Hyyy readers!!!!! 🌼🌼🌼🌼
Maaf baru bisa up lagi. Nggak perlu aku jelasin ini itu lah ya. Pasti buat pengikut MBA udah tau apa alesan aku nggak up-up.
Happy reading semuanya...
Jangan lupa vote, komen dan follow 🥰
*****
Dengan perlahan Bara menarik tangannya dari bawah kepala Bella. Ia berusaha keras agar istrinya tidak terbangun dengan gerakannya. Helaan lega Bara keluar kan setelah berhasil keluar kamar tanpa membangun istrinya. Tangannya dengan cepat menggulir pesan singkat di ponsel. Melirik sejenak ke arah pintu lalu menuruni tangga perlahan.
" Mbak, tolong jagain Bella sebentar ya, saya ada urusan keluar."
" Non Bella baik-baik aja kan den? " Tanya mbak Susan yang tampak begitu khawatir. Sudah sejak tadi ia ingin menanyakan hal ini tapi ia tidak berani.
Bara tersenyum sambil mengangguk pelan. "Nanti kalau Bella bangun langsung hubungi saya." Pesannya sambil melangkah pergi.
Dengan langkah setengah berlari Bara menuju garasi. Mengeluarkan motornya hingga keluar pagar baru menghidupkan nya. Ia kembali melirik ke arah rumah, rahangnya seketika mengeras. Ia segera melajukan motor nya mengarah ke tempat perkara.
Tak membutuhkan waktu yang laam untuk Bara hingga tiba dikampus. Langkahnya tampak rusuh melewati koridor. Tak sedikit orang yang sibuk berbisik atau berbicara terang-terangan saat melihat kehadiran Bara. Apalagi setelah mereka melihat kedekatan Bara dan Bella tadi.
Bara mendobrak pintu ruangan para dosen membuat mereka yang berada disana terkejut. Bara tak perduli, matanya sibuk menyapu sekeliling berusaha mencari seseorang yang membuat istrinya seperti itu.
" Cari siapa? " Tanya salah satu dosen yang dulu juga sempat menyukai Bara.
" Dimana Bagas? " Tanyanya balik tanpa melirik orang disamping nya.
" Cari pak Bagas?"
Bara mengangguk sambil melangkah pelan memperhatikan keadaan sekeliling. Tak sedikit dosen yang rela keluar dari ruangannya sekedar melihat kerusuhan yang terjadi.
" Kenapa cari saya? "
Mendengar suara bariton itu membuat Bara menoleh kekanan. Ia menangkap sosok pria yang kini sibuk menggulung lengan kemejanya. Rautnya tampak santai seperti tidak pernah melakukan kesalahan apa pun itu membuat kepala Bara kian mendidih. Apakah pria itu tidak tau apa yang terjadi pada istrinya karna ulahnya.
" AAAAaaaa!!!!... " Pekik keras semua orang yang ada disana.
Bagaimana tidak, bak secepat kilat dan tanpa ada yang menyadari tiba-tiba saja Bara langsung meninju wajah Bagas yang sudah membuat nya kesal sejak tadi. Tentu Bagas yang mendapat serangan mendadak langsung jatuh kebelakang.
" Apa-apaan ini Bara?!!! " Bentak seorang pria yang juga dosen. Ia segera menarik Bagas menjauh.
" Dia pantas mati ditangan saya! " Balas Bara dengan tatapan sengit.
" Ini semua bisa diselesaikan baik-baik. Ayo kita duduk dan selesai kan dengan kepala dingin." Ujar dosen yang lain.
" Bicarakan baik-baik? " Tanya Bara sinis. Ia mendecih seakan mengejek ucapan dosen tadi.
Dosen itu berjalan mundur saat Bara berjalan mendekatinya. Tubuhnya menciut melihat aura Bara yang tampak mengerikan. Ia bisa melihat hanya ada kilatan amarah dalam mata Bara.
" Bapak tau apa yang dia perbuat ke istri saya?"
Dengan cepat dosen itu mengeleng. Tentu ia tidak tau sama sekali. Ia bahkan tak tau bahwa Bara sudah beristri. Seluruh ruangan sibuk berbisik termasuk penonton yang mengerubungi pintu. Tak ada yang tau tentang informasi ini kecuali para anggota Bara yang juga kebetulan kuliah disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BADBOY "ABARA" (TAMAT)
ActionSUDAH TERBIT!!! TERLENGKAP HANYA DI NOVEL!!! TERSEDIA DI SHOPEE (pure publishing) __Warning🔞!!!!!!!!!__ _Diharap bijak memilih bacaan_ _Penuh adegan dewasa dan adegan kekerasan 👊😡👊_ . . . . . Ketika seorang Matheos Abara, seorang mahasiswa...
