ALZEICIA: 33

388 24 16
                                        

Haii

Jumpa lagi sama Alzeicia

Lama ya enggak jumpa, hehehe

Yang nyariin Alzeicia, langsung aja dibaca ya🤗

Yang nyariin Alzeicia, langsung aja dibaca ya🤗

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ponsel Celsia berdering.

Nama Bima tertara diatas membuat nya langsung mengangkatnya.

Ditempelkan ponsel ke telinga guna mendengar jelas suara disebrang sana.

"Hallo."

Gadis itu duduk dari tidurnya saat mendengar suara Bima memesuki telinganya.

"Apa?"

"Keluar yuk." ajak laki-laki itu dengan semangat.

"Keluar kemana?" tanya Celsia dengan dahi berkerut.

"Kemana aja asal sama lo."

Celsia tampak berfikir sejenak.

Ajakan pergi yang ia tawarkan pada Alzeiron tadi siang di tolak karena laki-laki itu sibuk.

Celsia ingin sekali pergi ke toko buku karena novel favoritnya baru saja terbit dan sedang tersedia di seluruh toko buku.

Tadinya ia ingin pergi bersama Alzeiron tapi laki-laki itu berkata sibuk.

"Ke toko buku, gimana?"

"Kemana aja boleh. Mau ke kuburan pun boleh asal sama lo," kekeh Bima.

"Lo bercanda lagi gue sleding kepala lo!" ancam Celsia membuat laki-laki itu terkekeh.

"Iya aelah, udah buruan siap-siap gue jemput kerumah lo."

"Siap."

∆^∆

Celsia dan Bima berkeliling toko buku hanya untuk mencari novel yang ingin Celsia beli.

Tadinya ia hanya ingin membeli novel favoritnya yang baru terbit, tapi saat sampai di sini ia mencari novel yang lain bahkan novel yang menjadi tujuan kesini belum ia dapatkan.

Bima berjalan dengan sebuah keranjang kuning yang penuh dengan novel Celsia di dalamnya.

Ia tampak melihat-lihat isi toko yang sangat ramai sore ini. Padahal cuaca diluar tak cukup bagus, sepertinya akan hujan.

"Bim, ayo kita ke rak novel yang gue incar!" ajak Celsia yang masih sibuk memilih-mikih novel.

"Lo kalau udah beli novel kek orang enggak sadar diri ya. Lo ngambil tampa pikir, padahal tujuan kesini nyari novel yang lain, " sindir Bima.

"Novel itu seperempat hidup gue! Tanpa novel apalah gue, " kata Celsia membuat Bima mendegus kesal.

"Biasanya orang separuh hidup, lo seperempat, " heran laki-laki itu.

ALZEICIA(REVISI) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang