Back to town

411 40 1
                                        

Setelah hari itu setiap pagi Vegas akan berada di depan kamar pete, menunggu Pete bangun untuk sarapan bersama. Seringkali mereka sarapan hanya berdua saja karena nenek jui setiap pagi akan keluar entah itu ke pasar, kebun, atau ke tempat kakek Khan. Berulang kali Pete meminta Vegas untuk tidak menunggu nya tapi Vegas sama sekali tidak menghiraukan ucapan nya. Seperti hari ini setelah Pete membuka matanya hal pertama yang dia lihat adalah Vegas yang melipat tangannya dan bersandar di depan pintu.

"Seeing something." Tanya Vegas saat melihat Pete yang melihatnya sampai tidak berkedip.


"Ahh tidak ada." Pete menggeleng kan kepalanya.

"Apa nenek pergi lagi?"Tanya Pete penasaran. Sebenarnya kenapa hampir setiap pagi neneknya selalu saja pergi tanpa sepengetahuan Pete.

"Eumm, nenek mengatakan ada hal penting yang harus dilakukan."

"Kau bisa keluar, aku akan bersiap."

"Apa aku bisa menunggu mu disini." Entah kenapa Vegas ingin menunggu Pete dikamar ini bukan di meja makan seperti sebelumnya.

" Baiklah tapi hanya duduk disana." Pete menunjuk sofa yang di dekat jendela.

"Eumm terimakasih." Rasanya Pete masih belum terbiasa mendengar setiap Vegas mengucapkan kata 'Terimakasih' . Tapi di satu sisi Pete menyukai Vegas yang sekarang tidak pernah bersikap kasar padanya. Bahkan selama Vegas disini dia selalu bersikap lembut tidak ada kekerasan lagi. Vegas juga sering kali membantu pekerjaan di rumah ini mulai dari memasak makanan kesukaan Pete, tidak lupa juga membantu nenek jui.

"Apa dia memang sudah berubah??"

"Apa aku bisa mempercayai??."

"Apa dia tidak akan membawa ku ke tempat itu lagi??

Pertanyaan itu selalu terlintas dalam benak Pete. Dia ingin mempercayai Vegas tapi dia juga masih takut mengingat Vegas  adalah salah satu mafia yang paling ditakuti sampai saat ini.
Apalagi hubungan antara keluarga utama dan keluarga kedua sedang tidak baik, Pete tidak ingin dianggap sebagai penghianat.

"Heii ada apa." Ucapan Vegas seketika menyadarkan Pete dari lamunannya.

"Tidak, a-aku akan mandi sekarang." Pete langsung berlari ke kamar mandi dan menutup pintunya meninggalkan vegas yang kebingungan melihat tingkah Pete.

"Berhenti menatapku seperti itu." Pete kesal saat acara makanya terganggu hanya karena vegas tidak berhenti menatapnya.

"I'm happy when I see you enjoying the food I make."

"Tapi aku merasa tidak nyaman saat ada orang yang terus menatap ku saat makan. Itu membuat nafsu makan ku berkurang." Pete tidak bohong dia memang tipe orang yang tidak akan nyaman saat ada orang yang terus menatap nya apalagi saat dia sedang makan.

"Maaf aku tidak akan melakukan nya lagi." Perlahan Vegas mengangkat sendok nya dan melanjutkan makan nya yang tadi sempat tertunda karena terus menatap Pete.

"Vegas." Pete memanggil nama vegas pelan.

"Terimakasih makanan nya, aku sangat menyukainya." Terlepas dari Pete sudah memaafkan Vegas atau belum tapi rasanya Pete ingin mengucapkan terimakasih.

.
.
.
.

Sudah sekitar 2 Minggu lebih Pete berada di rumah nenek jui. Hari ini dia berencana akan kembali ke kota karena Pete hanya mengambil cuti selama 3 minggu, jadi setelah dia sampai dikota dia akan beristirahat di apartemen dua atau tiga hari sebelum kembali bekerja.

"Apa tidak ada yang tertinggal?" Tanya nenek jui melihat tas yang dibawa Pete.

"Tidak ada nek semuanya sudah Pete masukkan ke dalam tas."

"Vegas nenek titip Pete ya. Tolong jaga dia baik-baik." Tanpa disuruh pun Vegas pasti akan menjaga Pete nya dengan baik.

"Iya nek."

"Jika sudah sampai jangan lupa kabari nenek. Jaga diri baik-baik selama disana. Berkunjung lah lebih sering dengan Vegas."

"Iy- tunggu kenapa harus dengan Vegas nek?" Pete bisa membawa kinn, Porsche, thakhun,arm ,pol, dan lainnya. Dari banyaknya orang kenapa Pete harus sering datang bersama Vegas.

"Tentu saja karena dia sekarang juga menjadi cucu nenek." Ucapan nenek jui berhasil membuat Vegas tersenyum lebar. Usahanya selama disini tidak sia-sia, lihat sekarang nenek jui sendiri yang secara terang-terangan ingin mendekatkan Vegas dengan Pete.

"Hanya aku cucu nenek." Pete menunjukkan raut wajah kesal yang membuat Vegas kembali tersenyum.

"Baiklah, kapal nya sudah sampai. Saatnya kau pergi jangan lupa pesan nenek ya. Dan sampaikan salam nenek untuk Khun kinn dan teman-temanmu."
Nenek jui memeluk Pete erat sebelum dia naik ke kapal. Sedangkan Vegas menaruh tas nya dan Pete ke dalam kapal.

"Nenek kita pergi sekarang jaga kesehatan nenek disini." Rasanya  baru kemarin Pete datang dan sekarang harus pergi lagi.

"Hmm, kalian juga harus menjaga kesehatan."

"Aku akan datang lagi nanti." Perlahan Kapal itu meninggalkan dermaga. Pete sedikit berteriak agar neneknya mendengar apa yang dia katakan. Dengan tersenyum dan terus melambaikan tangan kearah nenek jui. Vegas yang melihat Pete seperti itu hanya bisa terus tersenyum menatap tanpa mengedipkan matanya.

Butuh waktu beberapa jam untuk sampai ke bangkok. Membuat Pete mengantuk saat ditengah perjalanan. Vegas yang melihat kesempatan untuk dekat dengan Pete akhirnya langsung menepuk pundaknya membiarkan Pete tidur bersandar padanya. Tapi Pete  yang tidak paham maksud Vegas hanya bisa menatap heran.

"Tidurlah akan ku bangunkan saat sudah sampai." Vegas kembali menepuk pundaknya.

"Tidak." Jawaban Pete memang tidak tapi dirinya kembali menguap.

"Kemarilah." Tangan Vegas sedikit memiringkan kepala Pete untuk bisa bersandar di pundaknya. Mungkin Karena terlalu mengantuk Pete tidak lagi membantah perlakuan Vegas.

"Sweet dreams." Ucap Vegas dengan memberikan kecupan lembut di kening Pete. Itu juga menjadi kalimat terakhir yang Pete dengar sebelum terlelap dalam tidurnya.   







Continued....






Don't forget
To vote and comment 💙

I will get you againTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang