Jangan lupa pencet vote sebelum membaca ya readers, biar semangat aku tuh. Soalnya jomplang banget pembaca sama vote nya. Pasti banyak nih pembaca-pembaca ghaib.
******
Bara mendudukkan Bella dipinggiran ranjang. Ia memilih berlulut dibawah, berhadapan dengan istrinya. Setibanya dirumah tadi ia langsung menyelonong masuk walaupun Mbak Susan-ART nya membombardir nya dengan banyak pertanyaan. Ia kalut, sama kalutnya seperti Bella yang masih menangis sesenggukan sampai sekarang. Berulang kali ia bertanya, tapi istrinya itu tetap bungkam seakan sulit untuk menjawab.
" Yanggg, hey... Ada apa? "
Bella menggeleng, masih memilih melanjutkan tangisnya.
" Ada masalah? Bertengkar sama Nola? Atau apa? Aku nggak tau kalo kamu nggak bicara."
Bukannya menjawab, Bella malah menangis semakin sesenggukan. Nafasnya bahkan semakin berantakan sekarang.
" Hey, jangan gini yang. Coba tenang dulu. Ingat si kembar, kamu nggak boleh gini."
"A-aku... Ta-tadiii, t-tadi...hiksss___"
" Sssttt, tenang sayang. Pelan-pelan bicaranya oke. Tarik nafas dulu.... "
Susah payah Bella menenangkan dirinya, menarik nafas dalam sesuai intruksi Bara lalu membuangnya perlahan. Berulang kali seperti itu hingga Bella mulai sedikit lebih tenang.
" Udah? Bisa cerita sekarang?" Bujuk Bara yang dibalas anggukan lemah oleh Bella.
" T-tadi waktu ditoilet___" Bella kembali menarik nafas dalam, " Pak Bagas, hiksss..."
" Pak Bagas? Kenapa sama dia? "
" D-diaa, hiks, d-diaa_____"
" Yangg, tenang, oke!" Bujuk Bara lagi saat Bella kembali menggantung ucapannya.
" A, aku kotor Ay... " Ucap Bella lirih.
Alis Bara bertaut, ia masih setia menunggu kelanjutan ucapan Bella.
" D-diaa tadi... cium aku. D-diaa juga pegang... Hiks! "
Bara bungkam, sekarang ia paham ucapan Bella walaupun terputus-putus.
Siapa yang tidak akan naik pitam jika mendengar hal seperti ini. Perempuan yang paling ia cintai, tapi malah diperlakukan seperti itu dengan pria lain.
Tentu saja Bara marah besar akan hal itu. Ia bahkan hendak beranjak pergi, menghabisi nyawa pria yang berani menyentuh istrinya. Tapi gelengan Bella menghentikan langkahnya. Istrinya itu kembali menangis sesenggukan, padahal baru pagi tadi Bella tampak begitu ceria.
" Hiks, kamu jangan dekat-dekat. Aku sekarang kotorrr... Hiks, aku bekas ayyy.... " Isak Bella lagi yang sontak mendapat pelukan erat dari Bara.
" Jangan dekat-dekat, hiks, aku kotorrr... "
" Sssyuttt, nggak boleh ngomong gitu! " Balas Bara yang semakin mempererat pelukannya.
" A, aku gimanaaa, hiks.. Aku bekas ayy... Aku kotor! Aku nggak pantes deket sama kamu."
Bara melepas pelukan nya, ditangkupnya pipi basah Bella. Posisinya yang berdiri membuat nya harus menunduk demi menyelam dalam-dalam wajah sendu itu.
Sedari awal tadi Bara memang merasa ada yang janggal dengan istrinya. Apalagi area bibir yang sedikit membengkak dan menjadi pusat perhatian Bara.
" Sayang, nggak boleh ngomong gitu."
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BADBOY "ABARA" (TAMAT)
ActionSUDAH TERBIT!!! TERLENGKAP HANYA DI NOVEL!!! TERSEDIA DI SHOPEE (pure publishing) __Warning🔞!!!!!!!!!__ _Diharap bijak memilih bacaan_ _Penuh adegan dewasa dan adegan kekerasan 👊😡👊_ . . . . . Ketika seorang Matheos Abara, seorang mahasiswa...
