ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKTUH.
BAGAIMANA KABAR KALIAN? SEMOGA SELALU SEHAT DAN BAHAGIA.
HAPPY READING 📚.
SALAM SAYANG DARI AKU💙.
***
Setelah kejadian kemarin, tepatnya saat Azila merasakan pingsan untuk pertama kali dalam hidupnya yang ternyata Dia sendiri tidak tahu mengapa dirinya bisa mengalami hal seperti itu. Sekuat apapun Dia mencoba mengingatnya, semua sia-sia.
***
"Kejadiannya bagaimana?" tanya Faizal kepada dua santriwati yang ternyata sudah menunggunya sejak tadi di teras rumah.
"Secara pasti, kamu tidak tahu ustadz penyebabnya. Tapi kami akan jelaskan secara rinci dari setelah kami keluar dari area asrama, mungkin dari situ ustadz bisa menemukan jawabannya." Faizal mengangguk, di sampingnya juga ada kedua orang tua Azila yang baru saja tiba. Sedangkan orang tuanya sendiri, sudah kembali ke aula.
"Jadi, rencana saya sama Aliyah mau ke warung depan, kami nawarin Kak Azila mau ikut atau tidak, dan Dia mau ikut...." Linda menjelaskan dengan sedetail mungkin, mulai dari saat mereka ke luar dari area pondok, dan berakhir saat Linda yang mengabari Faizal tentang keadaan Azila.
"Apa tidak ada kejadian sebelum itu?" tanya Zahrah.
"Tidak ada, ummi," jawab Linda.
Semua orang terdiam.
"Apa Kak Azila ada trauma? Atau mungkin Kak Azila punya ketakutan dengan yang namanya kecelakaan?" tanya Aliyah yang akhirnya membuka suara setelah terdiam sejak tadi, dan tentunya sambil menunduk, rasa takut masih bersemayang di dalam tubuhnya. Padahala jika dipikir-pikir mereka tidak salah sama sekali.
"Bisa jadi, ustadz," ucap Linda menyetujui ucapan Aliyah.
"Atau Kak Azila pernah kecelakaan sebelumnya, mungkin itu penyebabnya," tambah Linda, membuat Faizal termenung.
Ke dua orangtua Azila juga saling melempar pandangan.
"Apa setelah kecelakaan itu dan setelah Azila pulih, Dia pernah seperti hari ini?" tanya Faizal pada mertuanya.
"Tidak, seingat ummi Azila tidak pernah seperti hari ini, karena memang dulu ummi tidak mengizinkan Azila membawa mobil lagi."
"Atau mungkin juga karena Azila memanh sangat jarang, bahkan dalam satu bulan hampir tidak pernah keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak, jika pun keluar tidak boleh sendiri dan hanya sebentar, dan Azila juga tidak pernah mendapati kecelakaan tepat di depan matanya," tambah Arkan, Faizal mengangguk.
"Ada baiknya, kamu bawa Azila ke rumah sakit, bagaimana pun kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Azila," lanjut Arkan yang diangguki oleh Zahrah.
"Insyaa Allah, Bi."
***
Mendengar penjelasan dari Faizal tentang percakapannya dengan orangtuanya, serta Aliyah dan Linda, membuat Azila berpikir keras. Karena Azila lupa dengan ingatan yang sempat berputar di memorinya kemarin saat peristiwa tersebut.
"Kamu beneran nggak tahu kenapa kamu bisa kayak kemarin?" tanya Faizal untuk kesekian kalinya. Sekarang mereka sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.
"Gue beneran nggak tahu Zal, tapi yang Linda katakan ada benarnya sih Zal, lo tahu 'kan gue pernah kecelakaan, dan memang kecelakan itu masih membekas banget diingatan gue, apalagi itu adalah ingatan terakhir gue setelah gue sadar dari koma," ucap Azila yang diam-diam mendapat lirikan dari Faizal. Terlihat jelas bagaimana raut wajah Azila yang berpikir keras, membuat Faizal tersenyum tipis, terlihat sangat lucu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Persimpangan Jalan (END)
Ficción General⚠️JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ *** Kira-kira bagaimana perasaan kalian, ketika ada beberapa orang yang tidak kalian kenali mengaku menjadi keluarga, bahkan salah satunya mengaku menjadi calon suami, bagaimana? Mungkin yang kalian rasakan ad...
