ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
BAGAIMANA KABAR KALIAN? SEMOGA SELALU SEHAT DAN BAHAGIA.
HAPPY READING 📚.
SALAM SAYANG DARI AKU💙.
***
Duduk berhadapan dengan polisi sebagai saksi bukan menjadi pengalaman pertama Aziza, tapi duduk dan berhadapan dengan Dia yang berstatus sebagai tersangka adalah hal yang pertama.
Aziza sudah pernah membayangkan Dia akan berada di tempat ini, tapi untuk kasus yang lain. Bukan justru kasus yang bahkan sudah pernah Dia lupakan, kasus yang Dia kira tidak akan pernah terungkit kembali.
"Mama, ini apa-apaan sih?" Seseorang yang baru saja datang, tapi langsung membuat keributan, siapa lagi jika bukan Roni. Lira menyambut anaknya dengan senyuman lebar.
"Akhirnya kamu datang, lihat? Lihat mantan kekasih kamu, ternyata dia juga pelaku kasus korupsi di kantor kamu," ucap Lira menyambut anaknya, sambil menunjuk Aziza yang terus menunduk, Roni menatap dengan penuh rasa bersalah pada perempuan itu.
"Ma, aku udah tutup kasus ini dengan resmi."
Roni mendapat kabar dari Papanya, jika sang Mama ingin melakukan sesuatu di kantornya, dan itu berkaitan dengan kasus korupsi tiga tahun lalu yang mengakibatkan perusahaan mengalami rugi besar.
Mendengar hal itu Roni segera bergegas ke kantor, dan sesampainya di sana Dia justru mendapat kabar tentang hal yang tidak ingin Dia dengar. Bahwa kasus tersebut resmi dibuka kembali, dan tersangka sudah berada di kantor polisi.
Aziza yang sejak tadi menunduk, perlahan mengangkat kepalanya, Dia dapat dengan jelas melihat Roni, Lira, dan seorang perempuan yang berdiri tidak jauh dari
Ibu dan anak yang sedang berdebat, perempuan itu tersenyum puas dengan tangan yang dilipat di depan dada. Seakan mengatakan, aku pemenangnya.
"Tapi setelah Mama diskusi dengan Siska, kasusnya masih tetap bisa dibuka jika kita punya alasan baru, bahkan sekarang kita juga punya bukti," balas Lira tegas.
"Mama nggak ada hak untuk membuka kembali kasus yang sudah aku tutup, ini udah keputusan bulat dari aku sebagai pemimpin perusahaan itu!" tegas Roni, Lira menggeleng heran melihat respon putranya. Wanita itu berbalik menatap tajam Aziza.
"Kamu lihat? Bahkan putra saya tetap membela kamu di saat kamu sudah terbukti bersalah, bukti-buktinya bahkan sudah ada di depan," marah Lira, Aziza hanya diam, tidak tahu harus berkata apa sekarang, intinya Dia hanya bisa mempersiapkan diri untuk hasil yang akan keluar nantinya.
"Bahkan dulu putra saya harus bekerja sangat keras untuk dapat menstabilkan kembali perusahaan tersebut karena kelakuan kamu itu!" Lira berjalan mendekati tempat Aziza duduk, seakan tahu apa yang bisa saja Mamanya lakukan, Roni dengan cepat berdiri di depan Lira.
"Ma, ini bukan hanya salah Aziza, aku udah tahu semuanya, aku juga yang menutupi kesalahan dia dulu, dan aku juga sengaja menutup kasus ini." Lira menatap tidak percaya pada putranya, Dia menoleh pada perempuan yang melaporkan tentang kelakuan Aziza dulu.
"Siska? Apa itu benar?" tanya Lira, Siska yang sejak tadi hanya berdiri santai, akhirnya berjalan mendekati Lira.
"Awalnya, saat saya terbukti bersalah tapi tidak dengan Aziza, saya kira itu karena dia yang mainnya bersih, tapi setelah dua tahun saya dipenjara, saya akhirnya tahu alasannya. Bukan karena dia yang mainnya bersih, tapi karena dia main pintar, pintar memperdaya orang yang cinta sama dia." Siska tersenyum sinis, tatapan dendam dan marah seakan siap untuk Dia lepaskan sekarang.
"Kayak anak Tante yang satu ini, mau-mau aja dibodohi sama cewek mata duitan," lanjut Siska sambil menunjuk tepat di depan wajah Roni, membuat laki-laki tersebut sebisa mungkin menahan emosinya, mengingat dimana Dia berada sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Persimpangan Jalan (END)
Aktuelle Literatur⚠️JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ *** Kira-kira bagaimana perasaan kalian, ketika ada beberapa orang yang tidak kalian kenali mengaku menjadi keluarga, bahkan salah satunya mengaku menjadi calon suami, bagaimana? Mungkin yang kalian rasakan ad...
