tidak sengaja membentak mu" lirih Lisa mengelus punggung belakang ku.

"Huwaaaa Lili jahat.. Lili membentak Nini hiksss" aku menangis karena rasanya memang menyakitkan di bentak orang yang kita sayang.

•••

Tbc

14/06/24

Nini kasian utututu 🤏

Vote komen lanjut.

about us [Jenlisa]√Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang