Informasi

1.4K 83 2
                                        

ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

BAGAIMANA KABAR KALIAN? SEMOGA SELALU SEHAT DAN BAHAGIA.

HAPPY READING 📚.
SALAM SAYANG DARI AKU💙.

Minta tolong kalau menu typo di ingetin, biar nanti pas revisi bisa sat-set.

Apalagi aku nulis ini jam 12 malam, kurang 21 menit menuju jam 01.

***

Dua hari berlalu, dan Faizal belum juga mendapatkan kabar tentang keberadaan istrinya. Dia sudah meminta bantuan kepada Alif, karena memang hanya Alif yang Faizal beri tahu tentang Aziza yang tiba-tiba menghilang dan tidak ada kabar sampai sekarang.

Faizal belum memberitahu kabar ini kepada orang tuanya, dan Alif juga melarang untuk memberitahu Zahrah dan Arkan, mengingat betapa sayangnya Zahrah terhadap putrinya, Alif hanya khawatir wanita itu akan melakukan hal-hal yang justru hanya akan memperkeruh suasana.

Selama dua hari, Faizal tidak pernah menginjakkan kakinya di pondok dan meminta izin dengan alasan sedang ada urusan penting. Hari-harinya Dia habiskan dengan mengunjungi beberapa tempat yang biasa Aziza datangi, Faizal tidak melaporkan hal tersebut ke kantor polisi, karena Alif melarangnya, entah apa alasan pastinya, Faizal tidak tahu, lagi pula Faizal juga percaya dengan saudara dari istrinya itu. Alif justru mengatakan jika semuanya baik-baik saja.

Mungkin, ketika seseorang melihatnya, Faizal tergolong cukup tenang untuk hitungan seorang suami yang kehilangan kabar istrinya, tapi hanya Faizal yang tahu bagaimana perasaan menganggu itu menyerangnya beberapa hari ini, perasaan  tidak pernah tenang.

Kali ini jauh lebih risau dibanding dulu saat Aziza yang juga menghilang dan ternyata pergi dengan orangtuanya. Dia tidak tahu bersama siapa Aziza sekarang? Apa dia baik-baik saja? Apakah Dia ada ditempat yang aman? Dan tentu Faizal bingung alasan dibalik menghilangnya Aziza.

Jika mengingat kebelakang, Faizal rasa hubungannya dengan Aziza baik-baik saja, Dia tidak membuat kesalahan yang memancing antah istrinya, lantas apa alasannya?

Hari itu, Faizal pulang setelah shalat berjamaah magrib di pondok, Dia mendapati rumah yang masih gelap, saat masuk Dia juga tidak melihat tanda-tanda keberadaan Aziza, Dia berusaha mencari di setiap sudut rumah, tapi yang Dia dapati hanya masakan yang belum matang. Hal itu membuat segala pikiran buruk mulai berdatangan, tapi sebisa mungkin Faizal mencoba tenang.

Malamnya, Faizal dengan sabar menunggu Aziza di teras rumah, sampai jam menunjukkan pukul dua dini hari, perasaannya mulai tidak tenang, Dia mulai merasa gelisa, dan itu terus berlanjut hingga hari ini. Faizal sama sekali tidak tahu ke mana perginya Aziza.

"Gimana, Lif? Udah dapat kabar?" tanya Faizal saat Alif pagi-pagi buta sudah ada di rumahnya bahkan masih menggunakan seragam dinas.

Jangan tanyakan waktu tidur Faizal, bersyukur jika tidurnya sudah cukup satu jam sealama dua hari ini. Pulang jam 12 malam, tiba di rumah bukannya langsung istirahat, Faizal justru mengambil Al-qur'an, membacanya sampai larut, menjelang sepertiga malam, lalu memejamkan matanya sekitar beberapa menit, dan terbangun kembali untuk melaksanakan beberapa shalat sunnah, dan setelah itu lanjut membaca Al-qur'an hingga azan subuh memanggilnya untuk ke mesjid.

Menurut Faizal, Dia tidak sendiri, ada Rab-nya yang senantiasa mendengar segala lirihannya disetiap sujudnya, rasa khawatir Faizal tidak akan membuatnya lalai dan lupa jika sebaik-baiknya berharap, hanya kepada Allah.

"Zal, gue mau beri tahu sesuatu." Faizal mengangguk, meski Dia mulai merasa aneh dengan hal yang akan Alif katakan.

Alif menatap serius iparnya, setelah menghela nafa beberapa kali, bsrulah Alif menyampaikan hal yang jujur saja membuatnya cukup shock.

Persimpangan Jalan (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang