Ide ngidam ini aku dapetin dari salah satu temen aku. 'Dia' pernah ngidam sesuatu tapi lagi bertengkar sama suaminya. Alhasil 'dia' buat gambar terus ditempelin didinding biar suaminya liat. 🤭😁
Sebenarnya cerita ngidamnya 'dia' nggak se riwueh ini, lucu malah. Cuma aku tambahin aja biar nyambung sama konflik mereka.
Buat kalian yang nanya kenapa Bella itu diem aja padahal udah diperlakukan kaya gitu sama Bara. Nah kalian mah liat yang fiksi, gimana kalo liat yang nyata coba?. Karakter Bella aku ambil dari karakter 'dia' yang selalu bertengkar sama cowok toxic yang anehnya sekarang malah jadi suaminya dan udah punya anak. Aneh kan, tapi 'dia' bahagia-bahagia aja loh sekarang. Padahal keselnya aku sama suaminya belum hilang. Makanya aku mau berbagi kekesalan ku sama kalian semua 😁😁😁
Maaf jadi curhat panjang lebar😁🙏.
Selamat membaca 😘😘😘😘😘
Jangan lupa
Vote
Komen
Follow
_______________________________
Setelah pulang dari kediaman Daffa dan Sasya, sampai kini mereka masih saling diam. Bukan mereka lebih tepatnya Bella, ia memilih bungkam seribu bahasa walaupun Bara berusaha terus mengajaknya berbicara. Jika dirasa penting baru ia bersuara, selebihnya ia hanya akan mengangguk atau menggeleng untuk menjawab segala ucapan suaminya.
Padahal Bara berusaha untuk mengubah suasana dihubungan mereka. Mulai dari rajin mengajak bercerita, berusaha cepat untuk pulang jika urusan nya sudah selesai, memberikan perhatian-perhatian kecil, hingga mengurangi aktivitas nya untuk keluar rumah jika tidak penting. Termasuk juga untuk tidak sering mengunjungi markas nya dimalam hari seperti sebelum-sebelumnya. Tapi tetap saja, Bella tetap sama, terus diam dan mengabaikan dirinya seolah-olah ia tidak ada.
Mereka saling sibuk, Bara sibuk dengan pekerjaan dan skripsinya. Bella juga sibuk dengan kuliah nya, membuat waktu mereka semakim terbatas. Kalaupun ada waktu pun hanya ada malam hari, itu pun selalu berakhir dengan Bella yang tidur lebih dulu. Jika Bara pulang dan Bella sudah tidur lebih dulu, maka tujuan terakhir nya adalah markas. Tempat pelarian paling sempurna untuk Bara. Berada dirumah dengan situasi seperti itu membuat kepala Bara pening. Walaupun ia sudah berusaha untuk menahan diri agar tidak keluar rumah, keadaan membuat nya melakukan hal itu lagi dan lagi.
Seperti saat ini. Bara masih sibuk, sedangkan Bella lebih dulu pulang kerumah setelah kuliah nya. Yah, semenjak kehamilannya ini membuat ruang gerak Bella seakan terbatas. Padahal tadi teman-temannya sibuk mengajaknya hangout, tapi kondisi tubuhnya tidak mendukung sama sekali. Maka pada akhirnya Bella hanya bisa mendekam dirumah mengistirahatkan tubuhnya.
Bella sudah pulang sekitar tiga jam yang lalu, dan sekarang ia masih berbaring dikamar, memandangi langit-langit kamar. Kadang sesekali ia memainkan ponselnya. Ketika kepalanya kembali pening, ia kembali istirahat. Dan terus seperti itu berulang ulang.
Bella menggeliat pelan, menatap keluar kearah balkon yang terbuka menampilkan semburat matahari yang menguning menunjukkan sebentar lagi akan senja. Ia menghela pelan, memiringkan tubuhnya. Ntah karena sekarang sudah memasuki musim kemarau, membuat udara jauh lebih panas dibandingkan yang biasanya. Seketika pikiran nya tertuju pada es krim rasa coklat dengan wadah besar. Memikirkannya saja membuat air liur Bella ingin menetes rasanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BADBOY "ABARA" (TAMAT)
ActionSUDAH TERBIT!!! TERLENGKAP HANYA DI NOVEL!!! TERSEDIA DI SHOPEE (pure publishing) __Warning🔞!!!!!!!!!__ _Diharap bijak memilih bacaan_ _Penuh adegan dewasa dan adegan kekerasan 👊😡👊_ . . . . . Ketika seorang Matheos Abara, seorang mahasiswa...
