HI JUMPA LAGI SAMA ALZEICIA JANGAN LUPA VOTE AND KOMEN
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit, Alzeiron kembali menapakkan kakinya di sekolah. Semua tampak berjalan seperti biasa, kecuali satu hal. Selama tiga hari itu, Celsia tak pernah muncul. Tak ada kunjungan, tak ada pesan.
Ia melangkah menyusuri koridor dengan wajah datarnya yang kini tak lagi sempurna. Luka di pelipisnya masih tampak jelas. Wajah tampannya ternodai.
Langkahnya terhenti sesaat saat dari kejauhan ia melihat sosok yang selama ini mengisi pikirannya.
Dan dalam hitungan detik, mereka berdiri saling berhadapan.
Celsia ikut berhenti. Pandangannya jatuh pada luka di wajah Alzeiron, lalu kembali naik menatap mata laki-laki itu. Tak ada kata. Hanya keheningan yang terasa berat di antara mereka.
"Lo sakit? Wajah lo pucat." tanya Alzeiron, melihat wajah pucat gadis itu.
"Enggak. Mungkin karena kecapean makanya wajah aku kelihatan pucat," jawab Celsia dengan senyum selebar biasanya.
Alzeiron menghela nafas rendah. Laki-laki itu memegang pundak Celsia dengan kedua tangannya.
"Kalau capek istirahat jangan di paksain tubuh nya. Tubuh lo, mental lo, dan jiwa lo butuh istirahat. Jadi kalau capek istirahat, Cia. Jangan paksain. Kalau lo maksa nanti lo sakit."
Celsia tersenyum mendengar semua ucapan Alzeiron. Ia senang karena laki-laki itu terlihat peduli padanya.
"Kok lo malah senyum si? Ini nih masalah lo kalau gue nasehatin. Enggak pernah di dengar!" kesal Alzeiron membuat Celsia terkekeh gemas.
"Kamu gemesin banget, " ungkap Celsia membuat Alzeiron melotot tak percaya.
"Gue gemesin?" Alzeiron menatap tak percaya kearah Celsia yang masih tersenyum gemas kearah nya. "Cia, lo lihat muka gue sangar begini, gemesin dari mana?"
Alzeiron tak terima jika ia dikatakan menggemaskan. Wajahnya penuh wibawa dan begitu berkarisma. Masa dikata menggemaskan.
"Tetap aja bagi aku kamu gemesin," ungkap Celsia dengan nada gemas.
"Terserah lo deh."
"Al." teriak Kaisan dari kejauhan.
Alzeiron langsung menoleh menetap Kaisan, dan juga Rama yang sedang melambai kearahnya. Sedangkan Derion dan Samudra hanya menatap nya saja sambil berjalan mendekat
"Ada tomat di samping ragi, selamat pagi." sapa Rama dengan wajah ceria.
"Pagi." Celsia membalas sapaaan Rama tak kalah ceria.
"Ada lalat disamping selai coklat, dilihat-lihat kalian makin dekat." kali ini Kaisan yang berucap dengan nada menggoda.
Celsia tersenyum sambil menatap Alzeiron yang berekspresi datar. "Belah ketupat di pinggir kali, do'ain ya biar dia bisa balas mencintai."