au/twenty one

6.8K 743 22
                                        


Author pov.

"Lisa jangan keras kepala, kamu tidak bisa pulang sekarang kamu masih membutuhkan pemulihan setidaknya tiga hari lagi" kata Bambam setelah sehari di rumah sakit, Lisa ngotot ingin pulang dengan alasan tidak suka berada di rumah sakit.

"Aku bisa memulihkan diri ku di rumah" Lisa bersikeras ingin pulang.

"Tidak Lisa kamu masih membutuhkan dokter, aku takut luka jahit mu terbuka" lirih Bambam.

"Kamu tau aku Bambam, aku kuat dan hal seperti ini sudah biasa aku lalui. Sudah jangan khawatir aku tidak akan banyak beraktivitas setelah ini. Antar aku pulang nee" Lisa menepuk pundak Bambam.

Bambam menghela nafas kasar, sangat tau Lisa sangat keras kepala dan susah di kasih tau.

"Datanglah ke rumah sakit untuk pengecekan dan mengganti perban" kata Bambam akhirnya.

Lisa mengangguk dan tersenyum tipis.

"Ayo" Lisa merangkul pundak Bambam.

Bambam memapah Lisa dengan pelan dan keluar dari ruang rawat Lisa.

-

"Jennie tunggu kami" Jisoo dan yang lain menghentikan langkah kaki kecil Jennie.

Dengan malas Jennie berbalik menatap teman-temannya.

"Kenapa? Nini ingin cepat-cepat pulang" kata Jennie.

Irene menghela nafas mendengar nada bicara ketus Jennie.

"Jennie, kamu semakin menjauh dari kami" kata Irene.

"Benar. Kami merindukan Jennie kamu yang dulu" kata Joy.

"Eonnie aku merindukan mu" Rosé melengkungkan bibirnya kebawah menatap sendu ke arah Jennie.

Jennie tidak tega, bibirnya juga melengkung ke bawah sekarang.

"Lihat Jennie, kami sangat merindukan mu dan kamu malah menjauh dari kami. Kembali pada kami hemm" lirih Jisoo.

"Eonnie, Nini tidak mau menjadi jahat tapi kalian berlebihan melarang-larang Nini berteman dengan Lisa. Nini tidak pernah menjauh tapi kalian lah yang membuat Nini menjauh. Jangan terus menganggap Lisa itu buruk, kalian perlu mengenalnya lebih dekat" lirih Jennie.

Semuanya terdiam.

"Eonnie semenjak Lisa menolongku dari June, aku tidak pernah lagi menganggap Lisa buruk. Jika di pikir-pikir aku belum pernah melihat langsung apa keburukan yang Lisa perbuat sehingga semua orang menganggapnya buruk dan tidak pantas mendapatkan teman. Lisa selalu diam dan tidak pernah melawan, dia masa bodoh dan mungkin itu yang membuat semua orang beranggapan bahwa Lisa memang seburuk yang di gosip kan" kata Rosé.

"Lisa Nini memang baik" cicit Jennie malu-malu.

"Yaak kenapa kamu tidak menceritakan tentang ini pada kami, Rosé? Kamu di ganggu manusia brengsek itu lagi, jika aku tau aku akan memukulnya dengan tongkat baseball" kesal Jisoo.

"Yang terpenting aku baik-baik saja eonnie, dan itu berkat Lisa" kata Rosé.

"Huh, kita sudah termakan omongan orang orang yang menyebarkan gosip" kata Irene.

"Apa sebaiknya kita mulai mengenalnya?" Tanya Joy.

"Aku rasa ya, kita bisa membuktikannya jika kita berteman dengannya" kata Rosé.

Jisoo menghela nafas.

"Bagaimana eonnie? Mau mengenal Lisa Nini?"

Jisoo akhirnya mengangguk.

"Tidak ada salahnya mencoba, bukan?"

Semuanya tersenyum dan mengangguk.

"Ayo pelukan, Nini juga rindu dengan kalian" Jennie merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.

"Aww Nini kita kembali, berpelukan"  kata Irene dan langsung memeluk Jennie.

"Berpelukan.." yang lainnya juga ikut memeluk Jennie.

Ting!

Ponsel Jennie berbunyi.

"Tunggu sebentar" Jennie memisahkan diri dan merogoh ponselnya dari dalam saku.

Lili 🥶

Aku sudah pulang Nini, jangan khawatir karena aku sudah sembuh.

Mata Jennie membulat melihat pesan yang di kirim Lisa.

"Apa!"

•••

Tbc

11/06/24

Yuk temenan yuk.

Vote komen lanjut.

about us [Jenlisa]√Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang