Jungkook menghela nafas panjang nya, pekerjaannya sepertinya tidak akan selesai dengan cepat. Sudah lewat tengah malam dan dia masih bercinta dengan laptop-nya yang ada di atas ke dua pahanya. Tak memperdulikan kekasihnya yang entah sedang apa. Dia terlalu fokus sedari tadi.
Memeriksa satu persatu semua file yang dikirim Namjoon dari China. Jungkook harus lebih berhati-hati sekarang karena kedudukan saham kini sudah di presentase 50:50 dengan Wang group.
25% saham milik Zhang group dimenangkan oleh Wang group karena itu Jungkook harus menghentikan sementara penyelidikan-nya terhadap Jackson Wang.
Bukan berarti dia sudah melupakan kasus kematian kakak-nya, Tidak! Itu tidak mungkin! tapi kekuatan di perusahaan appa-nya juga sangat penting untuk menopang penyelidikan selanjutnya. Jungkook akui Wang bukanlah musuh yang mudah. Salah! Wang adalah lawan yang bertindak sebagai kawan.
Brak!
Jungkook terlihat kesal ketika tiba-tiba laptop-nya ditutup paksa dan diambil dari hadapannya, What the Hell!!! dia bahkan belum selesai memeriksa semua filenya! Apa-apaan ini!
Harusnya dia marah, tapi_
Sang pelaku memberinya tatapan mematikan padanya, dan Jungkook tau kekasihnya itu sedang dalam mode ngambek luar biasa. Dia menarik tubuh Taehyung dan mendudukannya di atas pahanya. Mengambil Laptop yang disita dan meletakkannya di atas meja.
"Kau marah, sayang?"
(.......)
"Taehyungie sayang, kau marah padaku?"
Taehyung mendengus tanpa berniat memberi jawaban. Oke dia marah. Ini masalah. Dan tak ada cara lain yang di pikirkan oleh Jungkook selain mengajak kekasih hatinya itu bercinta. Siapa yang tak suka bercinta? Yah siapa tau bisa meredakan sedikit kekesalan namja itu padanya.
Jungkook melakukan sentuhan kecilnya, meremas rambut belakang Taehyung lalu mengecup tengkuk nya, sedikit menjilat dan itu sukses membuat Taehyung kaget dan memengang erat pinggiran meja di depannya. Desahan kecil lolos dari bibir merahnya, Jungkook terkekeh pelan. Gotcha! Selama bersama Taehyung, Jungkook sudah hapal mati kalau kekasih manisnya itu tak pernah tahan dengan sentuhan- sentuhan yang dia berikan.
Jungkook sedikit mendorong Taehyung ke depan mengangkat bokong sintalnya dan membuat kekasihnya itu menungging. Melihat bongkahan padat yang masih terbalut kain itu pun sudah membuat tubuh bagian bawah milik Jungkook ON dengan hitungan detik.
Jungkook segera membuka celananya sendiri dan begitu juga dengan Taehyung. Tak perlu basa-basi atau jual mahal, mereka sama-sama sedang menginginkan kenikmatan.
"Uhhh~"
Jungkook melakukan pijatan pada bokong mulus Taehyung dan sedikit memberinya tamparan. Memberi sensasi baru pada Taehyung. Jungkook mengajaknya bermain kasar. Ok! Taehyung akan mencoba untuk mengimbanginya.
Jungkook menendang kursi kerja yang memiliki kaki dengan roda kecil di tiap sisinya, membuangnya jauh ke belakang agar tak menganggunya. Jungkook akan berjongkok di bawah Taehyung setelah ini.
Dan setelah memposisikan dirinya sesuai dengan apa yang ia mau, Jungkook lalu mengelus sensual bokong Taehyung dan merenggangkannya agar membuka lebar dua bilah bokong itu. Memperlihatkan dinding rektrum yang sudah berkedut. Seakan memberi ucapan selamat datang untuk miliknya yang sudah menegang sempurna.
Jungkook meneguk ludahnya, mehannya agar tak menetes ke luar. Napsunya yang sudah meronta, membuat dirinya hampir tak bisa mengontrol lagi segala reaksi pada tubuhnya.
Bunyi cecapan dari bibir Jungkook yang mencium pipi bokong Taehyung semakin membuat tubuh Taehyung meremang. Ciuman yang begitu dalam dan hidmat. Jungkook masih meremasnya dengan gemas, membuat sang empunya semakin resah hingga nyaris tersedak dengan suara desahannya sendiri tatkala ada sensasi basah dan panas yang menyerang titik paling sensitivenya.
Jungkook menjulurkan lidahnya, mengetuk lubang berkerut milik Taehyung. Sedikit memaksa meminta aksesnya lebih dalam. Lagi pula Taehyung juga tak berniat menolaknya.
Suara desahan Taehyung semakin berat. Ujung lidah Jungkook yang sudah berkecipuk di dalam anal Taehyung membuat Taehyung semakin pening bukan main, terutama ketika Jungkook menyesapnya. Hampir Taehyung lupa bagaimana caranya bernapas.
Puas melihat Taehyung frustasi hanya karena permainan lidahnya, kini saatnya Jungkook menuju ke permainan inti. Memasukkan apa yang seharusnya dimasukkan.
Jungkook mengurut pelan penisnya yang sudah menegang dan mengeras sedari tadi, mengarahkan untuk segera memasuki lubang hangat yang selalu menjepit dan meremat penisnya kuat-kuat di dalam sana. Lubang yang
selalu sukses membuatnya menggeram nikmat dan selalu ingin lagi dan lagi. Candu. Seolah setiap hari bercinta dengan lubang Taehyung pun masih tak akan pernah cukup.
"Ahhh ... ahh ... " Taehyung kembali tersengal-sengal ketika merasakan ada yang melesak ke dalam lubang analnya dan bergerak maju mundur menggeser dinding rektumnya.
"Arghhhh ... so tight ... Tae .... Ahhh ..." Jungkook menggeram kala penisnya benar-benar dijepit dengan kekuatan penuh di dalam anal Taehyung.
Jungkook menangkup ke dua bokong Taehyung. Memberinya remasan sembari menggerekkan pinggulnya, menumbuk lubang Taehyung lebih keras dan lebih dalam. Mencari satu titik yang akan membuat mereka berdua menjerit nikmat.
"Lebih dalam Ahhh ... ahhh ..." Taehyung tak tahu lagi harus bertumpu pada apa. Lututnya sudah lemas, dan nafasnya yang mulai terdengar berat secara tidak langsung sudah menyita sebagian tenaganya. Tapi ini terlalu nikmat, terlebih ketika Jungkook tsrus mengenai titik manisnya.
"Jungkook ... a ... ahhh ... Itu adalah seruan frustasi dari Taehyung. Bahkan Taehyung sudah tidak sanggup lagi mengangkat kepalanya.
"Bersama sayang ... Ahhh ..." Jungkook dan Taehyung klimaks bersamaan.
Cairan hangat yang memenuhi lubang Taehyung yang masih terus berkedut dan cairan sperma Taehyung yang kali ini menyembur mengotori lantai.
Jungkook mencabut penisnya dari dalam lubang anal Taehyung dan lalu membalik tubuh lemas yang dengan wajah yang penuh keringat. Jungkook mengusap rambut Taehyung yang basah akan keringat sebelum mendaratkan ciumannya di bibir merah Taehyung. Hanya ciuman singkat sebagai penutup ronde pertama.
Setelahnya Jungkook mengangkat tubuh Taehyung dan membawa Taehyung masuk ke dalam kamar mandi yang ada di ruangan kerja Jungkook. Dan yang pasti tujuan Jungkook membawa Taehyung masuk ke dalam kamar mandi bukanlah untuk mandi. Ohh ayolah ... baru satu kali ronde. Bukan Jungkook dan Taehyung namanya jika tak beronde ronde ketika sedang bercinta.
Entah untuk yang keberapa kalinya Jungkook dan Taehyung klimaks, sampai Taehyung benar-benar tak bisa berjalan. Kembali ke kamar dan tentu di gendong Jungkook.
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi dan Jungkook baru bisa memejamkan matanya pukul 6 pagi. Melanjutkan pekerjaanya yang tertunda karena panggilan hormonnya yang sudah siaga satu setiap kali melihat Taehyung.
Sedangkan Taehyung yang sudah tertidur pulas sejak dibawa ke kamar dan dibaringkan Jungkook dengan lembut di atas ranjang. Bak seorang bayi.
.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
KAMU SEDANG MEMBACA
D.O.P [[ KookV ]]
Fanfiction[[ End~ ]] Part terakhir dikemas dalam bentuk PDF berbayar~ Siapapun boleh mengambilnya dengan cara payment~ Dan akan dikirim lewat email yang sudah diberikan keamanan~ Jika menemukan cerita yang serupa dengan judul yang sama~ Itu memanglah cerita y...
![D.O.P [[ KookV ]]](https://img.wattpad.com/cover/305400020-64-k879122.jpg)