Maaf ya semuanya, aku belum bisa double up. Soalnya temen aku udah bilang. " Ra, sekali lagi tugas kuliah numpuk karna WP. Aku timpuk pala mu pake laptop."
Nah takut dong aku tuh😁, soalnya dia orang yang kalo ngomong bakal terkabul🤭. Jadi harap bersabar ngadepin aku yang suka ngaret ini yah🙏🙏🙏🙏
Jangan lupa
Vote
Komen
Follow ya readers kesayangan 😘
*****
Bella langsung memasuki kamar meninggalkan Bara yang masih mengangkat telpon Mama nya diruang tamu. Mendaratkan bokongnya dipinggir ranjang. Pikiran nya kacau, sekacau-kacaunya. Ia masih tidak percaya bagaimana mungkin ini semua bisa terjadi, dan hasilnya malah ada dua. Harus hidupnya sekacau ini, padahal masalah nya dengan Bara saja belum selesai-selesai juga.
Sejak kapan? Bagaimana bisa? Lalu sekarang bagaimana?
Tiga pertanyaan yang terus menerus mengisi kepalanya. Bella memijit pelipis nya saat pusing itu kembali mendera. Matanya melirik sekilas kearah pintu yang menampilkan sosok Bara disana.
" Kenapa kamu nggak pernah bilang soal ini?"
Bella menoleh menatap Bara yang ikut duduk disamping nya. " Soal apa? " Tanyanya balik. Tentu dengan nada sebal karna ia masih tidak ingin membahas hal ini.
" Kehamilan kamu."
" Aku juga baru tau tadi."
Bara menghela, ia sadar Bella tak sepenuh ikhlas menjawab pertanyaannya. Tapi ia sangat penasaran dengan semua hal yang baru terjadi tadi.
" Emang nya kamu nggak pernah nyadar selama ini? Bahkan udah lebih dari dua bulan dan kamu nggak pernah mau cari tau?"
" Aku bilang, aku baru tau tadi! " Balas Bella dengan nada yang naik satu oktaf. Ia kembali memijit pelipis nya. Padahal akhir-akhir ini Bella berusaha menahan diri tapi hari ini akhirnya ia meledak juga.
" Aku cuma nanya Bella! " Bara yang tadinya berniat bertanya baik-baik ikut tersulut juga.
" Ya aku jawab, aku nggak tau! Kamu ngerti nggak sih! "
" Oke! Oke! " Bara menghela, lebih baik saat ini ia mengalah saja dulu.
" Mama suruh kita kerumah bang Daffa, kak Sasya melahirkan." Ucap Bara melunak usai jeda sesaat. Ia menoleh menatap istrinya yang tampak kacau. "Kita berangkat besok."
Bella menghapus air matanya yang sempat lolos. Menarik nafas dalam, " Aku nggak bisa. Aku capek."
"Kamu harus ikut, Mama sama Papa nanyain kamu."
" Terserah." Jawab Bella sambil bergerak rusuh kearah kamar mandi. Menutup pintu kuat hingga membuat Bara mengelus dadanya pelan. Sebenarnya ia sedikit terkejut tapi berusaha menetralkan raut wajahnya senatural mungkin.
***
Sesuai rencana Bara, pagi ini mereka berangkat ke rumah Daffa dan Sasya, yang tentu saja tanpa penolakan dan bantahan dari Bella. Bella bahkan hanya berdiam diri sejak kemarin tanpa mau repot menyusun kebutuhan mereka selama disana. Setau nya saat ia bangun, semuanya sudah beres didepan mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BADBOY "ABARA" (TAMAT)
ActionSUDAH TERBIT!!! TERLENGKAP HANYA DI NOVEL!!! TERSEDIA DI SHOPEE (pure publishing) __Warning🔞!!!!!!!!!__ _Diharap bijak memilih bacaan_ _Penuh adegan dewasa dan adegan kekerasan 👊😡👊_ . . . . . Ketika seorang Matheos Abara, seorang mahasiswa...
