Kesehatan Wendy yang sudah kembali prima membuatnya merasa sangat senang. Akhirnya ia bisa berangkat ke kantornya lagi. Hal yang membuatnya semakin senang adalah rapat perdana pembahasan acara outdoor catwalk akan dilaksanakan siang hari ini. Wendy benar-benar sangat antusias menyambut agenda itu.
Tepat pukul 13.00, tim inti dan guest star acara tersebut sudah hadir di ruang rapat. Tak lama berselang, Wendy pun memasuki ruang rapat dan disambut dengan tundukan hormat semua orang di ruangan tersebut. Pria itu pun membalasnya dengan tundukan juga. Wendy mengabsen satu persatu personil rapat pembahasan kali ini. Wajahnya nampak mengukir senyum saat matanya melihat kehadiran Irene.
"Selamat siang semua. Terima kasih telah meluangkan waktu kalian yang berharga. Terutama, ketiga model andalan kita. Ehm.." Wendy menjeda sebentar kalimat pembuka rapatnya. Ia melihat ke arah di mana para model duduk bersebelahan.
"Eeh, nona Park..Soo.." Wendy terbata mencoba mengingat nama masing-masing model itu. Melihat kejadian tersebut, Sejeong yang berada di sebelahnya pun memberikan bisikan pada Wendy selirih mungkin.
"Young..nona Park Soo Young." Bisik Sejeong, mendekatkan bibirnya ke telinga Wendy.
"Ah maaf, maksudku nona Park Soo Young, atau nona Joy. Selanjutnya, ada nona Kim.." Wendy kembali terdiam, karena ia juga tidak mengingat dengan benar nama lahir ketiga model yang sedang ada di hadapannya itu.
Sejeong pun menggaruk dahinya yang tidak gatal dan akhirnya menyampaikan kalimat pamungkasnya.
"Tuan Wendy, kau tidak perlu menyebut nama lahir para model kita. Mereka sudah cukup merasa terbiasa dan terhormat dengan sapaan nama panggungnya."
Wendy pun langsung memasang wajah kikuknya. Ia menyesal memutuskan untuk menyapa nama lahir dari ketiga model itu, yang justru mempermalukan dirinya.
"Ah, maafkan aku, Joy, Yeri, dan..Irene. Aku masih belum bisa mengingat dengan baik." Wendy menundukkan kepalanya sejenak sebagai gestur permintaan maafnya.
"It's okay oppa. Kami paham kok situasinya." Celetuk Yeri.
Mendengar kata oppa membuat Wendy sedikit bingung. Kenapa gadis itu dengan gamblang menyapanya dengan sangat kasual. Lagi-lagi Sejeong mendapati ekspresi tak wajar itu dan berbisik ke telinga Wendy.
"Yeri terbiasa memanggilmu oppa, meski di forum resmi sekalipun. Semua orang juga mengetahuinya."
Mendengar penjelasan dari Sejeong, sontak Wendy membuka sedikit mulutnya dan mengangguk, menampilkan ekspresinya yang mengerti akan penjelasan dari Sejeong.
Rapat pun kembali dilanjutkan. Beberapa konsep yang sudah disiapkan oleh tim inti dipresentasikan satu persatu di hadapan Wendy dan ketiga model tersebut. Di antara konsep beach, hiking, dan camping, vote terbesar akhirnya jatuh pada konsep camping.
Setelah pembahasan yang memakan waktu selama 3 jam, akhirnya mereka selesai memutuskan kerangka konsep acara outdoor catwalk Shon Fashion Inc. Sebelum rapat ditutup, Sejeong memberikan kesimpulan akhir dari hasil rapat, dan disimak dengan baik oleh semua pihak yang ada di ruangan.
"Baik. Acara outdoor catwalk Shon Fashion Inc akan diadakan di Jayeonaepum Camp Site, dengan konsep one night camping. Semua peralatan camping termasuk tenda ala glamping akan disediakan pihak ketiga. Setting outdoor catwalk akan dibuat di sekeliling api unggun, dengan penjagaan ketat tim keamanan profesional. Tamu undangan juga akan menikmati tenda glamping, sama seperti panitia dan para model. Acara akan dilaksanakan pada malam Jumat menuju Sabtu. Semua tamu undangan sudah bisa check-in sejak pukul 14.00. Rincian menu makan selama camping dan itinerary akan disampaikan kemudian dalam briefsheet. Apakah ada yang ingin ditambahkan?" Sejeong mengangkat kepalanya, memperhatikan ke arah masing-masing peserta rapat.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Road
RomansaSemuanya terasa asing bagi penglihatanku, tapi entah mengapa hatiku merasa ini semua begitu familiar. Jalan ini terus membuatku melangkah, meski terkadang aku tersadar langkahku tak membuatku berpindah dari titik awal. Aku sempat jalan di tempat, me...
