Jangan lupa :
Vote
Komen
Follow
__________________________
Bella memandang nanar langit-langit kamarnya. Tidak ada yang berubah, semua nya masih sama, termasuk hubungan nya dengan Bara. Ternyata waktu tidak bisa menyelesaikan masalah mereka. Mereka masih memiliki saling diam, sibuk pada urusan masing-masing, dan tidak ada satu orang pun diantara mereka yang mencoba untuk meluruskan permasalahan.
Bahkan akhir-akhir ini Bella malah merasa hidup sendiri. Dinding pembatas diantara mereka terlalu tinggi, dan Bella tidak bisa melampaui dinding itu. Sedangkan Bara, pria itu lebih sering tidak pulang. Jika pulang pun ia hanya sekedar mandi, berganti pakaian dan kembali pergi lagi. Bella sama sekali tidak tahu kemana perginya Bara selama ini. Ia tidak pernah bertanya, dan Bara tidak pernah berbicara. Lengkap sudah, hubungan mereka tak lebih hanya sekedar formalitas diatas kertas saja.
Bella menoleh, berusaha menggapai ponselnya yang bergetar diatas nakas. Ntah kenapa dia selalu merasa kelelahan, padahal aktivitas nya berjalan seperti biasanya. Tapi ia selalu merasa lemas, mengantuk, dan seperti sekarang, Bella tak ingin melakukan apa pun selain berbaring diranjang.
Keningnya berkerut melihat nama yang tertera disana, jarinya segera menggulir layar, menghubungkan panggilan mereka.
" Halo? " Ucap Bella ragu, jarang sekali kakak sepupunya menelpon seperti ini jika bukan karena hal penting.
" Ca? Ini lu kan? " Balas Gavi disebrang sana.
" Iya, kenapa kak? "
" Eh, lu dimana sekarang? Lu sibuk nggak? "
Bella terdiam sejenak, " Mmm, dirumah. Gua nggak ada kegiatan kok hari ini?"
" Oh, bagus lah. Gua ada berita untuk lu. Lu inget Rean nggak? Temen seangkatan gua dulu waktu SMA? "
Kening Bella berkerut, tentu ia ingat, apalagi belum lama ini ia pernah berurusan dengan Rean.
" Ingat, kenapa kak? "
" Nah, gua mau ajak lu jenguk Rean kerumah sakit."
" Rumah sakit?"
" Iya Ca, Rean ternyata sempet lama kritis, tapi baru-baru ini dia sadar. Makanya gua mau ajak lu jenguk dia, lu udah lama kan nggak jumpa dia."
" Tapi kak Vi, ini udah malam." Tolong lah, Bella sangat ingin menolak ajakan kakak sepupunya itu. Ditambah lagi Bella belum siap bertemu Rean setelah kejadian waktu itu.
" Lu tenang aja, gua yang jemput. Bara ada dirumah nggak, biar gua yang minta izin sama dia."
Bella menghela, kalau pun ada Bara, suaminya itu pasti tidak akan mengizinkan nya pergi. Apalagi perginya untuk menjenguk musuh nya sendiri.
" Bara nggak ada dirumah. "
" Oh, jadi gimana, lu mau ikut nggak? "
Kening Bella berkerut, ia bingung harus ikut atau tidak. Lagipula Bella juga tidak ada kegiatan. Dari pada menunggu Bara yang tidak tau kapan pulang nya, sepertinya ikut dengan Gavi bukan ide yang buruk.
" Gua ikut."
" Beneran? Serius ini Ca?"
" Iya kak Gavi"
" Oke oke, lu siap-siap aja, gua langsung otw jemput lu."
Telepon mereka terputus, Bella kembali menatap langit-langit kamarnya. Dengan gerakan setengah hati Bella memasuki walk in closed, menganti piyama tidurnya dengan pakaian yang layak. Sedikit membubuhkan riasan diwajahnya, menutup wajah yang menyedihkan ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BADBOY "ABARA" (TAMAT)
ActionSUDAH TERBIT!!! TERLENGKAP HANYA DI NOVEL!!! TERSEDIA DI SHOPEE (pure publishing) __Warning🔞!!!!!!!!!__ _Diharap bijak memilih bacaan_ _Penuh adegan dewasa dan adegan kekerasan 👊😡👊_ . . . . . Ketika seorang Matheos Abara, seorang mahasiswa...
