ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKTUH.
BAGAIMANA KABAR KALIAN? SEMOGA SELALU SEHAT DAN BAHAGIA.
HAPPY READING 📚.
SALAM SAYANG DARI AKU💙.
***
Sebelum lanjut, kalian bisa support aku dengan vote, bantu share ke teman-teman kalian juga ya, dan tinggalkan jejak😊
Karena nggak akan lama lagi kita akan berpisah dengan story Aziza dan Faizal.
***
Aziza menatap layar laptop yang Alif tunjukkan kepadanya, ada beberapa foto dan alamat, tentunya foto Bunda dengan seorang pria paruh baya, dan alamat yang ternyata lokasinya tidak berada jauh dari rumah mereka dulu. Aziza menatap Alif, laki-laki itu mengangguk seakan membenarkan arti tatapan adiknya.
"Jadi benar?" tanya Aziza tidak percaya, ada nada kekecewaan yang terselip di sana.
"Baru satu bulan yang lalu mereka mengadakan resepsi," jelas Alif, Aziza menghembuskan nafas kasar, akhirnya apa yang Dia takutkan selama ini terjadi.
Bundanya menikah dengan seorang pria paruh baya yang sudah Aziza tahu karena memang selama ini mereka sangat dekat, bahkan sang pria terkadang datang ke rumah untuk menjemput atau hanya sekedar bertemu dengan Bunda.
Sejak awal Aziza tidak pernah setuju dengan hubungan ke duanya, pria paruh baya itu sudah memiliki istri dan bahkan tiga orang anak. Ya, Bunda dapat dikatakan sebagai seorang pelakor, setelah menjalin hubungan terlarang selama tiga tahun, akhirnya beberapa bulan yang lalu mereka meresmikan hubungan dengan ikatan yang sah---sebuah pernikahan. Entah bagaimana nasib istri dan ketiga anak pria tersebut.
"Aku padahal udah ingetin bunda untuk nggak melanjutkan kelakuannya itu," ucap Aziza lelah, Alif mengusap bahu kecil adiknya.
Beberapa detik terjadi keheningan, sampai akhirnya suara deringan pada beda pipih milik Alif mengembalikan fokus mereka berdua.
"Abang angkat dulu," izinnya, Aziza mengangguk lalu mengambil alih laptop milik Alif.
Aziza menggeser semua foto-foto tersebut, merasa sedih sekaligus kesal, bisa-bisanya Bunda menikah dengan seseorang yang rumahnya hanya berjarak tiga rumah dari tempat mereka dulu tinggal. Aziza menggeleng tidak habis pikir, bagaimana Dia bisa kembali ke rumah tersebut jika Bundanya saja pasti sedang menjadi tranding topik. Menikahi suami tetangga sendiri, judul yang bagus.
"Aziza maaf banget, abang keluar sebentar ya. Cuman di polsek depan, ada yang harus abang urus." Aziza mendongak, menatap Alif yang bahkan sudah rapi dengan baju dinasnya.
"Iya."
"Kamu jangan ke sana dulu, nanti sama abang atau tidak sama suamimu. Kamu jangan kemana pun selama abang pergi, jangan menerima tamu jika laki-laki, abang kunci rumah dari luar. Kalaupun ada tamu perempuan, pintunya bisa dibuka dari dalam, kuncinya ada di laci meja dekat pintu," pesan Alif panjang lebar, Aziza terkekeh kecil, merasa lucu dengan ucapan Alif.
"Iya, siap, udah kamu pergi sana." Alif ikut tersenyum.
"Abang pergi dulu, nggak sampai satu jam. Assalamu'alaikum."
"Iya, hati-hati. Wa'alaikumssalam."
Aziza kembali fokus pada laptop milik Alif, memperhatikan secara detail lima foto Bunda, apalagi foto wanita tersebut yang berlatarkan bandara, bahkan pria yang sekarang berstatus sebagai suami Bunda rela menjeputnya di bandara. Aziza menggeleng tidak paham, entah apa yang Bunda lakukan sampai pria itu mau saja menikahi Bunda, sedangkan Bunda sendiri pernah menjadi buronan polisi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Persimpangan Jalan (END)
Fiction générale⚠️JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ *** Kira-kira bagaimana perasaan kalian, ketika ada beberapa orang yang tidak kalian kenali mengaku menjadi keluarga, bahkan salah satunya mengaku menjadi calon suami, bagaimana? Mungkin yang kalian rasakan ad...
