ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
BAGAIMANA KABAR KALIAN? SEMOGA SELALU SEHAT DAN BAHAGIA.
HAPPY READING 📚.
SALAM SAYANG DARI AKU💙.
***
Memiliki pasangan seperti Faizal seperti mendapatkan keuntungan seumur hidup, terkadang Aziza selalu berpikir, amalan apa yang pernah Dia lakukan sewaktu muda dulu sehingga balasannya adalah seorang Faizal Anugrah?
Aziza baca dari media sosial, salah satu hal yang paling harus dikhawatirkan dalam rumah tangga itu, adalah orang ke tiga. Namun, sampai di titik ini, Aziza bahkan belum pernah mendapati Faizal memperkenalkan teman perempuannya. Padahal Aziza sudah mewanti-wanti suaminya itu untuk segera memperkenalkan teman perempuannya, agar nantinya tidak ada kesalah pahaman, tapi Faizal justru mengatakan.
"Aku nggak punya teman perempuan, dari SD sampai sekarang, jadi siapa yang harus aku perkenalkan?"
Meski begitu, jangankan teman perempuan, teman laki-lakinya saja Faizal tidak ingin memperkenalkannya. Dulu, saat Aziza ke rumah mertuanya, bertepatan saat itu teman kuliah Faizal datang berkunjung, tapi pria itu justru menyuruhnya untuk masuk ke kamar, dan tidak ke luar sampai Dia kembali ke kamar. Aneh memang.
Aziza jadi berpikir, apa hidup Faizal sekaku itu? Aziza jika punya kesempatan, maka Dia akan memperkenalkan Faizal dengan seluruh teman-temannya, dari SD sampai kerja, tapi sayang sekali, dari banyaknya teman yang Dia miliki, tidak satu pun yang Aziza tahu sekarang. Benar-benar sudah lost contac.
Faizal memang mengaku tidak mempunyai teman perempuan, tapi itu tidak serta-merta membuat Aziza bersantai. Bisa saja 'kan ada perempuan gatal di luar sana yang terpesona dengan suaminya? Tapi Aziza percaya pada Faizal, suaminya itu tidak mungkin melakukan hal sekotor itu. Pria itu sendiri yang mengatakan, jika pernikahan itu murni, suci, dan bersih, maka tidak boleh dikotori dengan kemaksiatan.
Pada akhirnya jawaban dari semuanya, adalah kepercayaan dan komunikasi.
"Assalamu'alaikum." Aziza tersentak mendengar ucapan salam itu tepat di telinganya.
"Wa'alaikumssalam. Kamu ish, ngangetin aja. Kalau aku jantungan, terus langsung meninggal gimana?" tanya Aziza kesal sambil mengusap-usap dadanya.
"Pikiranmu terlalu jauh. Lagian dari tadi aku salam nggak dijawab-jawab. Kamu ngelamunin apa?" tanya Faizal sambil meletakkan tasnya yang berisi laptop di atas meja, tidak lupa menyodorkan tangannya pada Aziza yang sedang duduk di sofa, seolah paham, Aziza langsung menyalaminya.
"Lagi mikir, mungkin nggak ya kamu ngelakuin yang namanya selingku?" jujur Aziza. Faizal terlihat terkejut, lalu setelahnya tertawa sambil duduk di samping Aziza.
"Kok ketawa?"
"Lucu aja, mana bisa aku selingkuhin kamu. Kamu sendiri itu sudah setara sama perempuan-perempuan di luar sana, jangankan setara, level kamu aja sudah diatas rata-rata," ucap Faizal membuat Aziza tidak dapat menahan senyumnya, juga rona merah yang perlahan merambat dari pipi ke telingnya. Kenapa pula Faizal sangat jago membuatnya tidak mengkhawatirkan apapun?
"Apan sih, bisa aja." Aziza terkekeh sambil menyelipkan rambutnya ke belakang telinga. Pergerakannya tidak lepas dari pandangan Faizal, sang suami hanya tersenyum melihat reaksi salting istrinya yang terlihat sangat lucu sekaligus menggemaskan.
"Serius, nggak mudah tahu cari yang seperti kamu di luar sana, dan mungkin nggak bakal ada."
"Yaiyalah nggak ada, aku ya aku, nggak akan ada yang bisa kayak aku. Dimana lagi coba kamu dapat istri kayak aku gini," ucap Aziza sambil mengibaskan rambutnya yang digerai, lalu tertawa sendiri, merasa geli dengan sikap percaya dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Persimpangan Jalan (END)
General Fiction⚠️JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ *** Kira-kira bagaimana perasaan kalian, ketika ada beberapa orang yang tidak kalian kenali mengaku menjadi keluarga, bahkan salah satunya mengaku menjadi calon suami, bagaimana? Mungkin yang kalian rasakan ad...
