Nggak tau kenapa, pengen aja gitu buat kisah keluarga mereka. Jadi kira-kira perlu nggak nih kisah-kisah manis mereka?
****
Suara riuh rendah memenuhi ruangan. Rumah yang dulu terasa sunyi dan lengang berubah drastis berkat si kembar Aksara dan Akiera. Jeritan mereka sudah menjadi paduan suara setiap saat. Mainan si kembar terlihat berserak dimana-mana.
Diusia yang sudah menginjak tiga tahun, tentu merupakan anugrah terbesar bagi Bara dan Bella. Dan disaat itu juga kesabaran mereka sebagai orang tua diuji. Si kembar terlalu aktif, terutama Aksara. Kalau Akiera, ia akan tenang jika ada didekat Bara. Kalau tidak, maka sifat tantrum mereka sama.
Mau berapa kali pun Bella membereskan rumah maka si kembar akan lebih gencar merusak keestetikaan rumah itu. Dan Bara, ia tidak bisa berbuat banyak atas tingkah Aksara dan Akiera.
Hari ini, mereka berencana liburan keluarga di villa tepi pantai milik keluarga Bara. Rencana ini sudah ada sejak lama. Berhubung saat itu si kembar masih terlalu kecil, Bara dan Bella menunda wacana itu hingga terlaksanakan sekarang.
" Ay, tolong pindahin barang-barang kita ke mobil dulu." Pinta Bella yang berusaha memakaikan Aksara baju.
Anak laki-laki itu terlalu aktif untuk sekedar berpakaian saja. Sedangkan Akiera sendiri sudah bersiap dan anteng digendongan Bara.
Suaminya mengangguk sambil membawa satu persatu koper mereka keluar. Tentu dibuntuti si cantik mungil Akiera.
" Udah semua? " Tanya Bara saat melihat Bella menyusul keluar.
" Udah. Tolong amankan Aksara dulu selagi aku ambil makanan mereka didalam."
Bara mengangguk, mengambil alih Aksara dan meletakkan anak laki-laki itu kedalam mobil tepat disamping Akiera. Yah, walaupun ada pertengkaran kecil diantara balita imut itu, setidaknya masih terkendali. Setelah memastikan semuanya aman, Bara kembali mengecek persediaan yang akan mereka bawa liburan.
" Ada yang kurang ay? " Tanya Bella sambil memasukkan kotak bekal cemilan si kembar kedalam mobil.
" Kayaknya nggak ada sih. Semuanya aman. Kalo ada yang kurang kita bisa beli disana."
" Mbak Susan udah kamu kabari tadi? "
" Udah. Aku bilang kita mungkin pergi agak lama." Balas Bara sambil mengecup bibir Bella sekilas. " Mungkin sampai kita berhasil nambah anak disana." Tambahnya dengan sebelah mata berkedip menggoda.
" Nggak usah aneh-aneh! " Omel Bella yang lebih dulu masuk kedalam mobil.
Bara berdecak pelan sambil mengusak rambutnya kasar. Matanya melirik si kembar yang masih berdebat didalam mobil. Ia menghela kasar dan memilih membuntuti dibelakang.
" Aneh-aneh gimana yang? " Gerutunya saat sudah masuk dan menghidupkan mesin mobil.
" Dua aja nggak terkendali." Balas Bella yang berusaha melerai pertengkaran kecil dikursi belakang.
" AAAAAAA!!!!......."
Sontak mereka semua menutup telinga ketika suara melengking milik Akiera menggelegar. Pipi bulatnya bahkan memerah menahan tangis. Gadis kecil itu tengah memeluk erat-erat sebungkus besar keripik kentang. Berusaha melindungi cemilan tersebut dari Aksara.
" Aksara! Berhenti gangguin adik! " Omel Bella sambil menjauhkan si kakak dari Akiera.
" Aksara cuma mau minta sedikit Bun! " Balas Aksara yang sudah mengeratkan otot lehernya. Mirip versi Bara ketika sedang marah, hanya saja yang ini kemasan mini.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BADBOY "ABARA" (TAMAT)
ActionSUDAH TERBIT!!! TERLENGKAP HANYA DI NOVEL!!! TERSEDIA DI SHOPEE (pure publishing) __Warning🔞!!!!!!!!!__ _Diharap bijak memilih bacaan_ _Penuh adegan dewasa dan adegan kekerasan 👊😡👊_ . . . . . Ketika seorang Matheos Abara, seorang mahasiswa...
