Faizal dan Aziza

1.8K 83 8
                                        

ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

BAGAIMANA KABAR KALIAN? SEMOGA SELALU SEHAT DAN BAHAGIA.

HAPPY READING 📚.
SALAM SAYANG DARI AKU💙.

***

Setelah memastikan Roni benar-benar sudah pergi, Faizal lantas kembali masuk untuk menemui Aziza lagi, ada begitu banyak pertanyaan yang ingin Dia tanyakan.

Saat berada dua meter dari tempat Aziza duduk sambil memunggunginya, Faizal menghembuskan nafas pelan lebih dulu, Dia tidak boleh terlalu terbawa suasana hatinya sekarang.

Aziza yang menyadari kedatangan seseorang lantas mendongak, perempuan itu tersenyum sambil mengangkat benda pipih milik suaminya.

"Maaf nggak izin dulu, soalnya bosan jadi buka galeri-galeri kamu," ucap Aziza yang mendapat usapan lembut di pucuk kepalanya.

"Kamu nggak harus izin," balas Faizal disertai senyuman manis. Faizal beralih duduk pada kursi yang tadi Aziza duduki, karena memang sekarang Aziza sedang duduk dibekas duduknya tadi.

"Kamu nggak suka foto ya? Di sini cuman ada beberapa foto berkas, aku, jalanan, foto kamu aja cuman beberapa," ucap Aziza sambil menyodorkan benda yang Dia mainkan saat bosan tadi kepada pemiliknya.

"Berfoto bukan kebutuhan ataupun keinginan yang harus aku penuhi, cukup satu atau beberapa, agar jika hilang dan seseorang mendapatnya ada sedikit petunjuk untuk mereka yang baik, dan hal yang mengkhawatirkan jika yang mendapatkannya adalah mereka yang kurang baik."

Aziza mengangguk, "Jadi itu alasan kamu ngelarang aku simpan foto tanpa hijab di galeri?" tanya Aziza, Faizal tersenyum sambil mengangguk.

Memang dulu, Aziza sempat kedapatan sedang berfoto tanpa menggunakam hijab, dan saat itu juga Dia mendapatkan ilmu dari suminya, jika hal itu bisa berakibat buruk nantinya jadi, ada baiknya dihindari dari sekarang.

"Tentang ucapan Roni tadi, bisa kamu jelaskan?" tanya Faizal, Aziza tersenyum. Menurutnya bukan hal yang sulit.

Aziza hanya perlu menceritakan tentang kedatangan Ibu dari Roni, syarat yang diajukan oleh wanita itu agar Dia mencabut laporannya, lalu terakhir tentang surat perjanjian yang Dia tandatangani, perjanjian yang kata Roni adalah hal bodoh.

"Aku nggak salah 'kan?" tanya Aziza saat melihat Faizal yang hanya Diam.

Cukup lama terjadi keheningan, hingga akhirnya Faizal hanya bisa tersenyum. Bukannya menjawab pertanyaan istrinya, Faizal justru menceritakan dengan suka rela obrolannya dengan Roni tadi.

Tentang peran Aziza di dalam hidup seorang Roni. Sangat membekas, dan penuh kenangan.

"Jadi, bisa aku tahu alasan kamu melakukan hal yang jelas-jelas bisa berakibat buruk untuk kamu di masa yang akan datang?" tanya Faizal, Aziza menatap lama mata Faizal yang sepertinya memang sangat-sangat ingin jawaban.

Melihat diamnya Aziza, Faizal lantas meraih tangan istrinya yang masih berada di atas meja, mengenggamnya dengan erat. "Aku tahu, aku pernah bilang jika kesalahan dimasa lalu hanyalah bentuk pembelajaran kita untuk masa depan, tidak perlu tahu alasannya, karena menusia memang tempatnya salah."

Faizal menjedanya saat Aziza menunduk. "Tapi Aziza, setelah tadi mendengar Roni berbicara banyak tentang kamu, aku justru merasa Dia lebih mengenal kamu daripada aku, dan fakta itu membuat perasaan aku menjadi aneh, aku merasa sesuatu di dalam diri aku sangat ingin tahu banyak tentang masa lalu kamu, meski itu baik atau nggak."

Persimpangan Jalan (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang