Final;5

57 8 0
                                        

Sudah satu minggu setelah insident penyekapan Jungkook waktu itu. Penyekapan yang hanyalah jebakan agar mengantarkannya pada pembuat masalah yang sebenarnya.

Zhang Dohyun ternyata selama ini bekerja sama dengan saudaranya Zhang Kijoon, yang pura-pura kabur setelah menggelapkan dana team mereka hanya untuk keuntungan pribadi.

Memanfaatkan kematian Jeon Linyi untuk mengambil alih saham secara diam-diam. Kini dua ber saudara Zhang itu yang tak lain adalah paman Jungkook telah mendekam di penjara. Lima tahun rasanya cukup untuk menyadarkan mereka. Dohyun sendiri mencoba kabur pada malam itu, tapi aksinya segera dicegah oleh pera polisi yang sudah dalam keadaan siaga semua.

Jungkook tertawa kecil setiap mengingat muka sang paman yang sudah tidak tampan lagi akibat ulah Baekhyun. Ah~ dan jangan lupakan muka pamannya saat memelas memohon pengampunan. Sangat berbeda sekali dengan kesombongan yang sempat dia tunjukkan pada Jungkook. Keponakan mereka sendiri.
.

.

.

Kesehatan Jungkook sudah berangsur pulih dan sekarang ia sedang mencoba menyesap main-main batang nikotin di balkon kamarnya. Hanya iseng untuk mengurangi hawa dingin di awal bulan Januari. Sambil menatap layar ponselnya dan lalu ia tersenyum bahagia menatap ponselnya, membaca pesan yang dikirim dari sepupunya, Xiao Zhan.

Xiao Zhan mengabari bahwa kondisi kakak iparnya Xu lulu sudah berangsur membaik. Bahkan beberapa kali Xu lulu sudah mau bicara dengan Sean walau hanya sekedar menyapa. Setidaknya Xu lulu mengingat Xiao Zhan.

Tak lama Jungkook berada di balkon kamarnya, ada tangan cantik yang bertengger apik di pinggangnya ia rasakan. Dan tak perlu membuang-buang pikiran untuk menebak siapa sosok itu, kini Jungkook langsung membuang batang nikotinnya dan berganti menyesap bibir orang yang ada di sebelah-nya.

"Apa yang membuatmu begitu sangat terlihat bahagia?" Tanya Taehyung sembari memutar tubuhnya. Posisi Taehyung membelakangi pemandangan luar. Karena baginya, orang yang ada di depannya, lebih indah dari apapun.

Jungkook tersenyum dan melepaskan tangan Taehyung yang masih melingkar di pinggangnya. Kali ini Jungkook ingin lengan Taehyung mengalung di lehernya.

"Kamu." Jawab Jungkook singkat dengan senyum tipisnya yang tak lupa ia sematkan di antara lumatan yang sudah kembali Jungkook lakukan pada bibir Taehyung.

"Gombal." Cerca Taehyung tak percaya. Tapi wajahnya tak bisa berbohong. Taehyung tersipu dan pipinya menghangat. Sehangat ciuman Jungkook yang Taehyung tebak tidak akan berakhir dengan cepat.

Awal tahun yang indah untuk mengawali semua kebahagiaan.

Memanjatkan do'a yang sama dalam hati mereka masing-masing, bahwa mereka ingin bahagia dan hidup lebih lama untuk saling mencintai seperti ini.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.

Semua orang berkumpul di ruang tamu. Taehyung sudah siap mendengarkan segala pengakuan Jungkook. Duduk di sofa bersebrangan dengan tempat duduk Jungkook.

Melipat ke-dua lengannya dan terus mengangkat satu alisnya. Tanda dia sudah tak sabar dan harus mendapat semua pengakuan dari Jungkook, tidak boleh ada yang dirahasiakan lagi.

Melihat tuannya yang gugup Baekhyun mencoba membuka suara, memecah keheningan yang sudah berlangsung 20 menit itu. Hell! Bahkan jika waktu itu dipergunakan untuk membunuh orang, mungkin lelaki itu sudah menghabisi sekitar lima belas orang.

"Ekhemmm" Dehem dari Baekhyun sebagai pembuka kalimat.

Atensi Taehyung pun pindah ke arah sumber suara itu. Menatap lelaki yang meminta perhatiannya.

"Saya Baekhyun dan ini rekan saya Chanyeol, kami Bodyguard dari team Alpha yang bekerja untuk tuan Jeon Jungkook" Baekhyun dan Chanyeol yang menunduk hormat bersamaan.

Taehyung hanya membalas senyuman dan kemudian memutar hazel nya ke arah lain. Dua wanita cantik. Sadar mendapat sorotan Alexa pun membuka suaranya.

"Saya Alexa dan ini rekan saya Renatta, kami Bodyguard dari team Omega yang bekerja untuk tuan Jeon Jungkook menjaga Sohyun dan Yoojung dan juga anda tuan Kim Taehyung" Alexa dan Renatta menunduk hormat seperti Baekhyun dan Chanyeol.

"Kalian tidak ada hubungan di luar profesi kalian dengan Jungkook kan?" Tanya Taehyung mengintimidasi, ke dua wanita itu terperanjat namun langsung buru-buru merubah wajah mereka. Mereka menggeleng cepat, dan menatap sang tuan memohon bantuan.

"Sayang, kau tau bagaimana aku menunggumu selama ini" Kata Jungkook mengingatkan, walaupun dalam hati lelaki dominan itu bersorakeuphoria dengan kecemburuan yang di tampakkan terang-terangan oleh Taehyung.

Taehyung menghela nafas panjang dan menatap Jungkook. Baru saja dia mau membuka mulutnya namun suara nyaring menginterupsinya,

Teng!

Teng!

Teng!

Waktunya makan epribadih!

Suara pukulan panci ramen Sarah yang mengejutkan semua orang yang ada di ruang tamu. Sarah sudah menyiapkan hidangan sederhana untuk semuanya. Sedari tadi dia heboh memasak ramen dengan ke dua asistennya Yeonjun dan Soobin. Ke dua pemuda itu dia paksa sebenarnya.

Suasana yang semula tegang jadi menghangat dengan bau harum dari ramen pedas dan menikmati bersama penuh dengan tawa riang dari semua orang. Ya! Untuk kali ini saja Jungkook bersyukur terlepas dari tatapan maut kekasihnya.

Mereka semua yang ada di sana menyantap dengan sangat nikmat menjurus ke rakus. Saling berperang sumpit hanya untuk mencapit mie lebih banyak. Sang koki pun nyaris tak kebagian. Tapi itu bukan masalah. Selama Chanyeol dan Baekhyun tak memakan pancinya, maka Sarah akan memasak ramen lagi setelah ini.

.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.

D.O.P [[ KookV ]]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang