BAB 12 || Bunda Leo

747 21 0
                                        

TYPO bertebaran!

Hallo👋 I am back!

Terus aku ingatin sebelum baca, vote dulu!

Follow wattpad me!

Follow wattpad me!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


12. Bunda Leo

───

Saat ini seluruh anggota keluarga Xavier dan Alexander sedang berada diruang tamu, hanya ada keheningan didalam ruangan itu.

"Zoora,"

Zoora yang sedang fokus kedepan menonton film, menoleh kearah seseorang yang memanggilnya.

"Kenapa Mom?"

"Apakah kamu dan Arzen sudah melakukan itu?"

Spontan orang-orang yang berada diruang tamu menoleh kearah Mommy dan Zoora, Zoora yang ditatap pun sedikit menjadi malu.

"Iya Zoor, apakah kamu dan Arzen sudah melakukan hubungan itu?" sabun Mama.

Sama halnya dengan Zoora, Arzen yang duduk disamping Zeo pun juga merasa malu.

Zoora masih diam, ia tidak tau harus mengatakan apa. Apakah ia harus jujur atau tidak? Zoora bingung sekarang!

"Zoor,"

"Iya Ma."

"Gimana?"

Zoora menatap semua anggota keluarga, dan tatapannya berhenti di Arzen. Cukup lama mereka saling tatap sampai akhirnya Arzen memalingkan wajahnya kearah lain.

Zoora menggeleng. "Belum Ma."

Mama, Papa, Mommy, Papi dan Zeo membulatkan mata mereka, jadi Arzen dan Zoora belum melakukan itu?

Zeo menoleh kearah Arzen yang berada disampingnya, ia merangkul bahu Arzen.

"Kuat banget iman lo," kekeh Zeo.

Arzen menatap datar Zeo.

"Benar Zoor?" tanya Mommy syok.

Sekali lagi Zoora menganggukkan kepalanya.

"Kenapa belum?" sekarang Papi yang bertanya.

Zoora memelin jari-jari tangannya. "Karena Arzen belum minta." cicitnya.

"Sayang, walaupun Arzen belum minta hak itu pada kamu bukan berarti Arzen tidak menginginkan nya. Semua lelaki yang sudah menikah pasti menginginkan hak mereka, begitupun dengan Arzen." jelas Papa.

"Dan jika Arzen sudah meminta haknya apakah kamu akan memberikannya?" tanya Papa.

Zoora diam menunduk, apakah selama ini ia belum menjadi istri yang baik untuk Arzen?

Zoora masih saja menunduk, sampai suara sang Mommy memanggilnya. "Zoora."

Zoora yang dipanggil Mommy pun mendongakkan kepalanya, semua yang berada diruang tamu terkejut dengan wajah Zoora yang sudah penuh dengan air mata.

ARZOO || PERJODOHAN || [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang