ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKTUH.
BAGAIMANA KABAR KALIAN? SEMOGA SELALU SEHAT DAN BAHAGIA.
HAPPY READING 📚.
SALAM SAYANG DARI AKU💙.
***
Keberanian yang dulunya selalu menjadi hal yang Alif banggakan entah kenapa hari ini kebanggaan itu hilang, tidak ada semangat yang Dia rasakan, bahkan saat sudah waktunya pulang Alif justru enggan beranjak dari tempat kerjanya.
Bagaimana Dia menjelaskan kepada orangtuanya? Rumah yang biasanya selalu Alif jadikan tempat istirahat terbaik, justru hari ini seperti tempat keramat baginya.
"Loh, belum pulang?" tanya seorang perempuan yang menggunakan pakaian mirip seperti Alif.
"Menurut lo? Kalau gue pulang gue nggak mungkin ada di sini."
"Sewot banget, santuy kali," sinis perempuan dengan tulisan nama Cristy Amerta Widjaya pada bagian depan bajunya.
"Sana, jauh-jauh dari gue. Gue lagi galau."
Cristy tertawa besar mendengarnya.
"Buset aki-aki umur 30 tahun harus bergelud dengan kata galau? Jangan ya aki ya," ujar Cristy mengejek, membuat Alif melemparkan tatapan sinisnya. Memang sejak umurnya sudah 30 tahun Cristy memberinya gelar aki-aki atau katanya bisa juga disebut Kakek berumur.
"Diam lo. Sana pergi jauh-jauh, buat gue tambah bad mood aja."
"Idih, gue emang mau pulang kali, bay-bay my favorit boy."
Alif hanya menggeleng melihat kepergian temannya, Cristy dapat dikatakan sebagai salah satu perempuan yang cukup dekat dengannya. Setidaknya kehadiran Cristy tadi dapat membuatnya lebih rileks.
Alif tersenyum tipis. "Lucu juga."
***
Alif memilih mengatakannya lebih dulu kepada Faizal, bagaimana pun Alif rasa Faizal memiliki hak untuk tahu lebih dulu, dan mungkin Faizal bisa lebih dewasa daripada dirinya dalam menyikapi keadaan sekarang.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumssalam."
"Masuk, Lif." Faizal membuka pintu rumahnya lebih lebar, mempersilahkan Alif masuk lebih dulu.
"Kenapa tidak memberi kabar lebih dulu? Untungnya saya belum keluar."
"Lo mau kemana emangnya?"
"Beli makan malam. Silahkan duduk," jawab Faizal sekaligus mempersilahkan Alif untuk duduk.
"Stok mie habis?" tanya Alif, seingatnya beberapa hari belakangan ini Faizal sering sekali membeli makanan instan tersebut berdus-dus, bahkan mungkin hanya makanan itu yang ada di dapur.
"Dilarang sama istri." Alif meringis melihat raut wajah bahagia adik iparnya, rasanya Dia ingin kasihan kepada Faizal, tapi tidak bisa. Dia harus mengasihani Dirinya sendiri lebih dulu.
"Eh iya, ada perlu apa ke sini?"
Alif menghembuskan nafas berat lebih dulu. "Ada hal mendesak. Besok lo sibuk?" tanya Alif.
"Sepertinya tidak, kenapa?"
"Kalau mau ketemu Aziza, udah bisa besok."
"Alhamdulillah, insyaa Allah saya ke sana besok, alamatnya bisa kamu kirim."
Alif mengangguk, hening cukup lama. Alif sedang menata kata-katanya, apakah tidak apa-apa mengatakannya kepada Faizal sekarang? Tentang bagaimana kelanjutan kasus Aziza.
KAMU SEDANG MEMBACA
Persimpangan Jalan (END)
General Fiction⚠️JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ *** Kira-kira bagaimana perasaan kalian, ketika ada beberapa orang yang tidak kalian kenali mengaku menjadi keluarga, bahkan salah satunya mengaku menjadi calon suami, bagaimana? Mungkin yang kalian rasakan ad...
