au/twelve

7.5K 798 11
                                        


Author pov.

"Annyeong, selamat pagi teman-teman Nini.." suara riang Jennie berhasil menyita perhatian teman sekelasnya.

"Omo Jennie-yaa, kamu sudah sembuh. Aku senang akhirnya kamu masuk sekolah lagi" binar Jihyo menatap Jennie.

"Aaah bayi kita kembali lagi" haru Momo menyentuh dadanya.

"Jennie-yaa bogosippo" Mino melengkungkan bibirnya kebawah.

"Kamu tau Jennie, hariku berubah menjadi buruk semenjak kamu sakit. Jangan sakit lagi arasso" kata Renjun penuh perhatian.

Semua teman sekelas Jennie tampak senang dan bahagia melihat kehadiran Jennie.

"Hihihi terimakasih karena telah mengkhawatirkan Nini. Nini juga rindu sekali dengan kalian" Jennie menampilkan gummy smile nya.

"Aaaah" semuanya kompak memegang dada sangking gemasnya melihat keimutan seorang Jennie Kim.

"Jennie!" Jennie menoleh ke belakang mendapati Joy dan yang lain menghampirinya.

"Hai teman-teman" Jennie mendadah seperti anak kecil.

Hug

Keempatnya langsung memeluk Jennie.

"Kenapa tidak bilang datang lebih awal, aku bisa menjemputmu" kata Jisoo.

"Kejutan xixixi" Jennie terkikik.

"Benar, eonnie seharusnya memberitahu kami" Rosé cemberut.

"Maaf Rosie" Jennie mengecup pipi Rosé.

"Gadis nakal" Irene mencubit pelan pipi Jennie.

"Eonnie Nini rindu" Jennie menenggelamkan wajahnya di leher Irene.

"Aku merindukanmu Jennie" Joy dengan dramatis memeluk erat lengan Jennie.

"Nini tidak" goda Jennie membuat Joy berdecak.

"Sudah-sudah Nini panas" Jennie membubarkan mereka.

"Ayo sarapan" ajak Jisoo.

Jennie menggeleng.

"Nini mau pergi ke kelas Rosé" Jennie beranjak untuk meletakkan tas di kursinya.

"Untuk apa eonnie pergi ke kelas ku?" Bingung Rosé.

"Bertemu Lisa, Nini mau sarapan bersama Lisa mulai hari ini. Tidak boleh melarang Nini oke"

"Sudah kubilang jangan dekat-dekat dengannya, Jennie" tegas Jisoo menahan tangan Jennie yang hendak pergi.

"Lisa baik, eonnie hanya belum mengenal Lisa saja" Jennie menarik tangannya dari genggaman Jisoo.

"Jadi kamu sudah mengenalnya begitu?"

"Y-ya tidak begitu tapi Nini tau Lisa baik. Sudah jangan larang larang Nini, Eomma dan Appa saja tidak melarang. Bye" Jennie langsung pergi meninggalkan teman-temannya.

Jisoo mengepalkan tangannya erat-erat.

"Eonnie, kajja" Rosé mengusap pundak Jisoo sebentar lalu membawanya pergi ke kantin.

Sementara di kelas Lisa, Jennie dengan senyum lebarnya menghampiri Lisa yang tengah menidurkan kepalanya di atas meja.

"Lili" Jennie langsung memeluk Lisa.

Lisa sedikit terkejut lalu menegakkan duduknya.

"Kamu tampak senang sekali hmm" Lisa mengelus rambut Jennie.

"Ya, karena Nini kembali bersekolah dan bertemu dengan teman-teman hihihi"

"Hanya senang bertemu teman-teman?" Goda Lisa.

Jennie mengulum bibirnya malu-malu.

"Senang bertemu Lili juga" cicit Jennie setelahnya menyembunyikan wajahnya di leher Lisa, malu.

"How cute" Lisa tersenyum mengelus pipi mandu Jennie.

"Nini lapar" adu Jennie mendongak menatap Lisa.

"Tidak sarapan sebelumnya?" Lisa menatap Jennie.

Jennie menggeleng namun juga mengangguk.

Kening Lisa mengernyit.

"Yang jelas Nini" Lisa menekan hidung kecil Jennie.

"Hanya makan satu roti panggang, Nini tidak mau makan terlalu banyak di rumah karena Nini ingin sarapan bersama Lili di sekolah"

Hati Lisa menghangat mendengarnya.

"Kenapa harus bersamaku? Temanmu yang lain pasti cemburu" Lisa menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Jennie.

"Karena Nini suka bersama Lili. Kenapa teman Nini cemburu, Nini kan tidak pacaran dengan mereka?" Jennie mengerjap-ngerjapkan matanya menatap Lisa.

Lisa gemas sampai menggigit pipi dalamnya

"Nini sayang, cemburu tidak mesti berpacaran. Cemburu itu sifatnya luas, tidak untuk orang yang berpacaran saja. Mengerti kan" Lisa dengan sabar menjelaskan.

"Ooh begitu ya Lili" Jennie manggut-manggut dengan wajah lucunya.

"Hem" Lisa memaksakan senyumnya.

"Ngomong-ngomong Lili memanggil Nini sayang tadi. Nini suka" pipi Jennie merona sekarang.

Menyadari itu Lisa jadi salah tingkah sendiri.

"A-ah anu emm ayo sarapan sebelum bel berbunyi" ajak Lisa segera berdiri dari tempat duduknya.

"Kita bolos ya Lili" Jennie mengedipkan sebelah matanya.

"Aish tidak-tidak" tolak Lisa.

"Aaah waeee" rengek Jennie.

Tuk

Lisa menyentil kening Jennie.

"Belajar bukan membolos Nini. Kamu ini semakin keterusan ya, pokoknya tidak boleh membolos lagi, ayo sarapan" Lisa menggenggam tangan mungil Jennie.

"Issh" Jennie mendengus sebal menghentakkan kakinya.

Lisa tidak peduli, biarlah dia nakal sendiri tapi untuk Jennie dia tidak akan membiarkan itu terjadi.

•••

Tbc

09/05/24

Nini tidak bisa di biarkan nih🤏

Vote komen lanjut.

about us [Jenlisa]√Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang