ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
BAGAIMANA KABAR KALIAN? SEMOGA SELALU SEHAT DAN BAHAGIA.
HAPPY READING 📚.
SALAM SAYANG DARI AKU💙.
***
"Meski terlambat, selamat atas pernikahanmu. "
***
Aziza tersenyum menyambut kedatangan Faizal untuk yang kesekian kalinya. Sebelum Faizal duduk, Azila mengambil tangan Faizal, menciumnya. Membuat Faizal tersenyum dengan satu tangan yang mengusap lembut kepala Aziza.
Satu kecupan mendarat sempurna di kening Aziza, membuat perempuan tersebut menoleh ke segala arah, takut ada yang memergoki. Padahal sudah beberapa hari ini Faizal melakukannya setiap kali Dia berkunjung, tapi Aziza tetap merasa gugup.
"Kamu bawa makanan apa hari ini?" tanya Aziza antusias setelah mereka duduk. Faizal membuka lebih dulu kotak bekal yang berisi makanan yang Dia bawa.
"Makanan kesukaan kamu. Nasi goreng. Semoga nggak gagal kali ini," ucap Faizal sambil menyodorkan kotak bekal yang berisi nasi goreng buatannya.
Azila menerimanya dengan senyuman.
"Bismillahirramani rrahim."
Faizal menunggu dengan tidak sabar reaksi Aziza, sebelum-sebelumnya saat di rumah Faizal memang beberapa kali memasak nasi goreng saat akan berangkat mengajar, tapi rasanya benar-benar tidak pas.
"Enak banget."
"Serius?"
"Ini coba sendiri." Faizal segera memakan nasi goreng yang Aziza sodorkan, dan ternyata memang lebih baik dari sebelum-sebelumnya meski tidak seenak buatan Aziza.
Faizal hanya diam, memperhatikan Aziza yang memakan masakannya dengan nikmat, begitupun Aziza yang fokus pada makanannya, apalagi Faizal telah memberitahunya untuk tidak terlalu banyak bicara saat makan.
Setelah beberapa menit, Aziza kembali menyerahkan kotak bekal yang sudah kosong pada Faizal, lalu meminum air yang juga dibawa oleh suaminya itu.
"Maaf nggak bagi-bagi, soalnya enak banget."
"Nggak pa-pa, aku tadi juga sudah makan sebelum ke sini."
Aziza mengangguk, beberapa menit Aziza memperhatikan Faizal yang sibuk dengan benda pipihnya.
"Kemarin ummi sama abi ke sini?" tanya Faizal sambil meletakkan benda pipih miliknya di atas meja.
Aziza mengangguk. "Bahas beberapa hal random doang sih, terus nanya-nanya juga kapan persidangannya, gitu-gitu aja," ucap Aziza dengan inisiatif sendiri untuk menjelaskan kepada Faizal.
"Emang kapan persidangannya?"
"Pertengahan bulan depan, harusnya."
Faizal terlihat cukup terkejut. "Loh, kenapa lama? Tanggal berapa?"
"Sekitar antara lima belas sampai dua puluh, tapi belum pasti. Emang kenapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Persimpangan Jalan (END)
General Fiction⚠️JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ *** Kira-kira bagaimana perasaan kalian, ketika ada beberapa orang yang tidak kalian kenali mengaku menjadi keluarga, bahkan salah satunya mengaku menjadi calon suami, bagaimana? Mungkin yang kalian rasakan ad...
