Selesai + belom direvisi
"Gue mohon sama lo! batalin pernikahan ini! gue gak kenal sama lo, begitupun lo gak kenal sama gue." Tegas Arzen kepada Clazoora.
"Idihh, gue juga gak mau kali nikah sama lo! mending gua gak nikah seumur hidup daripada haru...
Jangan lupa vote! Nanti lupa! Jangan jadi pembaca gelap!
Follow juga akun author kalau suka sama cerita ini oke 👌!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
10.malam pertama
───
Clazoora menduduk 'kan diri 'nya dikursi panggung, ia sungguh lelah hari ini. Menyalami semua tamu undangan yang entah seberapa banyak 'nya, yaa walau pun cuma sahabat kantor Papi Arzen dan Papa Clazoora dan sanak saudara, Tapi tetap lah melelahkan.
Clazoora memijat betis 'nya yang sedikit kebas. "Akhir 'nya selesai juga."
Arzen menoleh sekilas kearah Clazoora yang sedang memijat betis 'nya.
Lalu ia berjalan menuju kearah Mommy dan Mama mereka yang sedang berbincang-bincang dengan tamu undangan.
"Mom, Ma."
Mommy dan Mama yang sedang berbincang itu menoleh 'kan kepala kearah sumber suara.
"Arzen, kenapa?" tanya Mommy.
"Mom, Ma. Arzen sama Zoora mau, eumm istirahat dulu boleh?"
Mama dan Mommy terkekeh.
"Boleh, lagian tamu-tamu tinggal rekan-tekan kerja Papi kamu sama Papa Zoora." jawab Mama.
Lalu Arzen kembali lagi menghampiri Clazoora yang masih memijat betis 'nya.
"Ayo."
Clazoora yang masih memijat betis 'nya, Zoora yang mendengar suara mendongak 'kan kepala 'nya.
"Kemana?"
"Istirahat."
Clazoora mengerut 'kan dahi 'nya. "Emang udah boleh? Tamu masih banyak."
Arzen memutar mata 'nya malas, Clazoora ini banyak sekali tanya.
Arzen dengan kesabaran setipis tisu dibagi 15 dan dikasih air itu langsung menggendong Clazoora ala bridal style. Clazoora yang belum siap dengan perlakuan Arzen yang tiba-tiba, secara tidak langsung ia mengalung 'kan tangan 'nya dileher Arzen.
Jantung kedua 'nya berdetak tidak karuan, wajah mereka begitu dekat, mereka bisa merasa 'kan deru napas masing-masing.
Pipi Clazoora dan telinga Arzen sudah merah merona, Arzen yang merasa 'kan jantung 'nya yang sudah tidak aman langsung mengalih 'kan pandangan 'nya kearah lain.
"Udah ikut aja," setelah mengatakan itu, Arzen segera menuruni tangga panggung dan menuju ke kamar Clazoora yang berada di lantai dua.
Saat berada dianak tangga kelima, Arzen terhenti karena mendengar teriakan para sahabat 'nya.