Final;4

60 7 0
                                        

Chanyeol yang melaporkan situasinya kepada D.O yang terus memantaunya dari jauh. Dan meminta mereka segera ke luar dari lokasi karena polisi sudah mulai berdatangan.

Bunyi tembakan tadi adalah peluru dari polisi yang digunakan untuk melumpuhkan salah seorang yang berhasil kabur tadi.

Chanyeol dan Baekhyun segera meninggalkan lokasi dan masing-masing menggendong satu orang.

Taehyung hanya pingsan sebentar dan kesadarannya langsung kembali ketika masuk ke dalam mobil. Polisi setempat sudah mengambil alih lokasi. Chanyeol dan Baekhyun harus segera pergi karena jika tidak, maka urusannya akan malah akan semakin rumit.

Di dalam mobil, Chanyeol dengan cekatan memberi pertolongan berupa infus dan oksigen (yang untungnya saja mereka membawanya) Hingga wajah memucat Jungkook mulai berwarna. Lebih manusiawi dan hidup.

Taehyung meletakkan kepala Jungkook dengan sangat hati-hati di atas pangkuannya. Menyisir tiap surai lusuh itu dan terus menangis ketika melihat lagi luka di pergelangan tangan Jungkook yang dia ragu tangan Jungkook akan normal setelah ini. Dia menggeleng cepat, Jungkook-nya pasti baik-baik saja.

"Jungkookie~ bangunlah. Apa tidurmu terlampau nyaman sampai kau tak ingin bangun?” Tanya-nya miris saat kekasihnya tak bergeming dari  tidurnya.

Bahkan Jungkook nampak tenang dan tak terganggu walaupun Taehyung sedikit menjambak kecil surainya berharap Jungkook bangun dan memarahinya. Itu jauh lebih baik daripada hanya sekedar melihatnya terbaring seperti ini. Yang bahkan dia tak tau apakah kekasihnya akan segera sadar atau tidak.

"Hey tampan~ Orang tuamu pasti bangga punya putra sepertimu. Hyungmu juga, pasti sangat senang bisa memiliki seorang adik sehebat dirimu" Katanya lagi.

"Jungkookie~ aku merindukanmu saat ini. Bangun atau aku akan mencari pria yang jauh lebih tampan dan perkasa darimu" Ancamnya yang membuat Chanyeol dan Baekhyun saling berpandangan.

Tidak! Bukan mereka mau menggantikan posisi boss mereka, tapi hanya saja ancaman namja manis itu terdengar menyedihkan dan sarat akan
ajakan yang menggiurkan. Ah andai saja~~ tetapi sekali lagi niatan kotor untuk menggantikan posisi sang majikan mereka tepis jauh-jauh.

"Bahkan aku belum sempat memberi balasan atas lamaranmu, sekarang aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan tanpamu" Taehyung terkekeh kecil tapi siapapun yang melihat pasti mengatakan kalau dia tampak seperti orang yang paling menyedihkan di dunia. Ya ... kedua bodyguard menganggapnya seperti itu.

"Aku bodoh ya ... kan?! bertahun-tahun hidup bersamamu tapi tidak pernah tahu kesakitan dan kesusahanmu! Apa aku masih pantas kau sebut kekasih?" Taehyung mulai terisak lagi dan merutuki hidupnya yang tak berguna untuk kekasihnya. Memukuli kepalanya seperti orang bodoh yang sesungguhnya.

"Berisik sekali"

Itu bukan suara Chanyeol atau Baekhyun, tetapi Jungkook yang tiba-tiba bangkit dari drama tidurnya, tersenyum lucu melihat wajah bodoh kekasihnya. Menahan sakit yang menjalar seiring pergerakan badannya, menyampingkan tali infusnya, dia merogoh sakunya dengan tangannya yang luar biasa sakit dan membuka kotak kecil yang di dalamnya berisi cincin. Dia menyiapkannya karena memiliki firasat akan berjumpa dengan kekasihnya, walau sedikit tak menyangka keadaan buruk yang di hadapinya.

"Aku tidak menerima penolakan sayang, jadi ku anggap kau sudah membalas lamaranku dan setuju. Dan jangan menangis lagi, kau terlihat jelek" Jungkook melingkarkan cincin itu di jari manis Taehyung sebelah kanan. Menyentuh pelan sudut bibir kekasihnya yang masih dalam mode error dan mengecupnya pelan. Menyalurkan rasa terimakasih dan sayangnya.

“Kau milikku, Jeon Taehyung”

Sebelum akhirnya kembali berbaring karena kondisinya yang cukup lemah.

D.O.P [[ KookV ]]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang