ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
BAGAIMANA KABAR KALIAN? SEMOGA SELALU SEHAT DAN BAHAGIA.
HAPPY READING 📚.
SALAM SAYANG DARI AKU💙.
***
Dari banyaknya plot tiwts di hidup Aziza, kenapa bertemu dengan sahabat lamanya di kawasan pondok harus menjadi salah satu plot twist tersebut?
Aziza berdiri kaku tepat setelah menutup kembali pintu mobil. Sekitar lima meter dari tempatnya berdiri sekarang, perempuan yang dulu berstatus sebagai sahabat dekatnya terlihat sedang mengobrol dengan mertuanya, sepertinya belum menyadari kehadiran Aziza dan Faizal.
"Sayang, kenapa melamun? Ayo, katanya nggak sabar ketemu sama ummi." Aziza tersentak ketika bahunya mendapat tepukan pelan. Dia tersenyum tipis ke pada Faizal sambil mengangguk singkat.
Meski ragu, Aziza juga tidak bisa menolak saat Faizal mulai menariknya untuk mendekati Faizah dan Fausan, serta seorang perempuan dengan penampilan yang dapat dikategorikan sopan.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumssala."
Faizal menyalami tangan kedua orangtuanya, sedangkan Aziza berusaha tersenyum ke arah perempuan tersebut yang juga terlihat cukup terkejut dengan kehadirannya, atau mungkin dengan penampilannya yang sekarang.
"Ibu sama ayah, gimana kabarnya?" tanya Aziza setelah menyalami Faizah dan Fausan. Berusaha bersikap jika semua baik-baik saja.
"Alhamdulillah, kami baik, nak. Kamu sendiri?" tanya Faizah.
"Alhamdulillah, baik juga, Bu."
"Lo, Aziza?" Semua orang saling memandang satu sama lain. Terutama Faizal yang langsung menatap istrinya.
"Kamu ingat aku ternyata, aku kira kamu lupa." Aziza meresponnya dengan ramah, tentu dengan senyumnya yang khas.
"Mana bisa gue lupa sama orang___."
"Apa kabar, Siska?" tanya Aziza memotong ucapan Siska, benar Siska sahabat Aziza, atau mungkin sudah menjadi mantan sahabat?
Siska sendiri memutar bola matanya malas setelah mendengar pertanyaan Aziza, tapi Dia juga tetap tersenyum, melihat senyum itu entah kenapa Aziza tidak suka melihatnya. Seperti senyum mengejek.
"Baik, baik banget bahkan."
"Kalian saling kenal?" tanya Faizah, Aziza mengangguk.
"Dia dulu teman kerja aku, Bu."
"Owhh, kebetulan banget berarti. Siska ini alumni pondok di sini, hari ini dia anterin adiknya yang baru aja masuk pondok." Aziza cukup terkejut mendengar penjelasan Faizah. Dulu, Dia dan Siska memang sangat dekat, tapi Dia tidak begitu tahu riwayat pendidikan Siska, yang Aziza tahu, Siska itu adalah alumni universitas swasta yang cukup elit di kawasan kota.
Jika dulu Aziza luamayan paham dengan agama, sepertinya Dia bisa menebak asal-usul Siska, karena dulunya Siska memang dikenal sebagai seorang perempuan dengan pakaian sopan yang dipadukan hijab, makanya saat Dia dijatuhi hukuman penjara, banyak yang tidak menyangka, bahkan ada yang sampai menghina, dan Aziza semakin bersalah jika mengingat itu.
"Eh iya, nak Siska, kenalin ini menantu ummi, istrinya Faizal." Siska terlihat tidak begitu terkejut, Dia memang sudah menebak, apalagi saat Dia mencuri-curi pandang pada Faizal, pria itu justru hanya fokus pada Aziza.
"Eh iya, ummi masak banyak, nak Siska mau ikut makan siang juga?" tanya Faizah, Aziza spontan menoleh pada Faizal, seakan paham, pria itu justru hanya tersenyum menenangkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Persimpangan Jalan (END)
General Fiction⚠️JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ *** Kira-kira bagaimana perasaan kalian, ketika ada beberapa orang yang tidak kalian kenali mengaku menjadi keluarga, bahkan salah satunya mengaku menjadi calon suami, bagaimana? Mungkin yang kalian rasakan ad...
